
Moonshot AI, sebuah startup berbasis di Beijing yang didirikan pada Maret 2023, merilis model AI terbarunya, Kimi K2.5, yang dilaporkan telah sangat mendekati performa model AI unggulan dari perusahaan-perusahaan besar di AS seperti OpenAI dan Google DeepMind. Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan AI oleh perusahaan-perusahaan China baru yang sebelumnya dianggap tertinggal.
Model Kimi K2.5 memiliki ukuran 595 gigabyte dan bersifat open-source, memungkinkan para pengembang di seluruh dunia mengunduh dan memodifikasi model tersebut tanpa biaya berlangganan. Pendekatan ini sangat berbeda dengan kebanyakan perusahaan AI di AS yang mempertahankan model AI mereka secara tertutup atau closed-source.
Keberhasilan Moonshot AI ini menimbulkan keraguan terkait efektivitas kebijakan kontrol ekspor AS yang bertujuan membatasi akses China terhadap chip semikonduktor canggih untuk pengembangan AI. Kyle Chan dari Brookings Institution menyatakan bahwa kemajuan ini menunjukkan bahwa akses modal menjadi faktor kunci yang justru memungkinkan startup China terus mengikuti jejak para pesaingnya di AS.
Moonshot AI sendiri telah menarik investasi besar dengan perolehan pendanaan Seri C sebesar 500 juta dolar AS pada Desember lalu, sehingga kini perusahaan ini bernilai sekitar 4,3 miliar dolar AS. Investor terkenal termasuk IDG Capital, Tencent Holdings, dan Alibaba Group Holding, menunjukkan kepercayaan besar dari pasar modal terhadap potensi perusahaan ini.
Secara keseluruhan, kemunculan Kimi K2.5 tidak hanya menandakan pertumbuhan pesat AI di China, tetapi juga menggambarkan perubahan dinamika persaingan global di bidang teknologi AI. Hal ini menuntut evaluasi ulang kebijakan AS dan strategi industri untuk menghadapi perkembangan yang semakin terbuka dan terdesentralisasi.