Fokus
Teknologi

Strategi Ganda AI China: Inovasi Sumber Terbuka dan Perangkat Keras Hemat Energi

Share

China mendorong kemajuan teknologi AI melalui dua jalur utama, yakni pengembangan model sumber terbuka untuk menantang pesaing global dan terobosan chip analog yang menjanjikan pusat data AI dengan efisiensi energi tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan menurunkan biaya operasional dalam skala nasional.

30 Jan 2026, 18.24 WIB

Alibaba Capai Milestone Kirim 100.000 Chip AI Canggih Zhenwu 810E

Alibaba Capai Milestone Kirim 100.000 Chip AI Canggih Zhenwu 810E
Alibaba Group Holding baru saja mengirim lebih dari 100.000 unit chip AI terbarunya yang bernama Zhenwu 810E. Chip ini memiliki kemampuan yang disebut-sebut sebanding dengan produk AI dari perusahaan Nvidia asal Amerika Serikat. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan besar Alibaba dalam membangun teknologi AI sendiri di dalam negeri. Chip Zhenwu 810E dibuat oleh anak perusahaan Alibaba yang bernama T-Head. Chip ini merupakan chip terdepan yang dirancang khusus untuk mengatasi kebutuhan dalam pelatihan dan penggunaan AI secara cepat dan efisien. Alibaba pun mengungguli perusahaan lokal lain seperti Cambricon Technologies dalam hal jumlah pengiriman chip ini. Langkah Alibaba ini menjadi bagian dari tren besar di China untuk mengembangkan teknologi chip AI dalam negeri. Tujuannya adalah agar tidak terlalu bergantung kepada perusahaan teknologi asing seperti Nvidia, apalagi di saat situasi ekspor teknologi dari Amerika Serikat sedang penuh ketidakpastian. Selain pengiriman besar-besaran chip tersebut, berita ini juga muncul berbarengan dengan kabar bahwa Alibaba berencana melakukan penawaran saham publik untuk divisi chip mereka, T-Head. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan dan investasi yang meningkat di sektor semikonduktor dan teknologi AI di China. Dengan kemajuan seperti ini, Alibaba semakin memperkuat posisinya dalam pasar chip AI yang terus tumbuh cepat di China. Perkembangan ini bukan hanya penting bagi Alibaba saja, tetapi juga bisa membuka peluang bagi kemajuan teknologi AI di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada teknologi luar.
30 Jan 2026, 07.00 WIB

China Kembangkan Chip Fotonik All-Optical untuk AI Generatif Baru

China Kembangkan Chip Fotonik All-Optical untuk AI Generatif Baru
Perkembangan kecerdasan buatan khususnya model generatif membuat kebutuhan komputasi semakin tinggi dan menuntut efisiensi energi yang lebih baik. Chip elektronik yang biasa digunakan kini menghadapi batasan dalam kecepatan dan efisiensi. Sebagai solusinya, teknologi chip optik atau fotonik mulai mendapat perhatian karena keunggulan pengoperasian dengan cahaya yang lebih cepat dan hemat energi. China telah memimpin bidang riset chip fotonik selama beberapa tahun terakhir dengan lonjakan jumlah publikasi ilmiah yang signifikan. Dukungan pemerintah dan kebijakan strategis memperkuat kapasitas riset dan pengembangan teknologi ini agar bisa menjadi alternatif untuk chip elektronik yang tersendat akses teknologinya akibat pembatasan internasional. Sebuah terobosan berhasil diraih oleh peneliti di Shanghai Jiao Tong University dengan menciptakan LightGen, chip all-optical pertama yang mampu menjalankan model AI generatif kompleks secara mandiri. Chip ini menggunakan struktur metasurface nanoskala untuk mengendalikan cahaya, memungkinkan integrasi jutaan neuron fotonik di dalamnya. LightGen bisa mengerjakan tugas seperti menghasilkan gambar, mengedit video, dan membuat adegan 3D secara cepat dan hemat energi, mengungguli prosesor elektronik kelas atas seperti NVIDIA A100. Ini merupakan bukti nyata bahwa chip fotonik sudah mulai bisa diandalkan untuk aplikasi komputasi berat. Meskipun teknologi ini masih menghadapi tantangan dalam hal skalabilitas dan fleksibilitas pemrograman, kemajuan ini membuka kemungkinan besar bahwa di masa depan chip optik akan menjadi bagian penting dalam sistem komputasi berperforma tinggi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan.
28 Jan 2026, 20.00 WIB

Model AI Kimi K2.5 Tunjukkan Kontrol AS Sulit Hambat Perkembangan AI China

Model AI Kimi K2.5 Tunjukkan Kontrol AS Sulit Hambat Perkembangan AI China
Moonshot AI, sebuah startup berbasis di Beijing yang didirikan pada Maret 2023, merilis model AI terbarunya, Kimi K2.5, yang dilaporkan telah sangat mendekati performa model AI unggulan dari perusahaan-perusahaan besar di AS seperti OpenAI dan Google DeepMind. Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan AI oleh perusahaan-perusahaan China baru yang sebelumnya dianggap tertinggal. Model Kimi K2.5 memiliki ukuran 595 gigabyte dan bersifat open-source, memungkinkan para pengembang di seluruh dunia mengunduh dan memodifikasi model tersebut tanpa biaya berlangganan. Pendekatan ini sangat berbeda dengan kebanyakan perusahaan AI di AS yang mempertahankan model AI mereka secara tertutup atau closed-source. Keberhasilan Moonshot AI ini menimbulkan keraguan terkait efektivitas kebijakan kontrol ekspor AS yang bertujuan membatasi akses China terhadap chip semikonduktor canggih untuk pengembangan AI. Kyle Chan dari Brookings Institution menyatakan bahwa kemajuan ini menunjukkan bahwa akses modal menjadi faktor kunci yang justru memungkinkan startup China terus mengikuti jejak para pesaingnya di AS. Moonshot AI sendiri telah menarik investasi besar dengan perolehan pendanaan Seri C sebesar 500 juta dolar AS pada Desember lalu, sehingga kini perusahaan ini bernilai sekitar 4,3 miliar dolar AS. Investor terkenal termasuk IDG Capital, Tencent Holdings, dan Alibaba Group Holding, menunjukkan kepercayaan besar dari pasar modal terhadap potensi perusahaan ini. Secara keseluruhan, kemunculan Kimi K2.5 tidak hanya menandakan pertumbuhan pesat AI di China, tetapi juga menggambarkan perubahan dinamika persaingan global di bidang teknologi AI. Hal ini menuntut evaluasi ulang kebijakan AS dan strategi industri untuk menghadapi perkembangan yang semakin terbuka dan terdesentralisasi.
28 Jan 2026, 19.00 WIB

China Setujui Impor 400.000 Chip Nvidia H200 untuk Kebutuhan AI dan Kemandirian Teknologi

China Setujui Impor 400.000 Chip Nvidia H200 untuk Kebutuhan AI dan Kemandirian Teknologi
Beijing baru-baru ini memberikan izin impor chip grafis Nvidia H200, yang merupakan chip AI kedua terkuat dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut. Hal ini mengakhiri ketidakpastian yang sempat muncul akibat penundaan pengiriman chipset tersebut dari Nvidia. Chip H200 ini akan didistribusikan terutama kepada perusahaan teknologi besar di China, termasuk ByteDance, Alibaba Group Holding, dan Tencent Holdings. Penyerahan awal chip ini sangat penting bagi perusahaan-perusahaan tersebut yang sedang gencar mengembangkan teknologi AI mereka. Meski demikian, akses chip canggih ini untuk perusahaan milik negara, seperti operator jaringan telekomunikasi, masih akan diawasi dengan ketat oleh pemerintah China. Hal ini adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi asing dan pengembangan teknologi dalam negeri. Para ahli menganggap keputusan ini sebagai langkah strategis dari Beijing yang ingin mendukung pengembangan AI namun tetap menjaga agar industri teknologi domestik tidak kalah bersaing dengan teknologi asing. Pembatasan akses ini dianggap perlu untuk mendorong pertumbuhan kemampuan lokal dan inovasi. Ke depan, China diperkirakan akan terus menggunakan pendekatan ini, yakni mengizinkan impor chip berkualitas tinggi secara terbatas sambil memperkuat teknologi chip buatan dalam negeri agar lebih mandiri dan kompetitif di pasar global.