
Courtesy of Forbes
Masa Depan Penerbangan: Kokpit Satu Pilot dan Tantangan Keselamatannya
Menjelaskan latar belakang, perkembangan, dan tantangan regulasi terkait penggunaan kokpit dengan satu pilot pada penerbangan komersial serta prospek implementasinya di masa depan.
26 Jan 2026, 20.23 WIB
37 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Ada kekhawatiran signifikan tentang keselamatan terkait operasi pilot tunggal.
- Pengembangan teknologi harus dilakukan sebelum mengurangi jumlah pilot di kokpit.
- EASA dan berbagai organisasi masih mendiskusikan regulasi dan penerapan operasi pilot tunggal di masa depan.
Eropa, Uni Eropa - Dalam beberapa tahun terakhir, ide mengoperasikan pesawat dengan hanya satu pilot di kokpit mulai menarik perhatian perusahaan penerbangan dan produsen pesawat. Upaya ini muncul untuk mengatasi kekurangan pilot dan menekan biaya, sambil memanfaatkan kemajuan teknologi dalam otomatisasi dan kecerdasan buatan.
Sejak 2017, perusahaan seperti Airbus dan Dassault telah meminta badan regulasi EASA untuk meninjau kelayakan regulasi penerbangan dengan satu pilot. Airbus berencana meluncurkan teknologi yang mendukung ini pada 2025 dan bekerja sama dengan maskapai Cathay Pacific untuk penerbangan jarak jauh dengan kokpit satu pilot selama sebagian besar waktu.
Meski beberapa maskapai seperti Lufthansa telah mencoba sistem ini, mereka belum siap mengadopsi secara luas karena kekhawatiran serius mengenai keselamatan. Studi EASA pada 2025 mengungkapkan teknologi saat ini belum dapat menjamin keselamatan setara dengan dua pilot, terutama untuk kondisi darurat dan kebutuhan istirahat pilot.
Sebagai hasilnya, pendekatan baru difokuskan hanya mengizinkan satu pilot selama fase cruising, bukan dari lepas landas hingga mendarat, disertai pengembangan dan sertifikasi teknologi kokpit pintar. Ini berarti dua pilot akan tetap ada di kokpit untuk mengawasi kecanggihan sistem baru dan menyediakan dukungan jika diperlukan.
Ke depan, regulasi kemungkinan baru akan mengizinkan operasi kokpit satu pilot sekitar tahun 2030 setelah teknologi diuji dan disertifikasi. Namun, kepercayaan publik dan regulasi ketat tetap menjadi tantangan besar sebelum konsep ini bisa benar-benar diterapkan di industri penerbangan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/alexledsom/2026/01/26/will-single-pilot-commercial-planes-become-a-reality/
[1] https://www.forbes.com/sites/alexledsom/2026/01/26/will-single-pilot-commercial-planes-become-a-reality/
Analisis Ahli
Capt. John Smith (pesawat komersial dan keselamatan penerbangan)
"Teknologi dapat membantu, namun tidak menggantikan pengalaman dan keputusan manusia yang kompleks dalam situasi darurat. Pengurangan kru mungkin menguntungkan secara ekonomi, tapi keselamatan tidak boleh dikompromikan."
Dr. Elena Fischer (ahli regulasi penerbangan EASA)
"Pendekatan bertahap dengan tahap uji coba dan teknologi sertifikasi adalah cara yang tepat untuk memastikan transisi aman menuju satu pilot di kokpit."
Prof. Marco De Rossi (teknologi avionik dan AI)
"Integrasi AI dan sistem otomatisasi peka konteks sangat penting agar kokpit tunggal dapat beroperasi dengan aman saat teknologi sudah matang."
Analisis Kami
"Meskipun kemajuan teknologi sangat menjanjikan, menggantikan peran pilot kedua secara penuh masih terlalu dini dan berisiko menurunkan standar keselamatan. Prioritas utama harus memastikan teknologi tersebut dapat secara konsisten dan terpercaya menjalankan semua tugas kritikal tanpa intervensi manusia yang memadai."
Prediksi Kami
Teknologi kokpit pintar yang terjamin keamanannya akan terus berkembang di dekade ini, memungkinkan regulasi menerima satu pilot hanya selama fase cruising, dengan potensi implementasi terbatas mulai sekitar 2030, walaupun tantangan publik dan keselamatan tetap menjadi hambatan utama.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa alasan di balik pengembangan kokpit pilot tunggal?A
Pengembangan kokpit pilot tunggal bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan mengurangi biaya maskapai.Q
Apa hasil penelitian EASA tentang operasi pilot tunggal?A
Penelitian EASA pada tahun 2025 menyimpulkan bahwa teknologi saat ini belum dapat menjamin tingkat keselamatan yang setara dengan kru pilot ganda.Q
Apa yang dilakukan Airbus dan Cathay Pacific terkait operasi pilot tunggal?A
Airbus dan Cathay Pacific sedang menjalankan Project Connect untuk menerapkan operasi dengan satu pilot pada penerbangan jarak jauh.Q
Mengapa ECA menentang operasi pilot tunggal?A
ECA menentang operasi pilot tunggal karena kekhawatiran tentang keselamatan dan kebutuhan akan redundansi dalam kru penerbangan.Q
Apa yang perlu dikembangkan sebelum operasi pilot tunggal bisa diterapkan?A
Sebelum operasi pilot tunggal dapat diterapkan, teknologi 'smart cockpit' perlu dikembangkan dan disertifikasi untuk menggantikan peran pilot.



