
Apple baru saja meluncurkan Creator Studio Pro, sebuah paket software kreatif yang memanfaatkan teknologi AI untuk membantu para kreator di berbagai bidang, seperti musik, film, dan seni digital. Rilis ini muncul saat aplikasi AI generatif semakin populer, tapi juga menimbulkan kontroversi karena kekhawatiran kreator tentang penggunaan karyanya oleh mesin AI.
Creator Studio Pro menggabungkan software editing video seperti Final Cut Pro, Motion, dan Compressor, serta alat musik seperti Logic Pro dan Mainstage. Apple juga menyertakan aplikasi editing gambar Pixelmator Pro dan fitur eksklusif untuk aplikasi produktivitas seperti Keynote, Pages, Numbers, dan Freeform dalam satu langganan yang terjangkau.
Apple menegaskan bahwa AI dalam Creator Studio Pro dirancang untuk meringankan tugas-tugas membosankan dan teknis seperti membuat slideshow, mengekstrak informasi chord dari musik, dan mencari potongan video, sehingga kreator tetap memiliki kontrol penuh terhadap hasil karya mereka. Beberapa fitur menggunakan AI yang berjalan langsung di perangkat untuk menjaga privasi data.
Pengguna dapat memilih untuk berlangganan dengan harga Rp 21.69 juta ($12,99) per bulan atau Rp 2.15 juta ($129) per tahun, atau membeli aplikasi secara terpisah seperti sebelumnya. Apple juga memudahkan berbagi aplikasi dengan fitur Family Sharing hingga lima anggota keluarga, sesuatu yang tidak ditawarkan oleh kompetitor seperti Adobe.
Walaupun persaingan dengan Adobe tetap ketat, terutama pada ranah software kreatif profesional, pendekatan Apple yang memprioritaskan privasi, fleksibilitas pembelian, dan dukungan AI sebagai alat bantu mungkin akan membuat Creator Studio Pro populer di kalangan kreator amatir dan semi-profesional.