
Courtesy of CNBCIndonesia
Pemerintah AS dan Google Ajukan Banding dalam Kasus Antimonopoli Besar
Memberikan informasi tentang perkembangan terbaru dalam kasus antimonopoli terhadap Google, termasuk aksi banding yang dilakukan pemerintah AS dan Google, serta implikasi keputusan hakim terhadap persaingan di pasar teknologi.
05 Feb 2026, 16.45 WIB
20 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kasus antimonopoli terhadap Google menunjukkan ketegangan antara perusahaan teknologi besar dan otoritas hukum.
- Putusan hakim memberikan keuntungan bagi Google dengan menolak sanksi yang lebih keras.
- Munculnya pesaing baru seperti OpenAI menunjukkan dinamika kompetisi di pasar teknologi yang cepat berubah.
Jakarta, Amerika Serikat - Pemerintah Amerika Serikat bersama sebagian besar negara bagian mengajukan banding atas putusan hakim federal yang menyatakan Google memonopoli pasar pencarian online, namun tidak memberlakukan sanksi paling berat terhadap perusahaan tersebut. Langkah ini diambil untuk menantang keputusan yang dinilai belum cukup tegas.
Hakim Distrik Amit Mehta menolak memaksa Google menjual peramban Chrome atau sistem operasi Android, serta melarang perusahaan membayar Apple untuk menjadi mesin pencari default pada perangkat baru. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kasus persaingan bisnis teknologi yang berkembang cepat.
Google sendiri mengajukan banding atas putusan tersebut dan meminta agar kewajiban berbagi data dengan pesaing ditunda selama proses banding yang diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan agar bisnisnya tetap berjalan lancar selama proses hukum.
Hakim juga mencatat kemunculan pesaing baru berupa perusahaan kecerdasan buatan generatif seperti OpenAI, yang mulai menjadi ancaman baru bagi dominasi Google di pasar pencarian online dan iklan terkait. Ini memberikan nuansa baru dalam kasus persaingan tersebut.
Putusan ini menandai kemenangan penting bagi Google sekaligus kemunduran bagi otoritas antimonopoli AS yang menghadapi tantangan dalam mengintervensi pasar teknologi yang sangat cepat berubah, sehingga memperlihatkan kompleksitas regulasi teknologi masa kini.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205142553-37-708490/kasus-lama-google-mencuat-lagi-terancam-harus-lepas-chrome-android
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205142553-37-708490/kasus-lama-google-mencuat-lagi-terancam-harus-lepas-chrome-android
Analisis Ahli
Margrethe Vestager
"Kasus ini sangat penting untuk menetapkan standar regulasi teknologi di era digital dan memastikan persaingan yang sehat, tapi pendekatan harus seimbang agar tidak menghambat inovasi."
Tim Wu
"Putusan ini mencerminkan kesulitan hukum dalam menegakkan regulasi antimonopoli tradisional terhadap raksasa teknologi yang hadir dengan model bisnis baru dan inovasi terus-menerus."
Analisis Kami
"Kasus ini menggambarkan tantangan besar regulasi terhadap perusahaan teknologi yang sangat berpengaruh dan dinamis seperti Google, yang selalu berada di garis depan inovasi tetapi juga dianggap menghambat persaingan. Keputusan hakim yang lebih lunak mungkin mencerminkan kebutuhan akan pendekatan regulasi yang lebih adaptif dan berhati-hati dalam menghadapi evolusi teknologi yang cepat."
Prediksi Kami
Proses banding yang berlangsung berbulan-bulan kemungkinan akan menghasilkan keputusan yang dapat memperjelas batasan hukum terhadap dominasi perusahaan teknologi raksasa seperti Google, dan dapat membawa perubahan strategi bisnis baik untuk Google maupun pesaingnya.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dalam kasus antimonopoli terhadap Google?A
Kasus antimonopoli terhadap Google menyatakan bahwa perusahaan tersebut memonopoli pasar pencarian online.Q
Siapa yang mengajukan banding atas putusan hakim?A
Pemerintah AS bersama mayoritas negara bagian mengajukan banding.Q
Apa keputusan hakim terkait sanksi terhadap Google?A
Hakim menolak sanksi lebih keras, seperti memaksa Google menjual Chrome atau menghentikan kesepakatan dengan Apple.Q
Mengapa Google juga mengajukan banding?A
Google mengajukan banding karena menolak keputusan bahwa mereka melanggar hukum dengan menahan persaingan.Q
Siapa yang dianggap sebagai pesaing baru Google dalam pasar pencarian?A
OpenAI dianggap sebagai pesaing baru Google dalam pasar pencarian dengan teknologi kecerdasan buatan generatif.




