
Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah pada akhir Januari 2026. BMKG merilis prediksi akumulasi curah hujan untuk periode 29 Januari sampai 30 Januari pukul 07.00 WIB, dengan wilayah Banten, Jawa Barat, NTT, Kalteng, dan Sulsel diperkirakan hujan lebat.
Musim hujan di kawasan selatan Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan mulai berakhir sekitar Februari hingga Maret 2026. Setelah itu, wilayah tersebut akan memasuki musim kemarau sejak April hingga September 2026, sehingga perubahan cuaca harus diantisipasi oleh masyarakat terutama petani dan pelaku sektor luar ruangan.
Wilayah Indonesia dekat garis ekuator, terutama Sumatra bagian utara, memiliki pola musim yang unik yaitu dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam setahun. Wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau kini mulai memasuki awal musim kemarau dengan kondisi yang tidak terlalu kering, namun tetap berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga mengantisipasi adanya hujan kembali di wilayah ekuator pada bulan April hingga Juni 2026 sebelum memasuki musim kemarau yang lebih panjang. Perbedaan pola musim ini membuat perlunya pendekatan wilayah yang berbeda dalam mitigasi bencana serta penyiapan infrastruktur dan sumber daya masyarakat.
Musim hujan di kawasan selatan diperkirakan baru kembali dimulai pada Oktober 2026. Warga di seluruh Indonesia diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi BMKG agar dapat meminimalisir dampak buruk dari musim hujan maupun kemarau.