Amazon Umumkan PHK 30.000 Karyawan Karena Inovasi AI dan Efisiensi Perusahaan
Courtesy of CNBCIndonesia

Amazon Umumkan PHK 30.000 Karyawan Karena Inovasi AI dan Efisiensi Perusahaan

Memberikan informasi terkini mengenai gelombang PHK besar-besaran di Amazon yang dipicu oleh inovasi AI dan perubahan strategi perusahaan, serta bagaimana kebijakan ini berdampak pada berbagai unit dalam perusahaan.

26 Jan 2026, 12.35 WIB
29 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Amazon akan melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawan akibat inovasi AI.
  • PHK ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perusahaan, setelah pemangkasan sebelumnya pada 2022.
  • CEO Andy Jassy menekankan bahwa PHK tidak terkait dengan masalah keuangan, tetapi lebih pada efisiensi dan budaya perusahaan.
Jakarta, Indonesia - Amazon berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 30.000 orang pada tahun 2026, sebagai gelombang PHK terbesar selama tiga dekade terakhir. Pengurangan ini hanya sebagian kecil dari total karyawan Amazon yang mencapai 1,58 juta orang. Keputusan ini didorong oleh kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan otomasi banyak tugas dan meningkatkan efisiensi.
Sumber dari Reuters menyebutkan bahwa unit yang paling terdampak dari PHK ini adalah bagian ritel, Amazon Web Services, Prime Video, dan sumber daya manusia. Namun, rincian dan cakupan PHK ini masih bisa berubah karena perusahaan belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Pada Oktober 2025, Amazon sudah melakukan PHK sebanyak 14.000 orang, yang juga dikaitkan dengan penerapan teknologi AI. CEO Andy Jassy menegaskan bahwa PHK bukan karena masalah keuangan, tetapi lebih kepada kebutuhan untuk menyederhanakan birokrasi dan memperbaiki budaya kerja yang dianggap terlalu rumit dengan lapisan karyawan yang terlalu banyak.
Amazon merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar yang agresif mengembangkan teknologi AI. Mereka menggunakan AI untuk menulis kode software dan mengotomatisasi pekerjaan rutin melalui agen AI. Produk dan layanan AI terbaru juga dipromosikan pada konferensi komputasi awan tahunan di Desember 2025.
Ke depan, penggunaan AI di Amazon dan perusahaan teknologi lainnya diprediksi akan terus berkembang, mengubah struktur tenaga kerja dan budaya perusahaan. Walaupun efisiensi dan inovasi menjadi alasan utama, perusahaan harus berhati-hati dalam menangani dampak sosial dari pemangkasan tenaga kerja ini.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260126121831-37-705292/gelombang-phk-menggila-di-2026-manusia-mulai-digantikan

Analisis Ahli

Andrew Ng
"AI memang mengubah cara kerja perusahaan secara fundamental, memaksa pergeseran dari pekerjaan manual ke otomasi, dan hal ini tentunya akan berdampak pada pasar tenaga kerja."
Satya Nadella
"Fokus pada efisiensi dan inovasi dengan AI harus diimbangi dengan pelatihan ulang karyawan agar bisa berkontribusi di era digital baru."

Analisis Kami

"Langkah Amazon mengurangi jumlah tenaga kerja secara besar-besaran menunjukkan bahwa era teknologi AI tidak hanya membawa efisiensi tetapi juga perubahan besar dalam struktur organisasi. Perusahaan teknologi harus mempersiapkan strategi adaptasi sumber daya manusia secara matang agar tidak kehilangan kepercayaan publik dan produktivitas jangka panjang."

Prediksi Kami

Penggunaan AI akan semakin meluas dalam operasional perusahaan teknologi besar seperti Amazon, sehingga tren pengurangan tenaga kerja manual dan pengembangan kemampuan AI akan terus berlanjut dengan penyesuaian budaya kerja yang signifikan.