BMKG Prediksi Curah Hujan dan Peralihan Musim di Indonesia Hingga 2026
Courtesy of CNBCIndonesia

BMKG Prediksi Curah Hujan dan Peralihan Musim di Indonesia Hingga 2026

Memberikan informasi terkini tentang intensitas curah hujan di berbagai wilayah Indonesia dan menjelaskan perbedaan musim hujan dan kemarau di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik menghadapi perubahan cuaca.

29 Jan 2026, 11.00 WIB
167 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • BMKG memprediksi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia hingga awal Februari 2026.
  • Musim hujan di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan berakhir antara Februari dan Maret.
  • Aceh dan beberapa daerah di Sumatra telah memasuki awal musim kemarau meskipun dengan kondisi yang tidak terlalu kering.
Jakarta, Indonesia - Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah pada akhir Januari 2026. BMKG merilis prediksi akumulasi curah hujan untuk periode 29 Januari sampai 30 Januari pukul 07.00 WIB, dengan wilayah Banten, Jawa Barat, NTT, Kalteng, dan Sulsel diperkirakan hujan lebat.
Musim hujan di kawasan selatan Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan mulai berakhir sekitar Februari hingga Maret 2026. Setelah itu, wilayah tersebut akan memasuki musim kemarau sejak April hingga September 2026, sehingga perubahan cuaca harus diantisipasi oleh masyarakat terutama petani dan pelaku sektor luar ruangan.
Wilayah Indonesia dekat garis ekuator, terutama Sumatra bagian utara, memiliki pola musim yang unik yaitu dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam setahun. Wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau kini mulai memasuki awal musim kemarau dengan kondisi yang tidak terlalu kering, namun tetap berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga mengantisipasi adanya hujan kembali di wilayah ekuator pada bulan April hingga Juni 2026 sebelum memasuki musim kemarau yang lebih panjang. Perbedaan pola musim ini membuat perlunya pendekatan wilayah yang berbeda dalam mitigasi bencana serta penyiapan infrastruktur dan sumber daya masyarakat.
Musim hujan di kawasan selatan diperkirakan baru kembali dimulai pada Oktober 2026. Warga di seluruh Indonesia diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi BMKG agar dapat meminimalisir dampak buruk dari musim hujan maupun kemarau.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260129103231-37-706279/wilayah-ri-dihantam-hujan-lebat-bmkg-ungkap-kapan-berakhir

Analisis Ahli

Teuku Faisal Fathani
"Mempertegas bahwa karakteristik iklim di Indonesia sangat beragam, sehingga perlunya pendekatan yang berbeda dalam penanganan musim hujan dan kemarau sesuai wilayah."

Analisis Kami

"Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memahami karakteristik iklim yang berbeda antar wilayah agar bisa melakukan mitigasi bencana secara tepat sasaran. Dengan pemahaman ini, potensi dampak seperti banjir di selatan dan karhutla di wilayah ekuator bisa dikurangi lebih efektif."

Prediksi Kami

Musim hujan akan mulai berakhir di kawasan selatan Indonesia pada Maret 2026 dan memasuki musim kemarau hingga September, sementara wilayah dekat ekuator seperti Sumatra akan mengalami dua kali musim hujan dan kemarau dalam satu tahun dengan potensi hujan kembali pada April hingga Juni 2026.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diprediksi BMKG mengenai curah hujan di Indonesia hingga 5 Februari 2026?
A
BMKG memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga 5 Februari 2026.
Q
Wilayah mana saja yang diperkirakan mengalami hujan lebat?
A
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat adalah Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Q
Kapan puncak musim hujan diperkirakan akan berakhir di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara?
A
Puncak musim hujan diperkirakan akan berakhir pada bulan Februari hingga Maret di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Q
Apa karakteristik iklim di wilayah dekat garis Ekuator seperti Sumatra?
A
Wilayah dekat garis Ekuator seperti Sumatra memiliki karakteristik dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.
Q
Apakah ada potensi kebakaran hutan di daerah yang sudah memasuki musim kemarau?
A
Ya, ada potensi kebakaran hutan di daerah yang sudah memasuki musim kemarau meskipun kondisi tidak terlalu kering.