
Palmer Luckey, pendiri Anduril, sangat antusias membahas acara baru mereka, yaitu AI Grand Prix, sebuah kompetisi balap drone yang unik karena dronenya harus bisa terbang sendiri tanpa dikendalikan manusia. Acara ini bertujuan untuk menguji kemampuan para peserta dalam menulis software supaya drone mereka bisa mengalahkan drone lain.
Total hadiah kompetisi ini mencapai 500,000 dolar Amerika yang akan dibagi ke beberapa tim dengan nilai tertinggi. Selain hadiah uang tunai, para pemenang juga bisa mendapatkan tawaran kerja di Anduril tanpa harus mengikuti prosedur rekrutmen yang biasa, sesuatu yang sangat menarik bagi para insinyur dan programmer muda.
Menariknya, drone yang digunakan bukan drone buatan Anduril karena ukurannya terlalu besar untuk lintasan. Mereka menggunakan drone dari Neros Technologies, start-up lain yang membuat drone berkecepatan tinggi dan ukuran kecil sesuai standar balap drone kelas dunia. Anduril juga bekerja sama dengan Drone Champions League dan JobsOhio untuk menyelenggarakan acara ini di Ohio, Amerika Serikat.
Peserta dari seluruh dunia dipersilakan ikut kecuali tim dari Rusia yang dilarang karena situasi geopolitik terkait invasi di Eropa. Peserta dari China tetap diizinkan, tetapi mereka harus melalui penyaringan ketat, terutama jika bekerja untuk militer China, karena Anduril membuat teknologi untuk militer Amerika Serikat.
Acara ini dimulai dengan tiga babak kualifikasi yang berlangsung mulai April, dan finalnya akan diadakan pada November. Jika sukses, Anduril berencana mengembangkan kompetisi serupa ke jenis kendaraan otonom lain seperti kapal bawah air, kendaraan darat, dan bahkan pesawat luar angkasa, membuka kesempatan baru untuk inovasi AI di masa depan.