Elon Musk dan China Dorong Pusat Data Bertenaga Surya di Luar Angkasa
Courtesy of SCMP

Elon Musk dan China Dorong Pusat Data Bertenaga Surya di Luar Angkasa

Menjelaskan kemajuan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pusat data berbasis luar angkasa yang menggunakan energi surya, sekaligus mengangkat peran penting industri surya China dalam hal ini dan dampaknya terhadap pasar saham serta teknologi masa depan kecerdasan buatan.

06 Feb 2026, 07.52 WIB
83 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Elon Musk berencana mengembangkan pusat data luar angkasa yang menggunakan energi solar.
  • Pembicaraan dengan perusahaan solar Tiongkok menunjukkan potensi dan daya saing industri solar di negara tersebut.
  • Investor disarankan untuk berhati-hati karena teknologi fotovoltaik luar angkasa masih dalam tahap awal dan penuh risiko.
Shanghai, China - Elon Musk dan SpaceX sedang mengeksplorasi kemungkinan membangun pusat data di luar angkasa yang menggunakan energi surya yang konstan untuk menjalankan sistem kecerdasan buatan. Hal ini menarik perhatian para pemasok energi surya di China yang memiliki teknologi maju di bidang ini.
Beberapa perusahaan terkemuka China seperti Zhonghuan, GCL Technology, dan Jinko Solar telah melakukan diskusi dengan SpaceX. Diskusi ini membuat saham perusahaan-perusahaan tersebut naik secara signifikan, walaupun belum ada pesanan resmi yang dikonfirmasi.
Meskipun menarik, para ahli dan pelaku industri mengingatkan bahwa teknologi pusat data surya ruang angkasa ini masih sangat awal dan memerlukan waktu serta banyak penelitian sebelum bisa dipakai secara luas dan menguntungkan secara komersial.
Jinko Solar memperingatkan investor atas risiko besar karena belum ada solusi yang jelas dan komersial dari teknologi fotovoltaik ruang angkasa ini. Saham mereka sempat turun setelah mengalami lonjakan pasar sebelumnya.
Elon Musk percaya cara ini adalah satu-satunya untuk mendukung kebutuhan energi dan pendinginan pusat data AI secara besar-besaran yang tidak bisa dipenuhi oleh infrastruktur tradisional di darat. Ini menjadikan proyek ini sebagai topik penting dan penuh harapan dalam teknologi energi dan AI.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/article/3342557/space-computing-push-elon-musks-spacex-shines-beam-chinas-solar-supply-chain?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Elon Musk
"Teknologi pusat data berbasis ruang angkasa adalah cara satu-satunya untuk mendukung skala besar AI dengan kebutuhan energi yang sangat tinggi."
Ahli Energi Surya China
"Sektor kami sangat kompetitif dan siap mendukung inisiatif ini, tetapi teknologi ruang angkasa masih harus melewati banyak uji coba sebelum dapat diterapkan."

Analisis Kami

"Pendekatan Elon Musk mengintegrasikan energi surya luar angkasa dengan pusat data AI merupakan ide yang revolusioner tapi masih sangat spekulatif dan penuh tantangan teknis. Pasar harus berhati-hati agar tidak terjebak hype berlebihan, karena banyak teknologi ini masih jauh dari realisasi komersial yang stabil."

Prediksi Kami

Kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan, pengembangan teknologi pusat data berbasis luar angkasa akan terus berjalan, namun membutuhkan inovasi besar dan investasi lebih lanjut sebelum bisa diterapkan secara komersial dan berdampak luas di sektor AI dan energi terbarukan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang sedang dikejar oleh Elon Musk terkait pusat data luar angkasa?
A
Elon Musk sedang mengejar pengembangan pusat data luar angkasa yang didukung oleh energi solar.
Q
Mengapa pembicaraan ini menarik perhatian terhadap industri solar Tiongkok?
A
Pembicaraan ini menarik perhatian karena menunjukkan daya saing sektor solar Tiongkok dan menumbuhkan minat publik terhadap fotovoltaik luar angkasa.
Q
Apa yang dikatakan Jinko Solar tentang teknologi fotovoltaik luar angkasa?
A
Jinko Solar menyatakan bahwa teknologi fotovoltaik luar angkasa masih dalam tahap eksplorasi awal, tanpa solusi atau proyek komersial yang jelas.
Q
Siapa saja perusahaan yang terlibat dalam pembicaraan dengan SpaceX?
A
Perusahaan yang terlibat termasuk TCL, GCL Technology, Jinko Solar, dan Longi Green Energy.
Q
Apa risiko yang dihadapi investor terkait proyek ini?
A
Risiko yang dihadapi investor termasuk ketidakpastian teknologi dan potensi hype yang berlebihan di pasar modal.