
Courtesy of Forbes
Perang Besar di Industri AI dan XR: Dari PHK Amazon hingga Perangkat AI Apple
Menginformasikan pembaca mengenai dinamika terbaru dalam industri teknologi terkait restrukturisasi perusahaan, kegagalan dan persaingan di produk AI dan XR, serta strategi perangkat wearable yang mendatang.
30 Jan 2026, 14.29 WIB
33 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Amazon sedang melakukan perubahan budaya yang signifikan melalui pemangkasan tenaga kerja.
- Snap menghadapi kesulitan dalam persaingan di pasar kacamata AR dan memisahkan bisnisnya untuk fokus kembali.
- Apple dan OpenAI bersiap untuk memasuki pasar perangkat keras AI dengan pendekatan yang lebih konservatif.
Amazon melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran dalam dua tahun terakhir sebagai bagian dari upaya reset budaya dan fokus ulang pada infrastruktur cloud dan layanan AI. Selain itu, perusahaan juga menutup toko Amazon Go dan Fresh karena tidak mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang berbeda dengan model ekonomi yang tepat. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi operasional Amazon yang berfokus pada efisiensi dan teknologi inti.
Snap memutuskan untuk memisahkan bisnis kacamata AR Spectacles ke entitas baru setelah mengalami kegagalan dalam bersaing dengan produk smartglasses dari Google, Meta, dan Apple. Meskipun Spectacles diluncurkan dengan biaya developer cukup tinggi, produk ini menghadapi tantangan besar untuk menarik pasar umum. Snap tampaknya kalah dalam perang teknologi AR yang masih berkembang pesat.
Apple sedang mengembangkan perangkat wearable AI yang disebut AI pin, yang berbentuk kecil seperti AirTag dan berfungsi sebagai pendamping ambient di ekosistem Apple. Perangkat ini masih dalam tahap eksperimen dan direncanakan keluar sekitar tahun 2027. Strategi Apple kali ini terkesan konservatif dan terintegrasi penuh dengan perangkat lain seperti iPhone dan Vision Pro, menunggu momen yang tepat untuk memasuki pasar wearable AI.
OpenAI juga menyiapkan debut perangkat keras AI konsumen setelah mengakuisisi perusahaan desain Jony Ive senilai sebesar Rp 100.20 triliun ($6 miliar) . Produk ini diharapkan akan menciptakan kategori baru perangkat AI yang berfokus pada percakapan dan persepsi, bukan sekadar aplikasi dan layar, menandai era baru dalam penggunaan AI secara terus-menerus.
Sementara itu, dalam ranah virtual reality, pengembang Walkabout Mini Golf melakukan pemotongan staf dan menaikkan harga konten, menunjukkan tekanan finansial di industri VR. Atlas V, studio VR asal Perancis, bergeser dari cerita naratif premium ke model bisnis yang lebih mengandalkan pengalaman free to play dan lokasi berbasis tiket. Hal ini mengindikasikan bahwa VR premium belum menemukan pasar yang cukup besar dan menguntungkan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/charliefink/2026/01/30/amazon-ai-cuts-snap-spins-out-ar-vr-content-studios-retreat/
[1] https://www.forbes.com/sites/charliefink/2026/01/30/amazon-ai-cuts-snap-spins-out-ar-vr-content-studios-retreat/
Analisis Ahli
Charlie Fink
"Industri AI dan XR sedang berada dalam fase transisi yang kritis, di mana model bisnis dan pengalaman pengguna harus selaras agar teknologi ini bisa diterima massal."
Ted Schilowitz
"Ke depan, perangkat wearable AI harus mampu memberikan nilai tambah yang nyata, bukan hanya sekadar gimmick teknologi, untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif."
Analisis Kami
"Restrukturisasi besar-besaran dan kegagalan produk yang dialami perusahaan-perusahaan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi bukan hanya soal meluncurkan produk baru tetapi juga tentang timing dan ekosistem pendukungnya. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat dan mengintegrasikan AI secara efektif ke dalam pengalaman pengguna akan memimpin pasar dalam beberapa tahun mendatang."
Prediksi Kami
Pada tahun 2026, akan muncul siklus baru perangkat berbasis AI yang terintegrasi erat dengan keberadaan AI yang terus menerus, didorong oleh perusahaan besar seperti Apple, OpenAI, dan Google.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi alasan Amazon melakukan PHK besar-besaran?A
Amazon melakukan PHK besar-besaran sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada infrastruktur cloud serta layanan AI.Q
Mengapa Snap memisahkan bisnis kacamata AR-nya?A
Snap memisahkan bisnis kacamata AR-nya untuk mengurangi kerugian dari investasi yang tidak menguntungkan dan untuk fokus pada operasi inti media sosial.Q
Apa yang sedang dikembangkan oleh Apple terkait perangkat AI?A
Apple sedang mengembangkan perangkat AI baru yang dirancang sebagai pendamping ambient, terintegrasi dalam ekosistem produk mereka.Q
Apa strategi Meta dalam menghadapi tantangan di segmen VR?A
Meta menghadapi tantangan di segmen VR dan melakukan penutupan studio untuk menyesuaikan strategi mereka dengan kebutuhan pasar.Q
Mengapa Atlas V beralih dari VR naratif premium?A
Atlas V beralih dari VR naratif premium karena gagal mencapai skala audiens yang cukup dan kini fokus pada pengalaman dengan model pendapatan yang lebih jelas.




