Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Mengubah Riset Hewan: Mengungkap Adaptasi dan Perilaku Luar Biasa

Share

Cerita ini menggabungkan penemuan terbaru tentang adaptasi dan perilaku hewan, seperti studi pada hiu langka dan kemampuan komunikasi unik pada hewan, yang bersama-sama membuka pemahaman lebih dalam tentang evolusi dan kognisi hewan.

29 Jan 2026, 09.59 WIB

Penemuan Langka Hiu Goblin di Gran Canaria Buka Misteri Laut Dalam

Penemuan Langka Hiu Goblin di Gran Canaria Buka Misteri Laut Dalam
Pada tanggal 4 Mei 2024, hiu goblin yang sangat jarang terlihat berhasil ditangkap sementara oleh nelayan di lepas pantai Gran Canaria, Kepulauan Canary. Hiu dengan panjang lebih dari 8 kaki ini dilepaskan kembali ke laut dalam setelah hanya 10 sampai 15 menit berada di permukaan. Hiu goblin memiliki ciri khas moncong panjang dan rahang yang dapat menjulur untuk menangkap ikan dan cumi-cumi di kedalaman laut yang gelap. Ukuran hiu ini bisa mencapai hingga 6 meter, dengan pertumbuhan yang lambat dan masa dewasa yang terlambat. Sebelumnya, hanya kurang dari 250 individu hiu goblin yang tercatat di seluruh dunia. Penemuan di Canary Islands menjadi catatan pertama di wilayah tersebut dan menambah data penting tentang ekologi dan distribusinya di Samudra Atlantik. Hiu goblin berkembang biak dengan cara aplacental viviparous, yaitu melahirkan anak yang sudah hidup tanpa adanya plasenta, dan anaknya mengkonsumsi telur yang belum dibuahi selama masa perkembangan. Strategi reproduksi ini membuat mereka rentan terhadap gangguan manusia walaupun hidup jauh di dalam laut. Kondisi laut di sekitar Kepulauan Canary yang bebas dari penangkapan ikan trawl sejak 1980-an membuat lingkungan ini menjadi tempat yang potensial sebagai kawasan perlindungan bagi hiu laut dalam, meskipun penangkapan tak sengaja masih terjadi.
29 Jan 2026, 09.37 WIB

Penelitian Baru Ungkap Reproduksi Hiu Epaulette Tidak Menguras Energi Seperti Diduga

Penelitian Baru Ungkap Reproduksi Hiu Epaulette Tidak Menguras Energi Seperti Diduga
Reproduksi pada hewan sering kali dianggap sebagai proses yang sangat menguras energi, terutama bagi hiu yang berkembang biak lambat dan memberi investasi besar pada keturunannya. Namun, sebuah penelitian terbaru dari James Cook University menantang anggapan lama ini dengan mempelajari langsung energi yang digunakan hiu epaulette saat bertelur. Hiu epaulette adalah spesies hiu kecil yang terkenal karena kemampuannya berjalan di karang menggunakan siripnya. Peneliti mengukur penggunaan oksigen, sebagai indikasi pembakaran energi, pada lima hiu betina selama proses pembuatan telur dalam kondisi terkontrol. Hasilnya sangat mengejutkan karena tidak ada peningkatan metabolisme yang signifikan saat hiu bertelur. Selain pengukuran metabolisme, peneliti juga memantau hormon dan parameter darah terkait oksigen. Semua data menunjukkan stabilitas selama siklus reproduksi, kecuali lonjakan testosteron kecil di awal. Hal ini menunjukkan bahwa proses reproduksi hiu ini mungkin tidak sesulit yang kita kira dari segi energi. Penjelasan yang diajukan mencakup strategi pembiakan 'income breeding' dimana hiu menggunakan energi dari makanan harian yang stabil, berbeda dengan pengeluaran energi besar dalam waktu singkat. Juga, organ pembentuk telur yang kecil mungkin tidak menyebabkan lonjakan metabolisme besar dalam tubuh hiu secara keseluruhan. Temuan ini penting karena menunjukan bahwa beberapa spesies hiu bisa lebih tahan terhadap perubahan lingkungan seperti pemanasan lautan dibandingkan yang diperkirakan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bagaimana reproduksi hiu bereaksi terhadap suhu dan kondisi alami yang berubah-ubah.
27 Jan 2026, 20.10 WIB

Rahasia Nama Lumba-Lumba: Komunikasi Suara Unik yang Mirip Manusia

Rahasia Nama Lumba-Lumba: Komunikasi Suara Unik yang Mirip Manusia
Lumba-lumba terkenal karena kecerdasannya yang tinggi dan kemampuan sosial yang kompleks. Salah satu aspek menarik dari komunikasi mereka adalah penggunaan 'signature whistles' atau suara khas yang berfungsi seperti nama unik individu. Setiap lumba-lumba mengembangkan suara ini sejak kecil dan mempertahankannya sepanjang hidup sebagai tanda pengenal. Berbeda dengan panggilan hewan lainnya yang berubah-ubah sesuai suasana hati atau lingkungan, signature whistle lumba-lumba selalu konsisten dan hanya mengandung informasi identitas. Penelitian telah menunjukkan bahwa lumba-lumba mampu mengenali siapa yang memanggil mereka hanya dari suara tanda tangan tersebut, bahkan ketika unsur lain dari suara dihilangkan. Selain itu, lumba-lumba dapat meniru suara tanda tangan lumba-lumba lain, khususnya milik teman dekat, untuk memanggil dan berinteraksi secara spesifik, mirip seperti kita menyebut nama seseorang dalam percakapan. Ini menunjukkan tingkat komunikasi yang sangat canggih di antara mereka. Studi terbaru juga mengungkap bahwa lumba-lumba memiliki memori sosial jangka panjang yang luar biasa, dimana mereka dapat mengenali suara tanda tangan lumba-lumba lain meskipun sudah lama terpisah. Kemampuan ini sangat membantu dalam mempertahankan ikatan sosial dalam lingkungan laut yang luas dan terbatas visibilitasnya. Meskipun banyak aspek dari sistem komunikasi ini masih belum sepenuhnya dipahami, kemajuan teknologi terbaru membantu ilmuwan untuk terus meneliti dan mengembangkan pengetahuan tentang bahasa dan kecerdasan lumba-lumba. Penemuan ini membuktikan bahwa konsep nama, identitas, dan ikatan sosial tidak hanya milik manusia saja.

Baca Juga

  • Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

  • Tantangan Meningkat di Indonesia: Cuaca Ekstrem dan Bahaya Geologis

  • Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

  • Reformasi Penerbitan Ilmiah di Era Media Sosial

  • Pengungkapan Kosmik: Menyingkap Rahasia Pembentukan Bintang dan Supernova