AI dan Pengangguran Fresher Picu Turunnya Pendaftaran Universitas di AS
Courtesy of CNBCIndonesia

AI dan Pengangguran Fresher Picu Turunnya Pendaftaran Universitas di AS

Mengungkap dampak AI terhadap penurunan pendaftaran universitas dan tantangan yang dihadapi lulusan dalam mendapatkan pekerjaan serta pentingnya integrasi pengalaman kerja pada pendidikan tinggi.

05 Feb 2026, 08.10 WIB
232 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penurunan pendaftaran universitas terkait dengan ketakutan terhadap pengangguran di kalangan lulusan.
  • AI mempengaruhi keputusan perekrutan dan pelatihan di perusahaan-perusahaan besar.
  • Institusi pendidikan perlu mengadaptasi dan menyediakan pengalaman kerja yang relevan untuk mahasiswa.
Jakarta, Amerika Serikat - Universitas di Amerika Serikat mengalami penurunan pendaftaran sebanyak 15% dari tahun 2010 hingga 2022. Hal ini terjadi karena banyak calon mahasiswa merasa khawatir setelah lulus mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Tingkat pengangguran bagi lulusan perguruan tinggi baru ternyata cukup tinggi, mencapai 5,8%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pengangguran dari seluruh tenaga kerja, yang berada di angka 2,9%.
Salah satu penyebabnya adalah banyak perusahaan besar yang tidak lagi menyediakan program magang. Padahal, program magang sangat penting untuk memberi pengalaman kerja yang mendukung lulusan mendapat pekerjaan.
AI berperan dalam perubahan ini karena membuat perusahaan harus memikirkan ulang biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melatih tenaga kerja baru dengan risiko yang tinggi. Biasanya, pelatihan membutuhkan waktu hingga 18 bulan agar investasi tersebut kembali.
Para ahli menyatakan universitas harus beradaptasi dengan cara mengintegrasikan pengalaman kerja berbayar dan relevan untuk mahasiswa agar mereka lebih siap saat menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205071212-37-708315/sarjana-susah-dapat-kerja-gen-z-ramai-ramai-pilih-tidak-kuliah

Analisis Ahli

Simon Kho
"AI mengubah cara perusahaan menghitung nilai investasi dalam pelatihan talenta baru karena waktu dan biaya yang diperlukan cukup besar."
Ryan Craig
"Perguruan tinggi harus integrasikan pengalaman kerja berbayar dan relevan sebelum lulus agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja."

Analisis Kami

"Penurunan minat mahasiswa untuk mendaftar ke universitas menunjukkan bahwa model pendidikan tinggi tradisional harus segera beradaptasi dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis. Jika perguruan tinggi gagal menyediakan pengalaman praktis yang relevan dan memadai, maka akan terjadi semakin banyak lulusan yang menganggur dan menurunkan nilai investasi pendidikan itu sendiri."

Prediksi Kami

Di masa depan, universitas dan perusahaan akan lebih banyak berkolaborasi untuk menyediakan program magang berbayar dan pengalaman kerja praktis agar mahasiswa lebih siap menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif dan dipengaruhi teknologi AI.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan penurunan pendaftaran universitas di AS?
A
Penurunan pendaftaran universitas di AS disebabkan oleh ketakutan lulusan tidak mendapatkan pekerjaan dan penurunan persepsi pengembalian investasi pendidikan.
Q
Berapa tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi di AS saat ini?
A
Tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi di AS mencapai 5,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata semua pekerjaan.
Q
Apa peran AI dalam perekrutan dan pelatihan talenta?
A
AI berperan dalam mengubah perhitungan keuangan terkait perekrutan dan pelatihan, membuat perusahaan lebih ragu untuk melatih talenta baru.
Q
Mengapa program magang menjadi masalah bagi mahasiswa baru?
A
Program magang menjadi masalah karena banyak perusahaan besar yang tidak lagi melaksanakan program tersebut, sehingga mahasiswa kesulitan mendapatkan pengalaman kerja.
Q
Apa yang harus dilakukan kampus untuk meningkatkan eksistensi mereka?
A
Kampus harus mencari cara untuk mengintegrasikan pengalaman kerja yang relevan dan berbayar bagi mahasiswa sebelum mereka lulus.