
Alibaba mengumumkan kampanye AI senilai 3 miliar yuan atau sekitar Rp 7.21 triliun (US$432 juta) untuk meningkatkan adopsi teknologi AI oleh masyarakat luas di China. Kampanye ini akan diluncurkan bertepatan dengan Festival Musim Semi, momen penting dalam pasar konsumen di China.
Pusat kampanye ini adalah aplikasi AI bernama Qwen yang dikembangkan Alibaba, yang tidak hanya berfungsi sebagai chatbot biasa melainkan sebagai agen pribadi yang dapat melakukan berbagai tindakan secara langsung untuk penggunanya. Ini merupakan inovasi yang mengintegrasikan AI dengan ekosistem layanan Alibaba.
Kampanye ini menyasar berbagai platform Alibaba yang populer seperti Taobao (belanja daring), Shangou (layanan ritel dan antar makanan), Fliggy (travel online), Damai (penjualan tiket), Amap (pemetaan digital), dan Freshippo (rantai toko grosir). Insentif berupa undian, pesanan gratis, dan amplop merah senilai uang tunai disiapkan untuk menarik pengguna.
Sebelumnya, rival-rival seperti Tencent dan Baidu juga meluncurkan kampanye besar untuk mempromosikan aplikasi AI mereka masing-masing dengan dana yang jauh lebih besar, yaitu 10 miliar yuan dan 5 miliar yuan. ByteDance, pemilik TikTok, lebih awal mendekati pasar dengan mengamankan kemitraan eksklusif dengan gelaran TV nasional Festival Musim Semi.
Persaingan ini menunjukkan betapa krusialnya posisi AI dalam inovasi teknologi dan pemasaran di China, khususnya di momen yang sangat strategis seperti Festival Musim Semi, di mana setiap perusahaan berusaha mengukuhkan posisi dominannya dalam pasar teknologi konsumen.