
Harga saham beberapa perusahaan game besar seperti Take-Two Interactive, Roblox, dan Unity mengalami penurunan tajam setelah Google meluncurkan Project Genie, alat AI yang mampu membuat pengalaman interaktif dari perintah teks. Hal ini menunjukkan kecemasan investor terhadap dampak AI pada industri game.
Project Genie merupakan sistem AI yang dilatih menggunakan data publik dari internet, termasuk ribuan jam video game, namun hasil game yang dihasilkan saat ini sangat sederhana, berdurasi pendek, dan tidak memiliki fitur penuh seperti skor atau suara.
Para pengembang game menyatakan keraguan dan rasa takut karena AI generatif ini dianggap 'menyontek' karya kreatif asli serta berpotensi menggantikan pekerjaan penting seperti pengujian dan pembuatan konsep game.
Meski demikian, banyak tokoh besar di industri teknologi dan game seperti Elon Musk, Tim Sweeney, dan Mark Zuckerberg mendukung perkembangan AI dalam pembuatan game, memprediksi AI akan membawa perubahan besar dalam cara game dibuat dan dimainkan.
Penggunaan AI dalam pengembangan game masih berada tahap awal dan penuh kekurangan teknis serta etis, sehingga penting untuk regulasi dan diskusi kreatif yang sehat agar teknologi ini bisa memberi manfaat tanpa merusak industri dan kreator asli.