Bagaimana China Mengubah Dunia Biotek dan Tantangan bagi Amerika Serikat
Courtesy of Forbes

Bagaimana China Mengubah Dunia Biotek dan Tantangan bagi Amerika Serikat

Mengungkap pergeseran signifikan ketergantungan industri biotek AS pada China, implikasi risiko yang muncul, serta langkah-langkah regulasi pemerintah AS yang baru sebagai respons terhadap isu keamanan dan inovasi.

21 Jan 2026, 20.33 WIB
266 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Cina telah menjadi pemain utama dalam industri bioteknologi dengan peningkatan inovasi dan lisensi produk.
  • Perusahaan biotek di AS semakin bergantung pada Cina untuk mengurangi biaya dan mempercepat proses pengembangan obat.
  • Regulasi baru seperti BIOSECURE Act menunjukkan bahwa hubungan bioteknologi AS-Cina sedang berubah di tengah kekhawatiran tentang keamanan nasional.
Shanghai, Cina - China telah menjadi pusat penting dalam industri bioteknologi global, terutama di kota-kota seperti Shanghai, Suzhou, dan Beijing yang memiliki klaster riset dan manufaktur farmasi yang maju. Perusahaan-perusahaan besar farmasi internasional telah menempatkan operasi mereka di sana untuk memanfaatkan kapabilitas China dalam sintesis molekul dan produksi obat generik murah. Kebanyakan pekerjaan laboratorium manual yang mahal di AS sekarang sering dialihkan ke CRO China seperti WuXi AppTec yang memiliki ribuan staf kimiawan.
Tingginya biaya pengembangan obat di AS melebihi 2,23 miliar dolar AS untuk satu produk dan waktu proses yang panjang hampir 8 tahun mendorong perusahaan biotek dan startup mencari solusi yang lebih efisien. Investasi di sektor biotek AS justru menurun drastis sejak 2023, sementara AI menarik lebih banyak dana. China dengan biaya lebih rendah dan kemampuan produksi massal menjadi destinasi utama untuk berbagai tahapan pengembangan molekul dan uji coba klinis awal.
Keunggulan China tidak hanya dari biaya, tapi juga sistem data medis terintegrasi yang memungkinkan pengujian klinis lebih cepat dan rekrutmen pasien yang jauh lebih besar dibandingkan AS. Regulator obat China, NMPA, juga menambah tenaga kerja secara masif untuk mempercepat proses persetujuan obat baru, jauh melebihi kemampuan FDA. Namun FDA masih mengharuskan China-generated data untuk dikonfirmasikan melalui studi tambahan agar berlaku untuk persetujuan di AS.
Seiring berjalannya waktu, China tidak hanya jadi tempat manufaktur dan riset awal, tapi juga sumber inovasi obat baru dengan lisensi besar senilai puluhan miliar dolar AS ke perusahaan farmasi Barat. Proporsi lisensi dari China meningkat pesat, sementara AS mengalami penurunan signifikan, menunjukkan pergeseran kekuatan inovasi. Ini membuat pemerintah AS semakin waspada dan berujung pada pengesahan regulasi berdampak keamanan nasional seperti BIOSECURE Act.
Regulasi baru ini membatasi kerjasama dan pembelian produk biotek dari perusahaan China yang dianggap terkait militer, menandai perubahan besar dalam pendekatan global biotek. Meskipun usaha memperkuat kembali riset dan manufaktur lokal di AS, ketergantungan yang dalam pada China sejauh ini sulit diputus sepenuhnya. Masa depan industri biotek akan ditandai dengan konflik kepentingan antara kebutuhan inovasi pesat dan keamanan nasional yang ketat.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/shimiteobialo/2026/01/21/how-china-became-the-biotech-industrys-back-office/

Analisis Ahli

Noubar Afeyan
"China sedang dalam jalur menyalip AS dalam biotekologi karena AS melemah akibat pemotongan dana riset dan ketidakstabilan lembaga kesehatan publik."
Daniil Boiko
"Mesin AI seperti OnePot dapat memangkas waktu sintesis molekul secara drastis, namun masih dibutuhkan kolaborasi dengan CRO tradisional di China untuk target tertentu."
Sebastian De Beurs
"Sistem data klinis yang terpadu dan kemampuan rekrutmen pasien masif membuat China unggul dalam penelitian klinis, namun data tersebut harus dikonfirmasi ulang untuk FDA melalui studi tambahan."

Analisis Kami

"Dominasi China dalam bioteknologi bukan hanya soal biaya murah, tapi juga kemajuan teknologinya yang cepat dan ekosistem riset yang matang. Jika AS tidak segera memperbaiki investasinya dan kebijakan pendukung, posisi inovasi globalnya akan terus melemah di sektor krusial ini."

Prediksi Kami

Ketergantungan AS pada China di sektor biotek akan terus menjadi sumber ketegangan geopolitik sambil mendorong AS memperkuat kembali ekosistem riset dan manufakturnya untuk mengurangi risiko keamanan dan mempertahankan keunggulan inovasi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang membuat Cina menjadi pusat penting dalam industri bioteknologi?
A
Cina telah mengembangkan kluster ilmu hayat yang padat dan menjadi pusat pengembangan bahan obat dan obat generik, dengan banyak perusahaan biomedis beroperasi di kota-kota seperti Shanghai dan Beijing.
Q
Apa peran WuXi AppTec dalam rantai pasokan bioteknologi?
A
WuXi AppTec adalah CRO besar yang mampu mengelola program sintesis molekul dengan jumlah staf yang besar, menjadikannya pilihan bagi banyak perusahaan biotek untuk mengurangi biaya.
Q
Bagaimana perkembangan sistem penelitian klinis di Cina?
A
Sistem penelitian klinis di Cina telah matang dengan operasi biaya yang lebih rendah, volume pasien yang lebih besar, dan infrastruktur data yang lebih terintegrasi.
Q
Apa dampak BIOSECURE Act terhadap hubungan bioteknologi AS-Cina?
A
BIOSECURE Act menunjukkan bahwa bioteknologi kini dianggap sebagai isu keamanan nasional, yang dapat mengubah cara perusahaan AS beroperasi dengan mitra di Cina.
Q
Mengapa perusahaan farmasi AS mulai melisensikan produk dari perusahaan Cina?
A
Perusahaan farmasi AS melisensikan produk dari perusahaan Cina karena munculnya inovasi dan obat baru yang kompetitif di pasar global.