
Courtesy of Forbes
Tekanan Ekspektasi AI Memaksa Pemimpin Teknologi Hadapi Tantangan Besar
Artikel ini bertujuan menjelaskan tantangan dan ketegangan yang dihadapi para pemimpin teknologi dalam mengelola harapan irréalistik soal AI dari pimpinan perusahaan, serta menekankan pentingnya tata kelola dan strategi yang matang untuk memastikan AI berkontribusi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
27 Jan 2026, 03.52 WIB
17 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Terdapat ketidakcocokan antara harapan eksekutif dan kenyataan penerapan AI yang bertanggung jawab.
- Pendekatan efisiensi dalam investasi AI dapat berisiko mengorbankan kualitas dan keberlanjutan.
- Pentingnya penerapan governance yang kuat untuk mencegah kegagalan proyek AI dalam jangka panjang.
global - Banyak pemimpin teknologi di perusahaan besar menghadapi tekanan besar dari pimpinan untuk menunjukkan hasil cepat dari investasi AI. Namun, teknologi dan organisasi mereka sering belum siap, sehingga menyulitkan penerapan AI yang bertanggung jawab dan efektif.
Survei dari Solvd menemukan bahwa 71% CIO dan CTO menyebutkan ekspektasi pimpinan mengenai ROI AI terlalu tinggi dan tidak realistis, walaupun hampir semua mereka khawatir tentang penggunaan AI yang tidak etis, hanya sedikit perusahaan yang punya tata kelola AI formal.
Tekanan untuk mendapatkan hasil cepat juga membuat tata kelola AI sering diabaikan, padahal tata kelola itu penting untuk mencegah risiko dan memastikan AI digunakan secara etis dan berjalan berkelanjutan.
Banyak pilot AI gagal karena perusahaan terburu-buru bergerak tanpa strategi bisnis yang jelas atau persiapan perubahan organisasi yang matang. Bahkan beberapa perusahaan yang mengandalkan AI tanpa campur tangan manusia, seperti Klarna, mengalami kegagalan layanan dan harus kembali merekrut manusia.
Meski ada kekhawatiran resesi global, sekitar setengah teknologi besar malah mempercepat investasi AI, khususnya untuk efisiensi biaya. Di sisi lain, pemimpin teknologi ingin pendekatan yang lebih terukur agar AI bisa memberikan hasil berkualitas dan bukan sekedar demo yang cepat tapi tidak bertahan lama.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/kolawolesamueladebayo/2026/01/26/71-of-tech-chiefs-say-leadership-has-unrealistic-ai-expectations/
[1] https://www.forbes.com/sites/kolawolesamueladebayo/2026/01/26/71-of-tech-chiefs-say-leadership-has-unrealistic-ai-expectations/
Analisis Ahli
Skylar Roebuck
"Menekankan bahwa AI bukanlah mantra ajaib dan keberhasilan sejati AI bergantung pada tujuan bisnis yang jelas, manajemen perubahan, dan cara kerja yang diubah secara fundamental."
MIT Researchers
"Menyebut kegagalan besar pilot Gen AI sebagai masalah industri karena banyak proyek AI tidak bertransformasi menjadi produk komersial yang berhasil."
Sebastian Siemiatkowski
"Mengakui kegagalan pendekatan AI-only di Klarna yang menyebabkan penurunan kualitas layanan dan akhirnya kembali mengandalkan tenaga manusia."
Analisis Kami
"Tekanan berlebihan dari pimpinan atas hasil cepat AI sebenarnya justru menghambat potensi transformasi teknologi ini, karena tanpa tata kelola dan strategi yang matang, pilot AI hanya akan menjadi proyek percobaan yang terbengkalai. Perusahaan harus berani mengedukasi puncak pimpinan bahwa keberhasilan AI adalah proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan investasi untuk perubahan organisasi secara menyeluruh."
Prediksi Kami
Di masa depan, perusahaan yang mampu menyeimbangkan kecepatan adopsi AI dengan tata kelola yang kuat dan pendekatan strategis akan memperoleh keunggulan kompetitif, sementara yang tetap memaksakan hasil cepat tanpa tata kelola cenderung gagal dan kehilangan kepercayaan pasar.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diungkapkan oleh penelitian Solvd tentang harapan ROI dari AI?A
Penelitian Solvd menunjukkan bahwa 71% CIO dan CTO merasa bahwa pimpinan eksekutif memiliki harapan yang tidak realistis tentang ROI dari AI.Q
Mengapa banyak pemimpin teknologi merasa tertekan untuk menunjukkan hasil AI dengan cepat?A
Banyak pemimpin teknologi merasa tertekan untuk menunjukkan hasil AI dengan cepat karena ada tuntutan dari dewan dan C-suite untuk hasil segera dari investasi AI.Q
Apa masalah yang dihadapi Klarna dengan pendekatan AI-nya?A
Klarna menghadapi masalah dengan pendekatan AI-nya, yang mengakibatkan penurunan kualitas layanan dan ketidakpuasan pelanggan.Q
Bagaimana teknologi AI dipandang dalam konteks ekonomi saat ini?A
Dalam konteks ekonomi saat ini, teknologi AI dipandang sebagai strategi untuk efisiensi biaya daripada pertumbuhan transformasional.Q
Apa tantangan yang dihadapi pemimpin teknologi dalam menerapkan AI secara etis?A
Pemimpin teknologi menghadapi tantangan dalam menciptakan buy-in di seluruh perusahaan untuk mematuhi standar tinggi untuk AI.

