Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Munculnya Agen AI Otonom dalam Produktivitas Perusahaan dan Pribadi

Share

Inovasi agen AI otonom yang berasal dari berbagai pemain seperti Oracle, Airtable, dan pengembangan viral Moltbot menunjukkan tren baru dalam mengotomatisasi tugas. Dengan aplikasi yang merambah ke solusi basis data, alat kolaborasi, serta asisten pribadi, tren ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

29 Jan 2026, 01.00 WIB

Google Chrome Hadirkan Sidebar AI dan Auto-Browse Canggih untuk Pengalaman Browsing Lebih Mudah

Google Chrome Hadirkan Sidebar AI dan Auto-Browse Canggih untuk Pengalaman Browsing Lebih Mudah
Pada tahun 2025, banyak perusahaan teknologi meluncurkan browser dengan fitur AI untuk menggantikan dominasi Chrome. Google merespons dengan menambahkan Gemini, asisten AI, ke dalam browser Chrome secara permanen lewat sidebar agar pengguna lebih mudah bertanya dan mendapatkan informasi dari berbagai tab yang terbuka. Salah satu fitur menarik adalah memahami konteks beberapa tab dari satu halaman, membantu pengguna membandingkan produk atau harga dengan lebih efisien. Selain itu, pengguna Chromebook Plus kini juga bisa menikmati fitur ini, yang sebelumnya hanya tersedia di Windows dan MacOS. Google juga menawarkan fitur personal intelligence yang menghubungkan browser dengan aplikasi Google lain seperti Gmail dan YouTube. Fitur ini dapat membantu merencanakan jadwal keluarga atau membuat email tanpa harus beralih aplikasi, meskipun fitur ini baru akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang. Fitur Nano Banana memungkinkan pengguna memodifikasi gambar yang ditemukan saat browsing dengan gambar lain, menambah kreativitas dalam pengalaman berselancar. Sedangkan fitur auto-browse dapat mengerjakan tugas otomatis seperti melakukan pembelian dengan mencari kupon, meskipun butuh intervensi pengguna untuk tugas yang sensitif. Walaupun fitur auto-browse punya potensi besar dalam menghemat waktu pengguna, masih ada tantangan teknis seperti kesalahan interpretasi niat pengguna dan gangguan saat menjelajah situs yang berbeda. Google mengutamakan keamanan dengan tidak mengekspos data sensitif ke model AI dan awalnya meluncurkan fitur ini untuk pelanggan khusus di AS.
28 Jan 2026, 07.12 WIB

Moltbot, Asisten AI Kepiting yang Viral dan Tantangan Keamanannya

Moltbot, Asisten AI Kepiting yang Viral dan Tantangan Keamanannya
Moltbot, yang awalnya bernama Clawdbot, adalah sebuah proyek asisten AI pribadi yang dibuat oleh Peter Steinberger dari Austria. Proyek ini menarik perhatian besar dengan kemampuannya mengelola berbagai tugas seperti kalender, pesan, dan penerbangan. Moltbot tetap mempertahankan tema kepiting sebagai maskotnya meskipun harus berganti nama karena tantangan hukum dari perusahaan AI besar. Peter Steinberger memulai Moltbot sebagai proyek pribadi setelah merasa kehilangan motivasi pasca meninggalkan proyek sebelumnya. Dengan semangat baru dan ketertarikan pada AI, dia membangun Moltbot untuk memudahkan kehidupan digitalnya dan mengeksplorasi kolaborasi antara manusia dan AI. Proyek ini kini mendapatkan sambutan luas dari komunitas developer yang tertarik untuk bereksperimen dengan AI asisten. Popularitas Moltbot tumbuh sangat cepat, bahkan mempengaruhi harga saham perusahaan teknologi yang menyediakan infrastruktur pendukungnya. Namun, penggunaan Moltbot masih memerlukan keterampilan teknis yang cukup tinggi dan kewaspadaan terhadap risiko keamanan, terutama karena program ini dapat menjalankan perintah secara otomatis di perangkat pengguna. Salah satu risiko besar yang diperhatikan adalah potensi penyusupan lewat pesan berbahaya yang dapat menginstruksikan Moltbot melakukan tindakan tak diinginkan. Para ahli menyarankan agar pengguna menjalankan Moltbot di server atau komputer terpisah agar tetap aman dan mengurangi kemungkinan kerugian akibat serangan digital. Meskipun begitu, Moltbot menjadi contoh penting bagaimana AI dapat benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari dengan kemampuan melakukan tugas aktual, bukan sekedar menghasilkan teks. Ke depan, perkembangan keamanan dan kemudahan penggunaan akan menjadi kunci agar AI sejenis bisa diterima secara luas dan aman oleh masyarakat umum.
28 Jan 2026, 06.39 WIB

Oracle AI Database 26ai: Solusi Terintegrasi untuk Tantangan Data dan AI Perusahaan

Oracle AI Database 26ai: Solusi Terintegrasi untuk Tantangan Data dan AI Perusahaan
Banyak perusahaan menghadapi masalah besar ketika menggunakan AI karena data penting mereka tersimpan aman di database produksi, sementara alat AI terbaru sering berjalan terpisah di sistem lain. Hal ini membuat keamanan menjadi rentan, proses kepatuhan sulit, dan biaya untuk memindahkan data menjadi tinggi. Oracle menyadari kebutuhan ini dan menghadirkan Oracle AI Database 26ai yang mengintegrasikan kemampuan AI langsung ke dalam database yang sudah digunakan perusahaan untuk menjalankan operasi inti mereka. Oracle AI Database 26ai memperkenalkan fitur-fitur baru seperti AI Vector Search yang memungkinkan pencarian berdasarkan konten semantik pada data terstruktur maupun tidak terstruktur seperti dokumen PDF, gambar, dan video. Selain itu, agen AI yang bisa melakukan alur kerja multi langkah juga langsung terintegrasi dalam database dengan kontrol keamanan yang sangat detail, memungkinkan penggunaan AI yang lebih cerdas dan aman. Salah satu keunggulan penting lainnya adalah kemampuan Oracle Autonomous AI Lakehouse yang mendukung Apache Iceberg, sehingga database Oracle bisa bekerja dengan format tabel terbuka di penyimpanan objek di banyak cloud besar seperti AWS, Azure, dan Google Cloud. Ini membuat perusahaan bisa menggunakan layanan AI Oracle tanpa harus meninggalkan investasi data lake yang sudah ada, memberikan fleksibilitas dan interoperabilitas yang tinggi. Selain itu, fitur True Cache baru membantu mengurangi latensi untuk beban kerja AI yang banyak membaca data, tanpa perlu melakukan perubahan pada kode aplikasi yang ada. Oracle juga menyediakan Private AI Services Container yang memungkinkan perusahaan menjalankan model AI sendiri di lingkungan mereka dengan kontrol penuh, menghindari risiko kebocoran data ke penyedia AI pihak ketiga. Fitur no-code di Private Agent Factory membuat pengguna non-teknis bisa membangun agen AI dengan mudah. Transisi untuk pelanggan Oracle Database 23ai ke 26ai sangat mudah dan tidak membutuhkan upgrade besar atau migrasi yang berisiko, sehingga perusahaan tidak perlu khawatir tentang gangguan operasional. Dengan basis pelanggan komersial terbesar di dunia dan dukungan multi-cloud, Oracle AI Database 26ai memberikan jalan yang sangat menarik untuk perusahaan yang ingin mengadopsi AI secara cepat dan aman tanpa menambah sistem dan biaya baru secara signifikan.
28 Jan 2026, 06.39 WIB

Oracle AI Database 26ai: Solusi Terintegrasi AI dan Data untuk Perusahaan Modern

Oracle AI Database 26ai: Solusi Terintegrasi AI dan Data untuk Perusahaan Modern
Banyak perusahaan menghadapi masalah besar ketika ingin menggabungkan data bisnis penting yang tersimpan di database mereka dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) terbaru. Biasanya, data harus dipindahkan ke sistem AI terpisah, sehingga menimbulkan risiko keamanan dan biaya tinggi. Oracle merilis AI Database 26ai yang memungkinkan AI bekerja langsung di dalam database tanpa perlu memindahkan data. Dengan teknologi ini, Oracle menggabungkan berbagai kemampuan AI seperti pencarian vektor yang bisa menemukan data dari dokumen, gambar, hingga video berdasarkan makna, bukan hanya kata kunci. Selain itu, Oracle membawa kemampuan agen AI yang bisa melakukan tugas multi-langkah dengan akses data yang aman di dalam database. Oracle juga mengembangkan Autonomous AI Lakehouse yang mendukung format tabel terbuka dan dapat digunakan lintas berbagai cloud besar seperti AWS, Azure, dan Google Cloud. Ini membantu perusahaan memanfaatkan data di berbagai platform tanpa harus berpindah dari investasi data yang sudah ada. Ada juga fitur baru seperti True Cache yang mengurangi waktu respons AI tanpa perlu mengubah kode aplikasi, serta Private AI Services Container dan Private Agent Factory yang memberi keleluasaan perusahaan menggunakan model AI sendiri tanpa harus takut data bocor ke pihak luar. Pengguna Oracle Database versi sebelumnya bisa beralih ke versi 26ai dengan mudah tanpa migrasi besar atau risiko gangguan operasional. Oracle AI Database 26ai menawarkan solusi lengkap yang memudahkan perusahaan mengadopsi AI dan mengelola data mereka secara lebih aman, efisien, dan terintegrasi.
27 Jan 2026, 22.15 WIB

Moltbot: Asisten AI Lokal yang Viral dengan Tantangan Keamanan dan Branding

Moltbot: Asisten AI Lokal yang Viral dengan Tantangan Keamanan dan Branding
Moltbot adalah sebuah agen AI yang bisa kamu ajak ngobrol lewat pesan teks, seperti WhatsApp atau Telegram, untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Kamu bisa meminta Moltbot memesan tiket pesawat atau membersihkan inbox email. Yang menarik, semuanya berjalan di komputermu sendiri, jadi data pribadi tidak disimpan di cloud yang sering membuat orang khawatir soal privasi. Awal mulanya, proyek ini bernama Clawdbot namun harus berganti nama menjadi Moltbot setelah Anthropic, pemilik model AI bernama Claude, mengingatkan ada masalah merek dagang. Proses ganti nama ini sempat menimbulkan kekacauan di media sosial dan GitHub karena adanya penyalahgunaan akun lama untuk skema kripto. Moltbot sangat disukai oleh para insinyur karena selain bisa berkomunikasi lewat chat, ia juga bisa mengingat tugas-tugas sebelumnya dan menjalankan tindakan otomatis tanpa harus terus dipanggil satu per satu. Banyak orang menggunakan Mac Mini sebagai server rumahan untuk menjalankan Moltbot karena bentuknya kecil dan hemat listrik. Meski menjanjikan, banyak juga kekhawatiran terkait keamanan. Karena Moltbot memiliki akses tingkat administrator ke komputer, pengguna harus hati-hati agar tidak terjadi kesalahan konfigurasi yang bisa dimanfaatkan hacker. Komunitas pun sekarang aktif membahas cara pengamanan seperti autentikasi kuat dan pengaturan sandbox agar lebih aman. Kisah Moltbot ini memberi pelajaran penting bahwa di dunia AI yang makin cepat berkembang, nama dan merek dagang jadi hal yang sangat diperhatikan. Selain itu, teknologi harus sejalan dengan keamanan dan privasi agar tidak jadi bumerang bagi pengguna. Ke depan, Moltbot dan sejenisnya berpotensi jadi alat penting di kehidupan digital kita dengan catatan pengamanan yang semakin diperkuat.
27 Jan 2026, 22.00 WIB

Airtable Bertaruh Masa Depan dengan Luncurkan AI Agen Superagent Revolusioner

Airtable, sebuah platform no-code yang memudahkan pengguna untuk membuat aplikasi kustom, pernah dinilai mencapai 11,7 miliar dolar pada puncak pasar teknologi tahun 2021. Namun kini, nilai perusahaan ini turun drastis menjadi sekitar 4 miliar dolar, meskipun bisnis inti mereka tetap kuat dan menghasilkan keuntungan. Untuk mengantisipasi masa depan, CEO Howie Liu memutuskan meluncurkan produk baru bernama Superagent, agen AI pertama perusahaan yang akan bekerja dengan sistem multi-agent coordination. Ini artinya, beberapa agen AI spesialis akan bekerja secara paralel dalam satu tim yang dikoordinasikan secara cerdas. Superagent tidak hanya memberikan jawaban berupa teks, tetapi juga analisis pasar interaktif dengan visualisasi grafik dan data yang mudah dieksplorasi. Contoh penggunaannya misalnya membantu bisnis athleisure memperluas pasar ke Eropa dengan melihat berbagai aspek yang tidak terpikirkan sebelumnya. Perusahaan juga melakukan perombakan strategi dengan mendatangkan CTO baru dari OpenAI serta mengakuisisi startup AI DeepSky. Superagent akan berjalan semi-independen, dengan harga yang diperkirakan berkisar antara 20 sampai 200 dolar per bulan untuk berbagai tingkatan pengguna. Meski menghadapi tantangan ketat dari pesaing, langkah berani ini menunjukkan bagaimana Airtable memilih untuk fokus pada inovasi dan merangkul risiko demi menciptakan peluang baru di era AI yang sedang berkembang pesat.
27 Jan 2026, 22.00 WIB

Airtable Meluncurkan Superagent, Strategi Baru AI untuk Masa Depan Bisnis

Airtable, sebuah perusahaan pengembang platform tanpa kode yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi sendiri, menghadapi penurunan nilai pasar dari 11,7 miliar dolar AS menjadi sekitar 4 miliar dolar AS. Meski harga saham jatuh, perusahaan tetap kuat secara finansial dengan modal besar dan arus kas positif. CEO Airtable, Howie Liu, memutuskan meluncurkan produk baru bernama Superagent, AI agent pertama yang berdiri sendiri dalam sejarah perusahaan selama 13 tahun. Produk ini didesain untuk mengubah cara pengguna mendapatkan analisis pasar dengan menggunakan agen AI yang bekerja bersama dalam koordinasi, bukan hanya step by step sederhana. Superagent dapat mengambil tugas secara paralel lewat beberapa agen spesialis, seperti memeriksa keuangan, posisi kompetitif, dan berita terbaru, lalu menggabungkan semua informasi itu menjadi laporan interaktif yang mudah dipahami, lengkap dengan visual dan data yang bisa diolah pengguna. Perbedaan utama Superagent dengan produk lain adalah kemampuannya untuk beradaptasi secara otonom, memperbaiki, dan merubah rencana jika diperlukan. Superagent juga memiliki akses ke sumber data premium seperti FactSet, Crunchbase, dan SEC filings yang memberikan kredibilitas tinggi pada hasilnya. Dengan membawa CTO baru dari OpenAI dan mengakuisisi startup AI DeepSky, Airtable menegaskan arah transformasi menjadi platform AI-native. Harga Superagent direncanakan terjangkau dan fleksibel dengan fokus pada pertumbuhan, membuka peluang besar meski kompetisi di pasar AI agent semakin ketat.

Baca Juga

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

  • Generator Dunia AI Google Mengguncang Industri Video Game

  • Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis