Peneliti Temukan Pemicu Molekuler Gangguan Pembekuan Darah Langka Setelah Vaksin COVID-19
Courtesy of NatureMagazine

Peneliti Temukan Pemicu Molekuler Gangguan Pembekuan Darah Langka Setelah Vaksin COVID-19

Mengungkap pemicu molekuler dari gangguan pembekuan darah VITT yang terkait dengan vaksin adenovirus, sehingga bisa memahami risiko dan mengarahkan kebijakan vaksinasi agar lebih aman bagi masyarakat.

12 Feb 2026, 07.00 WIB
31 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • VITT adalah kelainan langka yang dapat terjadi setelah vaksinasi COVID-19 dengan vaksin tertentu.
  • Penelitian terbaru menunjukkan hubungan antara varian genetik dan pemicu molekuler untuk VITT.
  • Vaksin COVID-19 umumnya aman, tetapi pemantauan terus-menerus diperlukan untuk mengidentifikasi efek samping langka.
United Kingdom, Britania Raya - Beberapa vaksin COVID-19 yang menggunakan adenovirus sebagai pembawa gen virus SARS-CoV-2 dikaitkan dengan kasus langka gangguan pembekuan darah bernama VITT. Kasus ini mendorong perubahan rekomendasi vaksin di beberapa negara, terutama untuk kelompok usia muda yang berisiko lebih tinggi.
Peneliti menemukan bahwa antibodi dalam tubuh orang yang mengalami VITT menyerang protein pembekuan darah bernama platelet factor 4 (PF4). Ini menimbulkan mekanisme autoimun yang menyebabkan pembekuan darah abnormal dan penurunan jumlah trombosit.
Dalam studi terbaru, ditemukan sebuah mutasi pada antibodi yang menyebabkan perubahan kimia kecil pada asam amino penyusunnya, sehingga antibodi tersebut malah mengenali PF4 bukan protein pVII dari adenovirus seperti seharusnya.
Mutasi ini menyebabkan ledakan produksi antibodi yang menyerang PF4 setelah vaksinasi, memicu pembekuan berbahaya. Studi menggunakan model tikus juga menunjukkan bahwa tanpa mutasi ini, risiko pembekuan jauh berkurang.
Penemuan ini penting karena bukan kesalahan desain vaksin, melainkan interaksi unik sistem imun pada sebagian individu. Informasi ini dapat membantu memperbaiki vaksin atau mengidentifikasi orang yang berisiko tinggi sebelum imunisasi.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00457-4

Analisis Ahli

Tom Gordon
"Kami akhirnya bisa mengidentifikasi pemicu asli gangguan autoimun yang menyebabkan VITT, membuka jalan bagi solusi perlindungan yang lebih baik bagi penerima vaksin adenovirus."

Analisis Kami

"Penemuan ini adalah terobosan penting dalam memahami efek samping langka vaksin adenovirus, yang selama ini menjadi misteri besar. Dengan mengetahui mutasi spesifik antibodi yang menyebabkan VITT, pengujian genetik dapat diintegrasikan ke dalam strategi vaksinasi untuk mengurangi risiko komplikasi serius."

Prediksi Kami

Penemuan ini dapat membantu pengembangan vaksin adenovirus yang lebih aman dan memperbaiki surveilans pasien yang berpotensi berisiko mengalami VITT.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu VITT?
A
VITT adalah singkatan dari vaccine-induced immune thrombocytopenia and thrombosis, yaitu kelainan langka yang dapat terjadi setelah vaksinasi COVID-19.
Q
Mengapa vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson terkait dengan VITT?
A
Vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson menggunakan virus adenovirus yang dapat memicu respons imun yang tidak biasa pada sebagian orang, yang menyebabkan VITT.
Q
Apa yang ditemukan oleh para peneliti mengenai pemicu molekuler VITT?
A
Para peneliti menemukan bahwa varian genetik tertentu dapat memicu produksi antibodi yang menyerang protein faktor pembekuan darah PF4.
Q
Siapa Tom Gordon dan apa perannya dalam penelitian ini?
A
Tom Gordon adalah seorang imunopatologis yang membantu menjelaskan mekanisme pemicu VITT dalam penelitian ini.
Q
Bagaimana perubahan kecil dalam antibodi dapat memicu VITT?
A
Perubahan kecil dalam struktur antibodi, dari lysine menjadi glutamic acid, memungkinkan antibodi tersebut untuk mengikat PF4 dan memicu trombosis.