Upaya Evakuasi Macan Tutul Terluka di Gunung Sanggabuana Terus Dilakukan
Courtesy of CNBCIndonesia

Upaya Evakuasi Macan Tutul Terluka di Gunung Sanggabuana Terus Dilakukan

Melakukan pencarian intensif dan evakuasi macan tutul terluka guna melindungi satwa liar yang dilindungi serta mencegah kematian akibat perburuan liar.

29 Jan 2026, 17.10 WIB
299 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pencarian macan tutul yang terluka merupakan upaya serius untuk melindungi satwa liar.
  • Kolaborasi antara berbagai organisasi dan pihak dalam penyelamatan satwa menunjukkan komitmen pada konservasi.
  • Kendala alam dapat mempengaruhi proses pencarian dan evakuasi satwa liar yang terluka.
Gunung Sanggabuana, Indonesia - Sebuah macan tutul terluka di kaki depannya ditemukan di Gunung Sanggabuana dan diduga menjadi korban penembakan oleh pemburu liar. Satwa langka dan dilindungi ini kini dalam pencarian intensif oleh tim gabungan untuk memastikan keselamatan dan kesehatannya.
Tim evakuasi terdiri dari personel TNI AD, BBKSDA Jawa Barat, dan organisasi konservasi seperti Sanggabuana Conservation Foundation. Pencarian dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2026 dengan menggunakan kamera trap untuk membantu menemukan keberadaan macan tutul tersebut.
Pada hari pertama pencarian, tim belum berhasil bertemu langsung dengan macan tutul, namun ditemukan tanda-tanda keberadaannya seperti jejak kaki dan kaisan di area sekitar. Kamera trap tambahan juga dipasang untuk memaksimalkan pemantauan terhadap pergerakan satwa.
Pencarian hari kedua menghadapi hambatan berupa hujan deras yang turun di siang hari, membuat medan di punggungan gunung menjadi licin dan berisiko. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan aman dan kondusif tanpa menemukan satwa secara langsung.
Pencarian ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk melindungi dan menyelamatkan satwa liar yang dilindungi di kawasan Gunung Sanggabuana. Upaya evakuasi dan perlindungan ini penting untuk menjaga keberlangsungan populasi macan tutul yang terancam oleh perburuan ilegal.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260129152516-37-706434/3-hari-pencarian-macan-tutul-pincang-di-sanggabuana-begini-hasilnya

Analisis Ahli

Ahmad Rivai
"Penanganan cepat terhadap satwa terluka sangat krusial agar tidak menimbulkan penurunan populasi yang drastis pada macan tutul yang sudah terancam."
Dr. Lisa Gunawan
"Pemasangan kamera trap dan penyisiran intensif adalah metode efektif dalam pemantauan dan pelestarian satwa liar di hutan yang sulit diakses."

Analisis Kami

"Penting bahwa upaya evakuasi dilakukan dengan cepat dan profesional agar macan tutul terluka tersebut dapat segera mendapatkan perawatan medis. Kerjasama antara berbagai instansi menunjukkan perlunya sinergi yang lebih besar dalam menjaga satwa langka dari ancaman pemburu liar."

Prediksi Kami

Jika evakuasi dan perawatan macan tutul terluka ini berhasil, diharapkan bisa memperkuat upaya konservasi dan pengawasan terhadap perburuan liar di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada macan tutul di Gunung Sanggabuana?
A
Macan tutul tersebut jalan pincang dan diduga terluka akibat penembakan oleh pemburu liar.
Q
Siapa yang terlibat dalam pencarian macan tutul tersebut?
A
Tim yang terlibat termasuk personel TNI AD, Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dan Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jawa Barat.
Q
Mengapa macan tutul tersebut dicari?
A
Macan tutul dicari untuk dievakuasi dan untuk memastikan kesehatan satwa tersebut.
Q
Apa kendala yang dihadapi tim dalam pencarian?
A
Kendala yang dihadapi adalah cuaca yang tidak mendukung, seperti hujan deras yang membuat medan licin.
Q
Apa langkah lanjutan setelah pencarian?
A
Langkah lanjutan adalah melanjutkan pencarian dan memastikan kondisi kesehatan satwa hingga ditemukan.