
Courtesy of Forbes
OpenClaw: Agen AI Viral Berbahaya yang Mengancam Keamanan Data Pribadi
Artikel ini bertujuan menginformasikan bagaimana proyek OpenClaw yang inovatif tapi rawan risiko keamanan telah menjadi fenomena viral sekaligus memperingatkan risiko keamanan serius yang muncul akibat penggunaan tanpa kontrol perangkat berhak akses tinggi dalam lingkungan teknologi sehari-hari.
30 Jan 2026, 21.41 WIB
73 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- OpenClaw menunjukkan potensi alat AI untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi melalui antarmuka pesan.
- Keamanan dan privasi adalah tantangan utama terkait dengan penggunaan agen AI seperti OpenClaw.
- Instalasi yang kompleks dapat menyebabkan kesalahan konfigurasi yang berpotensi membahayakan pengguna.
OpenClaw adalah proyek yang bermula dari sebuah ide sederhana untuk mengendalikan komputer lewat pesan di aplikasi populer seperti WhatsApp dan Slack. Diciptakan oleh Peter Steinberger, proyek ini langsung menarik perhatian dengan lebih dari 100.000 bintang di GitHub dan jutaan pengunjung dalam waktu singkat. Meskipun namanya berganti beberapa kali, fungsinya tetap sama, yaitu memudahkan pengguna melakukan berbagai tugas melalui pesan.
Di balik popularitasnya, OpenClaw menghadirkan risiko besar terkait keamanan dan privasi. Para penjahat siber mulai memanfaatkan momen pergantian nama untuk membuat situs palsu dan repositori tiruan yang berbahaya. Mereka juga menggunakan nama tersebut untuk menipu lewat token cryptocurrency palsu dan melakukan peretasan, termasuk mengunci akun GitHub sang pencipta proyek.
Empat panel kontrol OpenClaw ditemukan terbuka di internet tanpa perlindungan cukup, memungkinkan akses ke data pengguna, token API, hingga kemungkinan eksekusi perintah di komputer yang terhubung. Ini menunjukkan betapa rawannya sistem agen AI ini jika tidak dikonfigurasi dengan benar, apalagi jika pengguna memberikan akses tingkat tinggi tanpa pengawasan.
Steinberger sendiri berupaya menghadirkan perbaikan dengan melakukan banyak pembaruan terkait keamanan, menyediakan panduan dan fitur audit otomatis. Namun, proses instalasi yang rumit, memerlukan banyak penyesuaian teknis dan manajemen token, membuatnya sulit digunakan oleh orang tanpa latar belakang teknis yang kuat. Ketidakpahaman ini menjadi celah besar risiko keamanan bagi pengguna awam.
Meskipun masih jauh dari sempurna, OpenClaw mengindikasikan tren masa depan penggunaan AI sebagai pusat kendali tunggal untuk berbagai tugas digital. Di sisi lain, langkah ini memperingatkan bahwa pengguna dan perusahaan harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap risiko keamanan yang muncul dari alat AI populer yang cepat viral dan digunakan tanpa regulasi jelas.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/ronschmelzer/2026/01/30/moltbot-molts-again-and-becomes-openclaw-pushback-and-concerns-grow/
[1] https://www.forbes.com/sites/ronschmelzer/2026/01/30/moltbot-molts-again-and-becomes-openclaw-pushback-and-concerns-grow/
Analisis Ahli
Analisis Kami
"OpenClaw membuka babak baru dalam penggunaan AI sebagai agen yang dapat melakukan tindakan nyata, tapi hype-nya mendahului kesiapan teknis dan keamanan yang matang. Tanpa edukasi mendalam dan pengawasan ketat, pengguna rentan mengalami kerugian besar dari sisi keamanan data dan privasi."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, proyek seperti OpenClaw akan semakin banyak diadopsi terutama oleh pengguna tingkat enterprise dan developer non-resmi, yang berpotensi memperluas risiko keamanan dan merevolusi cara orang berinteraksi dengan AI sebagai asisten digital, tetapi juga mendorong perlunya regulasi dan standar keamanan yang lebih ketat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu OpenClaw dan siapa yang mengembangkannya?A
OpenClaw adalah proyek yang dikembangkan oleh Peter Steinberger yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan mesin mereka melalui pesan di aplikasi seperti WhatsApp dan Slack.Q
Mengapa nama proyek ini berubah dari Clawdbot menjadi Moltbot dan akhirnya menjadi OpenClaw?A
Nama proyek ini berubah dari Clawdbot menjadi Moltbot karena tekanan hukum dari tim legal Anthropic, dan kemudian menjadi OpenClaw.Q
Apa saja risiko keamanan yang terkait dengan penggunaan OpenClaw?A
Risiko keamanan yang terkait dengan OpenClaw termasuk serangan rantai pasokan, kebocoran data, dan potensi akses tidak sah ke sistem pengguna.Q
Mengapa instalasi OpenClaw dianggap rumit?A
Instalasi OpenClaw dianggap rumit karena melibatkan berbagai konfigurasi, pengaturan API, dan masalah izin yang dapat membingungkan pengguna non-teknis.Q
Apa saja langkah-langkah yang diambil oleh Peter Steinberger untuk meningkatkan keamanan OpenClaw?A
Peter Steinberger mengambil langkah-langkah seperti menambahkan komit keamanan, model keamanan yang dapat diperiksa mesin, dan panduan praktik terbaik untuk membantu meningkatkan keamanan OpenClaw.



