Cloud Native Jadi Dasar Utama di Era AI Generatif dan Transformasi Digital
Courtesy of Forbes

Cloud Native Jadi Dasar Utama di Era AI Generatif dan Transformasi Digital

Menjelaskan perkembangan dan kematangan cloud native dalam industri teknologi, serta bagaimana Kubernetes dan teknologi terkait semakin berperan penting dalam infrastruktur AI generatif dan pengelolaan platform skala besar.

26 Jan 2026, 10.55 WIB
188 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Adopsi cloud native telah mencapai 98% di organisasi, fokus kini beralih pada bagaimana meningkatkan nilai dari adopsi ini.
  • Kubernetes semakin dominan dalam mendukung beban kerja AI generatif, dengan dua pertiga organisasi menggunakannya.
  • Tantangan utama dalam penerapan teknologi kontainer kini lebih kepada perubahan budaya dan keterampilan, bukan hanya teknis.
Global , Dunia - Cloud native kini menjadi standar utama dalam pengembangan perangkat lunak modern dan semakin berperan penting sebagai platform untuk teknologi AI generatif. Sebuah survei oleh Cloud Native Computing Foundation pada tahun 2025 menunjukkan bahwa hampir semua organisasi (98%) telah mengadopsi teknologi cloud native, khususnya Kubernetes yang menjadi pilihan utama dalam produksi.
Penggunaan Kubernetes meningkat dari 66% pada 2023 menjadi 82% di tahun 2025, menunjukkan bahwa teknologi yang dulunya dianggap eksperimental kini benar-benar menjadi fondasi operasional. Selain itu, penggunaan container untuk aplikasi produksi juga meningkat, sementara proyek pilot container menurun drastis, mengindikasikan kematangan dan penyebaran yang lebih luas.
Namun, bukan tanpa masalah. Tantangan utama di tahun 2025 berasal dari aspek budaya, terutama dalam tim pengembang, disusul oleh kurangnya pelatihan dan isu keamanan. Meskipun secara teknis bukan hambatan besar, masalah sumber daya manusia ini menjadi penghambat utama kemajuan cloud native lebih lanjut.
Laporan juga menyoroti peran Kubernetes yang kini menjadi infrastruktur penting untuk menjalankan beban kerja AI generatif. Dua pertiga organisasi sudah menggunakannya untuk AI, dengan sebagian besar fokus pada inferensi dan pengendalian biaya, dibandingkan membangun model dari awal. Teknologi pendukung seperti GitOps dan CI/CD juga semakin matang pada organisasi yang lebih berpengalaman.
Meski teknologi seperti WebAssembly masih awal dalam adopsi, tekanan terhadap keberlanjutan dan penggunaan sumber daya meningkat seiring makin banyaknya beban kerja otomatis yang dijalankan. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem cloud native perlu terus dikembangkan tidak hanya dari sisi teknis, tapi juga dari aspek ekologi dan sumber daya manusia agar bisa berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/janakirammsv/2026/01/25/10-signals-from-cncf-2025-report-that-cloud-native-has-entered-its-next-era/

Analisis Ahli

Kelsey Hightower
"Kubernetes telah menjadi tulang punggung platform modern, dan adopsinya yang meluas menegaskan bahwa teknologi open source bisa mengubah cara organisasi membangun sistem. Namun, perhatian utama tetap harus pada pengembangan keterampilan dan budaya kerja."
Liz Rice
"Penggunaan Kubernetes dalam AI generatif membuka babak baru di cloud native yang menuntut pendekatan baru terhadap keamanan dan manajemen beban kerja yang dinamis dan besar. Ini saatnya organisasi memikirkan strategi operasional dengan matang."

Analisis Kami

"Kematangan cloud native yang semakin tinggi menunjukkan organisasi sudah tidak lagi hanya bereksperimen, tapi benar-benar mengandalkan teknologi ini untuk produksi dan AI generatif. Fokus harus bergeser ke peningkatan budaya, pelatihan, dan keamanan agar infrastruktur ini dapat berfungsi optimal di skala besar. Kubernetes sudah terbukti sebagai fondasi utama, tapi tanpa dukungan SDM yang memadai, investasi teknologi bisa sia-sia."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun mendatang, Kubernetes akan menjadi infrastruktur utama tidak hanya untuk aplikasi cloud native, tetapi juga untuk penyebaran dan pengelolaan model AI generatif, sementara tantangan manusia dan budaya akan menjadi fokus utama dalam transformasi teknologi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan cloud native dan seberapa luas adopsinya?
A
Cloud native adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan teknologi kontainer dan orkestrasi. Adopsi cloud native telah mencapai 98% di kalangan organisasi.
Q
Apa peran Kubernetes dalam konteks cloud native menurut survei CNCF 2025?
A
Kubernetes telah menjadi platform utama untuk 82% organisasi yang menggunakan kontainer dalam produksi pada tahun 2025.
Q
Apa tantangan utama yang dihadapi organisasi dalam mengadopsi teknologi kontainer?
A
Tantangan utama adalah perubahan budaya dalam tim pengembangan, kurangnya pelatihan, dan masalah keamanan.
Q
Bagaimana penggunaan AI generatif mempengaruhi infrastruktur Kubernetes?
A
Penggunaan AI generatif mengubah Kubernetes dari sekadar lapisan orkestrasi menjadi platform infrastruktur AI.
Q
Apa yang dimaksud dengan GitOps dan bagaimana perkembangannya di kalangan organisasi?
A
GitOps adalah pendekatan untuk mengelola infrastruktur dan aplikasi dengan menggunakan prinsip-prinsip pengembangan perangkat lunak. Di kalangan inovator, GitOps telah diadopsi oleh 58% organisasi.