Hindari Rokok dan Alkohol, 40% Kasus Kanker Bisa Dicegah Dunia
Courtesy of NatureMagazine

Hindari Rokok dan Alkohol, 40% Kasus Kanker Bisa Dicegah Dunia

Menginformasikan bahwa hampir 40% dari kasus kanker baru di dunia sebenarnya bisa dicegah dengan menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi, sehingga pembaca memahami pentingnya perubahan gaya hidup untuk mengurangi beban penyakit kanker di masa depan.

03 Feb 2026, 07.00 WIB
227 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Merokok adalah faktor risiko utama yang dapat dicegah untuk kasus kanker.
  • Sekitar 7,1 juta kasus kanker baru pada tahun 2022 dapat dihubungkan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi.
  • Pencegahan kanker melalui penghindaran faktor risiko seperti merokok dan alkohol dapat mengurangi beban kanker di masa depan.
Lyon, Prancis - Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature Medicine, hampir 40% dari kasus kanker baru di seluruh dunia pada tahun 2022 sebenarnya dapat dicegah. Hal ini disebabkan oleh faktor risiko yang bisa diubah seperti kebiasaan merokok, infeksi, dan konsumsi alkohol. Jumlah total kasus kanker baru mencapai 18,7 juta dengan 7,1 juta di antaranya terkait dengan faktor-faktor yang dapat dikendalikan.
Merokok menjadi penyebab utama paling dominan yang berkontribusi pada kasus kanker yang bisa dicegah, dengan sekitar 15% dari total kasus preventable. Selain itu, infeksi yang meliputi beberapa jenis virus dan bakteri juga menyebabkan 10% kasus kanker, dan konsumsi alkohol menyumbang 3%. Ini menegaskan bahwa perubahan gaya hidup adalah kunci utama pencegahan kanker.
Jenis kanker yang paling sering terkait dengan faktor risiko yang dapat diubah ini adalah kanker paru-paru, lambung, dan serviks. Ketiga jenis kanker ini mencapai hampir setengah dari semua kasus yang bisa dicegah secara global. Penelitian ini menggunakan data dari 36 jenis kanker dan faktor risiko dari 185 negara, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang masalah ini.
Para peneliti menggabungkan data kasus kanker tahun 2022 dengan data paparan terhadap faktor risiko pada 2012 untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat tentang kontribusi masing-masing faktor risiko. Pendekatan ini membantu menunjukkan secara jelas bagaimana penurunan paparan terhadap faktor risiko tertentu dapat mencegah jutaan kasus kanker di masa depan.
Hasil penelitian ini sangat relevan untuk dibagikan kepada masyarakat umum dan pembuat kebijakan agar fokus pada langkah pencegahan seperti pengurangan merokok, pencegahan infeksi, dan pengendalian konsumsi alkohol. Dengan melakukan ini, beban penyakit kanker bisa ditekan secara signifikan sekaligus mengurangi biaya pengobatan dan dampak sosial akibat kanker.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00333-1

Analisis Ahli

Hanna Fink
"Menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menurunkan beban kanker di masa depan."

Analisis Kami

"Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi pencegahan kanker yang lebih fokus pada pengendalian faktor risiko utama seperti merokok dan infeksi. Upaya kesehatan masyarakat harus ditingkatkan secara serius untuk mengedukasi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat agar penurunan kasus kanker benar-benar tercapai."

Prediksi Kami

Jika pola konsumsi rokok, alkohol, dan pengendalian infeksi tidak diperbaiki, jumlah kasus kanker akan terus meningkat secara signifikan di masa mendatang, sehingga semakin banyak penderita yang harus menanggung beban kesehatan dan ekonomi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi penyebab utama kasus kanker yang dapat dicegah di seluruh dunia?
A
Penyebab utama kasus kanker yang dapat dicegah di seluruh dunia adalah merokok.
Q
Berapa persen dari kasus kanker baru yang dapat dihubungkan dengan faktor risiko yang dapat diubah?
A
Sekitar 38% dari kasus kanker baru dapat dihubungkan dengan faktor risiko yang dapat diubah.
Q
Apa saja faktor risiko yang dianggap dapat dimodifikasi menurut studi ini?
A
Faktor risiko yang dianggap dapat dimodifikasi termasuk merokok, konsumsi alkohol, dan infeksi.
Q
Siapa penulis studi yang membahas tentang faktor risiko kanker ini?
A
Penulis studi ini adalah Hanna Fink, seorang epidemiolog kanker di WHO.
Q
Di mana studi ini dipublikasikan?
A
Studi ini dipublikasikan di jurnal Nature Medicine.