Fokus
Teknologi

Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

Share

Cerita ini menyoroti perlunya peningkatan keamanan siber pada sistem infrastruktur penting, seperti jaringan listrik dan platform perangkat lunak, guna mencegah serangan dan memastikan perlindungan data serta kepercayaan publik.

30 Jan 2026, 23.50 WIB

Serangan Siber Rusia Membobol Pembangkit Energi Polandia Lewat Celah Keamanan Dasar

Serangan Siber Rusia Membobol Pembangkit Energi Polandia Lewat Celah Keamanan Dasar
Pada akhir tahun lalu, hacker yang diduga dari pemerintah Rusia berhasil meretas beberapa fasilitas energi penting di Polandia, seperti pembangkit listrik tenaga angin dan surya serta pembangkit panas. Serangan ini terjadi karena sistem keamanan yang digunakan masih sangat lemah, memakai username dan password standar serta tanpa perlindungan autentikasi multi-faktor. Para hacker mencoba menyebarkan malware yang mampu menghapus data dan merusak sistem pengendalian pembangkit energi tersebut. Tujuan utama serangan diduga untuk menghancurkan sistem agar bisa mematikan listrik, walaupun belum dipastikan apakah benar berhasil atau tidak. Serangan tersebut berhasil dicegah di pembangkit panas, namun sayangnya sistem kontrol di pembangkit angin dan surya menjadi tidak bisa berfungsi akibat malware yang berhasil masuk. Untungnya, tidak ada gangguan yang cukup besar untuk mengancam kestabilan pasokan listrik nasional Polandia saat itu. Laporan dari Polandia berbeda dengan laporan perusahaan keamanan siber lain yang menuding grup hacker Sandworm sebagai pelaku serangan. Polandia justru menuduh grup hacker bernama Berserk Bear yang biasanya lebih dikenal dengan aktivitas pengintaian siber, bukan serangan destruktif. Serangan ini menimbulkan perhatian besar bahwa keamanan infrastruktur energi harus ditingkatkan secara drastis, mengingat potensi kerusakan dan gangguan yang bisa terjadi bila sistem dibiarkan memiliki celah keamanan yang sangat mendasar.
30 Jan 2026, 03.31 WIB

Marquis Sebut Breach Dilatarbelakangi Pelanggaran Data Firewall SonicWall

Marquis Sebut Breach Dilatarbelakangi Pelanggaran Data Firewall SonicWall
Perusahaan fintech Marquis mengalami serangan ransomware pada Agustus 2025 yang membuat data pribadi dan keuangan pelanggan mereka dicuri. Perusahaan kemudian mengaitkan serangan itu dengan pelanggaran data yang terjadi sebelumnya pada penyedia firewall mereka, SonicWall. SonicWall mengonfirmasi bahwa mereka mengalami kebocoran data pada sistem cloud backup-nya yang memengaruhi semua pelanggan yang menggunakan layanan tersebut, termasuk Marquis. Hal ini memungkinkan hacker mendapatkan informasi penting terkait konfigurasi firewall dan kredensial yang digunakan Marquis. Marquis menyatakan telah menyimpan backup konfigurasi firewall mereka di cloud SonicWall, yang menjadi salah satu titik masuk bagi hacker. Setelah melakukan investigasi oleh pihak ketiga, Marquis yakin bahwa masalah bukan karena patch keamanan yang belum diimplementasikan. Marquis memutuskan untuk mengevaluasi langkah hukum dan kemungkinan menuntut kompensasi dari SonicWall atas kerugian yang timbul akibat insiden ini. Sementara itu, SonicWall meminta bukti lebih lanjut untuk mendukung klaim Marquis dan menyatakan belum ada bukti hubungan langsung antara peretasan mereka dan serangan ransomware di Marquis. Insiden ini memengaruhi ratusan ribu pelanggan Marquis dan diperkirakan jumlah korban terus bertambah. Perusahaan fintech ini memiliki akses besar ke data pelanggan perbankan dan insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keamanan data dalam sektor keuangan digital.