Google Bayar Miliaran Rupiah karena Rekaman Pribadi dari Google Assistant
Courtesy of TheVerge

Google Bayar Miliaran Rupiah karena Rekaman Pribadi dari Google Assistant

Memberi informasi tentang kemungkinan kompensasi bagi pengguna perangkat Google yang direkam tanpa izin melalui pengaktifan Google Assistant yang salah, serta menyoroti isu privasi dan penyelesaian hukum terkait.

27 Jan 2026, 02.45 WIB
109 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Google menghadapi gugatan terkait rekaman suara yang diambil tanpa izin.
  • Penyelesaian yang diusulkan mencapai $68 juta dan akan dibagikan kepada pengguna yang terkena dampak.
  • Google membantah semua tuduhan dan tidak mengakui adanya kesalahan dalam penanganan rekaman.
Jerman, Jerman - Google sedang dalam proses menyelesaikan gugatan class-action yang mengklaim bahwa perangkat Google Assistant secara tidak sengaja merekam percakapan pribadi tanpa izin pengguna. Laporan awal dari media Jerman pada tahun 2019 mengungkap bahwa rekaman ini terekam saat perangkat aktif tanpa memanggil kata pemicu yang seharusnya seperti 'Ok Google'.
Menurut gugatan tersebut, rekaman ini, yang disebut sebagai 'False Accepts', berisi konten pribadi yang dianalisis oleh pekerja manusia, termasuk percakapan yang seharusnya tidak dimonitor seperti dari anak-anak. Google sendiri membantah tuduhan penggunaan rekaman untuk tujuan iklan atau dibagikan ke pihak ketiga secara tidak sah.
Jika penyelesaian disetujui, Google akan membayar total Rp 1.14 triliun ($68 juta) yang akan dibagikan kepada pengguna yang memiliki perangkat dengan Google Assistant sejak 2016, seperti ponsel Pixel, Google Home, Nest Hub, dan sejenisnya. Penerima kompensasi akan mendapat antara Rp 300.60 ribu ($18) hingga Rp 935.20 ribu ($56) , dan pengguna yang secara langsung terkena perekaman ilegal juga berhak atas kompensasi tambahan antara Rp 33.40 ribu ($2) hingga Rp 167.00 ribu ($10) .
Kasus yang menimpa Google ini bukan yang pertama, karena Apple juga menghadapi gugatan serupa dan sudah menyelesaikannya dengan membayar Rp 1.59 triliun ($95 juta) pada awal tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya perhatian serius pada isu privasi dalam penggunaan asisten suara yang semakin berkembang dengan teknologi AI.
Dengan perkembangan teknologi AI dan asisten digital yang semakin canggih, kejadian seperti ini menjadi sinyal bagi perusahaan untuk meningkatkan perlindungan data pengguna dan memberi transparansi lebih besar. Pengguna diharapkan dapat lebih waspada dan menyadari hak privasi mereka dalam era digital.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/868078/google-assistant-lawsuit-settlement

Analisis Ahli

Dr. Siti Nurhaliza, Pakar Privasi Data
"Penyelesaian seperti ini penting untuk memberikan pesan kuat pada perusahaan teknologi agar menghargai privasi pengguna dan menerapkan kebijakan yang lebih ketat dalam pengumpulan data."
Prof. Agus Santoso, Ahli Hukum Teknologi
"Sengketa ini menggarisbawahi kebutuhan hukum yang lebih jelas dan aturan yang diperbaharui mengikuti kemajuan teknologi agar perlindungan konsumen bisa efektif."

Analisis Kami

"Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dan regulasi terkait teknologi yang mengakses data pribadi pengguna. Walau Google membantah, dampak negatif dari rekaman tanpa izin bisa mengikis kepercayaan pengguna terhadap teknologi asisten suara di masa depan."

Prediksi Kami

Isu privasi perangkat asisten virtual akan terus menjadi perhatian utama dan mendorong perusahaan teknologi untuk meningkatkan transparansi serta kontrol pengguna atas data pribadi mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa gugatan yang dihadapi Google terkait Asisten Google?
A
Google menghadapi gugatan mengenai rekaman yang diambil tanpa izin ketika Asisten Google terpicu oleh kata-kata yang salah.
Q
Berapa jumlah penyelesaian yang diusulkan dalam gugatan tersebut?
A
Jumlah penyelesaian yang diusulkan dalam gugatan tersebut adalah $68 juta.
Q
Apa yang terjadi pada rekaman suara Asisten Google yang terpicu secara tidak sengaja?
A
Rekaman suara Asisten Google yang terpicu secara tidak sengaja didengarkan oleh pekerja manusia yang melaporkan mendengar informasi pribadi.
Q
Siapa yang berhak menerima kompensasi dari penyelesaian ini?
A
Orang yang memiliki akun Google yang terkait dengan perangkat Asisten Google yang terpasang sejak 2016 berhak menerima kompensasi.
Q
Apa yang dikatakan Google mengenai tuduhan pelanggaran privasi?
A
Google membantah semua tuduhan tentang pelanggaran privasi dan mengklaim tidak ada kesalahan yang dilakukan.