Fokus
Teknologi

Kemajuan AI Open-Source Moonshot Cina Tantang Raksasa Global

Share

Kumpulan berita menyoroti terobosan dari China melalui rilis model AI open-source oleh Moonshot dan Alibaba. Langkah ini bertujuan untuk mendorong persaingan dengan pemain global seperti OpenAI dan Google, sekaligus mendemonstrasikan ambisi negara tersebut dalam inovasi teknologi.

28 Jan 2026, 20.00 WIB

Model AI Kimi K2.5 Tunjukkan Kontrol AS Sulit Hambat Perkembangan AI China

Model AI Kimi K2.5 Tunjukkan Kontrol AS Sulit Hambat Perkembangan AI China
Moonshot AI, sebuah startup berbasis di Beijing yang didirikan pada Maret 2023, merilis model AI terbarunya, Kimi K2.5, yang dilaporkan telah sangat mendekati performa model AI unggulan dari perusahaan-perusahaan besar di AS seperti OpenAI dan Google DeepMind. Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan AI oleh perusahaan-perusahaan China baru yang sebelumnya dianggap tertinggal. Model Kimi K2.5 memiliki ukuran 595 gigabyte dan bersifat open-source, memungkinkan para pengembang di seluruh dunia mengunduh dan memodifikasi model tersebut tanpa biaya berlangganan. Pendekatan ini sangat berbeda dengan kebanyakan perusahaan AI di AS yang mempertahankan model AI mereka secara tertutup atau closed-source. Keberhasilan Moonshot AI ini menimbulkan keraguan terkait efektivitas kebijakan kontrol ekspor AS yang bertujuan membatasi akses China terhadap chip semikonduktor canggih untuk pengembangan AI. Kyle Chan dari Brookings Institution menyatakan bahwa kemajuan ini menunjukkan bahwa akses modal menjadi faktor kunci yang justru memungkinkan startup China terus mengikuti jejak para pesaingnya di AS. Moonshot AI sendiri telah menarik investasi besar dengan perolehan pendanaan Seri C sebesar 500 juta dolar AS pada Desember lalu, sehingga kini perusahaan ini bernilai sekitar 4,3 miliar dolar AS. Investor terkenal termasuk IDG Capital, Tencent Holdings, dan Alibaba Group Holding, menunjukkan kepercayaan besar dari pasar modal terhadap potensi perusahaan ini. Secara keseluruhan, kemunculan Kimi K2.5 tidak hanya menandakan pertumbuhan pesat AI di China, tetapi juga menggambarkan perubahan dinamika persaingan global di bidang teknologi AI. Hal ini menuntut evaluasi ulang kebijakan AS dan strategi industri untuk menghadapi perkembangan yang semakin terbuka dan terdesentralisasi.
27 Jan 2026, 21.11 WIB

Moonshot AI Rilis Model Kimi K2.5 Multimodal, Unggul di Coding dan Video

Moonshot AI Rilis Model Kimi K2.5 Multimodal, Unggul di Coding dan Video
Moonshot AI, perusahaan teknologi AI asal China yang didukung oleh Alibaba dan HongShan, baru-baru ini meluncurkan model AI open-source terbaru bernama Kimi K2.5. Model ini mampu memahami berbagai jenis input seperti teks, gambar, dan video. Hal ini dimungkinkan karena Kimi K2.5 dilatih menggunakan dataset besar yang berisi 15 triliun token gabungan dari teks dan visual, sehingga membuatnya menjadi model multimodal yang sangat canggih. Selain kemampuan multimodal, Kimi K2.5 juga unggul dalam menyelesaikan tugas-tugas coding. Dalam beberapa uji benchmark, model ini bahkan mampu mengungguli pesaing terkenal seperti Gemini 3 Pro dan GPT 5.2, terutama dalam tes coding multibahasa dan pemahaman kode yang diverifikasi. Keunggulan ini membuka peluang besar bagi pengembang perangkat lunak yang membutuhkan alat coding yang lebih pintar dan cepat. Untuk mempermudah penggunaan kemampuan codingnya, Moonshot AI meluncurkan sebuah alat open-source bernama Kimi Code. Alat ini dapat diakses melalui terminal dan dapat diintegrasikan dengan perangkat lunak pengembangan populer seperti VSCode, Cursor, dan Zed. Yang unik, pengguna bisa memberikan input berupa gambar atau video untuk menghasilkan antarmuka yang serupa dengan media tersebut, sebuah fitur yang jarang ditemukan di alat coding lain saat ini. Moonshot AI sendiri merupakan startup yang didirikan oleh Yang Zhilin, mantan peneliti AI di Google dan Meta. Perusahaan ini telah berhasil menarik dana sebesar 1 miliar dolar dalam pendanaan Seri B dengan valuasi awal 2,5 miliar dolar, dan baru-baru ini mendapatkan tambahan 500 juta dolar dengan valuasi 4,3 miliar dolar. Kini, mereka sedang bersiap menggalang dana baru dengan target valuasi mencapai 5 miliar dolar. Keberhasilan Moonshot AI menunjukkan bahwa pasar alat coding berbasis AI semakin diminati dan menjadi sumber pendapatan penting bagi perusahaan teknologi. Persaingan dengan perusahaan lain seperti Anthropic dan Deepseek di China juga semakin ketat, menandai babak baru inovasi AI multimodal yang akan berdampak besar pada industri teknologi global di masa depan.
27 Jan 2026, 21.11 WIB

Kimi K2.5, Model AI Terbuka Dari China dengan Kekuatan Memproses Teks, Gambar, dan Video

Kimi K2.5, Model AI Terbuka Dari China dengan Kekuatan Memproses Teks, Gambar, dan Video
Moonshot AI, perusahaan teknologi dari China yang didukung oleh Alibaba dan HongShan, baru saja merilis model AI terbuka terbaru bernama Kimi K2.5. Model ini memiliki kemampuan unik untuk memahami tiga jenis data secara bersamaan, yaitu teks, gambar, dan video. Ini membuat Kimi K2.5 menjadi salah satu model yang benar-benar multimodal sejak awal. Model Kimi K2.5 dilatih dengan menggunakan 15 triliun token yang merupakan campuran dari data visual dan teks. Besarnya data ini memungkinkan model tersebut untuk memiliki kemampuan yang sangat baik dalam berbagai tugas, seperti memahami bahasa, mengenali gambar, dan menganalisis konten video secara kompleks. Salah satu keunggulan utama Kimi K2.5 adalah kemampuannya dalam tugas pengkodean komputer. Berdasarkan benchmark pengkodean seperti SWE-Bench Verified dan Multilingual, model ini bahkan mampu mengalahkan model terkenal seperti GPT 5.2 dan Gemini 3 Pro dalam beberapa tes. Hal ini menunjukkan kemampuan Kimi K2.5 dalam membantu programmer membuat kode yang kompleks. Moonshot AI juga meluncurkan alat baru bernama Kimi Code yang memungkinkan pengembang untuk menggunakan kemampuan pengkodean model ini secara langsung melalui terminal atau integrasi dengan perangkat lunak populer seperti VSCode. Keunikan alat ini adalah pengguna bisa memberikan input berupa gambar atau video untuk membantu membuat antarmuka yang serupa dengan yang ada di media tersebut. Perusahaan ini mendapatkan dana yang sangat besar dari investor, dengan valuasi yang terus naik hingga mencapai sekitar 4,3 miliar dolar dan sedang merencanakan pendanaan baru dengan target valuasi 5 miliar dolar. Hal ini menunjukkan optimisme besar terhadap potensi AI multimodal yang dikembangkan oleh Moonshot AI.
27 Jan 2026, 19.28 WIB

Alibaba Cloud Meluncurkan AI Qwen-3 di Orbit, Indonesia Bersaing di Teknologi Luar Angkasa

Alibaba Cloud Meluncurkan AI Qwen-3 di Orbit, Indonesia Bersaing di Teknologi Luar Angkasa
Alibaba Cloud berhasil mengoperasikan model AI bernama Qwen-3 langsung di luar angkasa dalam waktu kurang dari dua menit. Ini menandai terobosan penting karena Qwen-3 adalah salah satu model kecerdasan buatan pertama yang dapat diunggah dan dijalankan di orbit, membuka jalan bagi pengembangan komputasi AI di ruang angkasa. Proses peluncuran dan pelaksanaan model tersebut dilakukan oleh perusahaan rintisan China, Adaspace Technology, yang menggunakan pusat komputasi di orbit mereka untuk menyelesaikan beberapa tugas inferensi AI pada bulan November. Informasi ini disampaikan oleh Wakil Presiden Eksekutif perusahaan, Wang Yabo, dalam sebuah konferensi. Kegiatan ini mengikuti langkah Amerika Serikat yang sebelumnya berhasil menjalankan AI model NanoGPT dalam sebuah satelit yang dilengkapi dengan GPU Nvidia H100. Hal ini menunjukkan persaingan global yang semakin ketat dalam teknologi komputasi berbasis ruang angkasa. Qwen-3 menjadi bagian dari proyek Star-Compute oleh Adaspace yang berencana membangun jaringan besar dengan 2.800 satelit untuk mendukung AI fisik dan pelatihan model AI secara luas. Ini merupakan tanda bahwa China berniat menjadi pemimpin dunia dalam teknologi komputasi luar angkasa. Keberhasilan ini tidak hanya mempercepat kemampuan pemrosesan data di luar angkasa, tetapi juga menunjukkan inovasi strategis yang akan mengubah cara pengembangan dan penerapan AI di masa depan, khususnya dalam aplikasi yang memerlukan pengolahan data real-time dari luar angkasa.
27 Jan 2026, 16.30 WIB

Alibaba dan Moonshot Perkenalkan Model AI Terbaru, Dekati Keunggulan Global

Alibaba dan Moonshot Perkenalkan Model AI Terbaru, Dekati Keunggulan Global
Alibaba Group Holding dan Moonshot AI baru-baru ini meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka yang menunjukkan kemajuan besar dalam pengembangan teknologi AI di China. Peluncuran ini merupakan langkah penting dalam persaingan global dengan perusahaan besar seperti OpenAI dan Google DeepMind dari Amerika Serikat. Alibaba Cloud meluncurkan model AI terbesar mereka yang diberi nama Qwen3-Max-Thinking, yang disebut memiliki lebih dari 1 triliun parameter yang sangat besar. Model ini diklaim memiliki kemampuan agentic dan penggunaan alat yang lebih kuat dibandingkan model sebelumnya, bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna secara nyata. Model Qwen3-Max-Thinking sudah tersedia di platform cloud Alibaba dan juga chatbot mereka. Alibaba berencana meluncurkan model ini di aplikasi konsumen terbaru mereka yang bernama Qwen dalam waktu dekat, sehingga lebih banyak pengguna dapat merasakan kecanggihan AI ini. Selain Alibaba, Moonshot AI juga memperkenalkan model terbaru mereka yang dinamakan Kimi K2.5, yang dikatakan sebagai model open-source terkuat di dunia saat ini. Ini menandai keberhasilan signifikan bagi kedua perusahaan tersebut di bidang AI dan memperlihatkan kemajuan teknologi AI di China. Peluncuran model-model ini menandai usaha serius China untuk mengejar ketertinggalan dari AS dalam pengembangan model foundational AI, yang memberikan gambaran tentang masa depan di mana persaingan teknologi AI global semakin ketat dan inovasi terus berlanjut.