
Courtesy of CNBCIndonesia
BMKG Jelaskan Penyebab Dentuman Keras di Sumatra Barat Tanpa Gempa atau Cuaca Ekstrem
Memberikan penjelasan resmi dari BMKG terkait dentuman keras yang terdengar di wilayah Sumatra Barat agar masyarakat tidak panik dan hanya mempercayai informasi resmi.
24 Jan 2026, 09.30 WIB
294 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- BMKG tidak menemukan aktivitas cuaca ekstrem atau seismik yang dapat menyebabkan suara dentuman keras.
- Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan merujuk pada informasi resmi dari BMKG.
- Pemantauan yang dilakukan BMKG menggunakan radar cuaca dan alat pendeteksi petir menunjukkan tidak adanya ancaman cuaca.
Padang Pariaman, Indonesia - Pada Jumat, 23 Januari 2026, warga di beberapa daerah Sumatra Barat mendengar suara dentuman keras yang membuat sebagian orang merasa khawatir. Suara ini terdengar di wilayah Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan sekitarnya, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan mengenai penyebabnya.
Untuk menanggapi laporan tersebut, Stasiun Meteorologi Minangkabau yang merupakan bagian dari BMKG melakukan analisis dengan menggunakan berbagai alat seperti radar cuaca, alat pendeteksi petir, dan jaringan seismometer. Mereka berusaha mencari tahu apakah dentuman itu berasal dari fenomena alam yang biasa seperti petir atau gempa bumi.
Hasil dari pengamatan BMKG menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas awan konvektif seperti awan Cumulonimbus yang biasanya menimbulkan petir, maupun adanya sambaran petir yang signifikan yang bisa memicu dentuman keras. Jaringan seismometer juga tidak mencatat adanya gempa bumi atau aktivitas tektonik pada saat kejadian dentuman itu.
BMKG menyimpulkan bahwa suara dentuman tersebut bukan berasal dari cuaca ekstrem maupun gempa bumi ataupun pergerakan lempeng tektonik. Mereka pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu mencari informasi update dari sumber resmi BMKG agar terhindar dari hoaks atau informasi yang tidak jelas kebenarannya.
Selain itu, BMKG juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan terus memantau informasi terkini melalui aplikasi, website, dan media sosial resmi BMKG. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih memahami dan menyikapi fenomena seperti ini secara tepat dan tidak berlebihan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260124085659-37-704951/warga-agam-pasaman-barat-dengar-dentuman-keras-ini-penjelasan-bmkg
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260124085659-37-704951/warga-agam-pasaman-barat-dengar-dentuman-keras-ini-penjelasan-bmkg
Analisis Ahli
Analisis Kami
"Fenomena dentuman keras tanpa indikasi cuaca ekstrem maupun aktivitas seismik menunjukkan adanya sumber lain, kemungkinan dari kebisingan antropogenik atau fenomena atmosfer lokal yang belum terdeteksi secara optimal. BMKG perlu mengembangkan teknologi dan metode pemantauan mereka guna mengungkap sumber suara misterius tersebut demi menjaga ketenangan masyarakat."
Prediksi Kami
Masyarakat di wilayah Sumatra Barat kemungkinan akan terus melaporkan kejadian serupa di masa depan, sehingga BMKG perlu meningkatkan komunikasi dan monitoring untuk mengantisipasi dan memberi informasi yang akurat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menyebabkan suara dentuman keras di Sumatra Barat?A
Suara dentuman keras di Sumatra Barat dilaporkan terjadi pada tanggal 23 Januari 2026.Q
Apa hasil analisis BMKG terkait suara dentuman tersebut?A
BMKG menyatakan bahwa tidak ada cuaca ekstrem atau aktivitas awan konvektif yang dapat menyebabkan suara dentuman.Q
Adakah aktivitas seismik yang terdeteksi pada saat suara dentuman terdengar?A
Pada waktu yang sama dengan laporan dentuman, tidak ada aktivitas seismik yang signifikan terdeteksi di wilayah tersebut.Q
Apa imbauan BMKG kepada masyarakat terkait fenomena ini?A
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan merujuk pada informasi resmi dari mereka.Q
Apa saja cara untuk mendapatkan informasi resmi dari BMKG?A
Masyarakat dapat mendapatkan informasi resmi BMKG melalui aplikasi infoBMKG, website BMKG, dan media sosial @/bmkgminangkabau.



