
Courtesy of Forbes
Bagaimana AI dan Psikologi Manusia Membentuk Pasar Masa Depan
Memberikan kerangka kerja pengambilan keputusan yang praktis dan terstruktur untuk para pemimpin keuangan agar dapat bertahan dan unggul di pasar yang semakin cepat, tidak pasti, dan dipengaruhi oleh bias psikologis yang diperkuat oleh AI.
31 Jan 2026, 00.09 WIB
236 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kecerdasan buatan mengubah kecepatan pasar, tetapi psikologi manusia tetap menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan.
- Pengambilan keputusan yang terstruktur dapat memberikan keuntungan kompetitif di pasar yang cepat berubah.
- Pentingnya memahami dinamika sosial dan pengaruh informal dalam pengambilan keputusan investasi.
Cambridge, Amerika Serikat - Pasar keuangan sedang menghadapi perubahan luar biasa cepat karena kecerdasan buatan (AI) yang mempercepat pergerakan informasi dan modal. Namun, meskipun teknologi ini mempercepat segalanya, psikologi manusia tetap menjadi pengendali utama pasar. Investasi tetap dipengaruhi oleh bias seperti takut rugi, percaya berlebihan, dan ikutan tren, yang semakin diperkuat oleh kecepatan informasi yang sulit diserap oleh investor.
Program tiga hari dari Harvard Kennedy School yang dipimpin oleh ahli terkemuka di bidang perilaku keuangan menawarkan solusi praktis bagi para pemimpin investasi untuk menghadapi tantangan ini. Materi utama program ini menyoroti bahwa walaupun kita punya data dan teknologi canggih, 'macet' terbesar dalam pasar modern adalah perilaku manusia itu sendiri, terutama saat harus membuat keputusan cepat dan rasional.
Salah satu bahasan menarik adalah kemungkinan munculnya gelembung pasar baru yang tidak hanya disebabkan oleh spekulasi tradisional, tetapi juga oleh optimisme yang berulang dari AI yang semakin meningkatkan keyakinan kolektif. Ini menciptakan pasar tingkat kedua di mana keberhasilan bergantung pada pemahaman psikologi dan perilaku kelompok, bukan hanya soal memprediksi data fundamental.
Fokus utama program adalah pada 'decision hygiene' yaitu proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan disiplin supaya investor bisa tetap rasional dan tidak terjerumus pada bias saat pasar penuh dengan kebisingan dan narasi yang cepat berganti. Pemahaman ini juga membantu dalam merancang portofolio yang memperhatikan daya tahan perilaku investor sehingga mengurangi keputusan berdasar penyesalan.
Diskusi masa depan menunjukkan bahwa alat dan proses perilaku akan diintegrasikan langsung dalam sistem investasi sehingga alpha perilaku dapat diukur dan dimanfaatkan. Namun, hal ini menuntut transparansi, etika, dan persetujuan dari para investor. Pada akhirnya, keberhasilan di pasar modern bukan hanya soal data, melainkan efek sosial dan psikologis yang tak bisa diotomasi oleh AI.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/josipamajic/2026/01/30/ai-bubbles-the-psychology-of-markets-and-what-harvard-is-teaching-leaders-about-investing-in-irrational-times/
[1] https://www.forbes.com/sites/josipamajic/2026/01/30/ai-bubbles-the-psychology-of-markets-and-what-harvard-is-teaching-leaders-about-investing-in-irrational-times/
Analisis Ahli
Richard Zeckhauser
"Pasar masa depan memerlukan pemahaman mendalam tentang psikologi kolektif karena informasi yang beredar sangat cepat dan kompleks, sehingga proses keputusan yang terstruktur menjadi kunci keberhasilan."
Michael Mauboussin
"Kecerdasan buatan mempercepat siklus pasar, tapi investor harus lebih fokus pada kerangka perilaku untuk mengendalikan bias daripada sekadar mengandalkan model matematis."
Annie Duke
"Pengambilan keputusan dalam pasar yang tidak pasti harus melibatkan 'decision hygiene' untuk meminimalkan pengaruh emosional dan kebiasaan kognitif yang menyesatkan."
Analisis Kami
"Singkatnya, pasar keuangan modern bukan hanya soal data dan kecepatan teknologi, melainkan lebih pada bagaimana manusia mengelola emosi dan bias di tengah laju informasi yang tidak lagi bisa mereka kendalikan. Tanpa sistem pengambilan keputusan yang kuat dan kesadaran tentang psikologi investor, peningkatan AI justru bisa memperburuk kerentanan krisis keuangan."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, pengelola aset akan mengintegrasikan overlay perilaku ke dalam sistem investasi mereka, sehingga alpha perilaku menjadi terukur dan lebih berpengaruh dalam strategi investasi, sambil menuntut standar etika dan transparansi yang lebih tinggi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tema utama dari program di Harvard Kennedy School ini?A
Tema utama dari program ini adalah interaksi antara kecerdasan buatan dan psikologi manusia dalam pengambilan keputusan investasi.Q
Mengapa psikologi manusia masih berperan penting dalam pasar yang dipengaruhi AI?A
Psikologi manusia tetap penting karena bias dan perilaku manusia tidak berubah meskipun kecepatan pasar meningkat akibat AI.Q
Apa yang dimaksud dengan 'second-order market'?A
Second-order market adalah pasar di mana keberhasilan tergantung pada pemahaman psikologi kolektif daripada memproyeksikan fundamental.Q
Bagaimana cara investor dapat mengatasi bias dalam pengambilan keputusan?A
Investor dapat mengatasi bias dengan menggunakan proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan alat yang membantu membedakan fakta dari narasi.Q
Apa saja alat yang diajarkan dalam program untuk membantu pengambilan keputusan yang rasional?A
Alat yang diajarkan termasuk proses pengambilan keputusan yang membantu tim investasi tetap rasional di tengah ketidakpastian.


