Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Visi Meta: Media Sosial Bertenaga AI dan Perdagangan Pintar

Share

Mark Zuckerberg mengungkap visi masa depan di mana integrasi kecerdasan buatan ke dalam platform media sosial dan pengembangan perangkat pintar seperti smart glasses akan mengubah interaksi digital dan sistem perdagangan. Pendekatan ini membuka peluang inovasi sekaligus tantangan terkait privasi dan pengalaman pengguna.

29 Jan 2026, 06.26 WIB

Meta Alihkan Fokus ke Feed Sosial AI, Masa Depan Media Lebih Interaktif

Meta Alihkan Fokus ke Feed Sosial AI, Masa Depan Media Lebih Interaktif
Pada panggilan pendapatan terbaru, Mark Zuckerberg menegaskan bahwa fokus Meta kini bergeser dari metaverse ke pengembangan feed sosial yang diperkaya oleh AI. Dia percaya AI akan menjadi format media besar berikutnya yang membuat interaksi di aplikasi Meta menjadi lebih imersif dan interaktif dibandingkan teks, foto, dan video yang sudah ada saat ini. Meta sudah meluncurkan fitur yang disebut 'Vibes' dalam aplikasi Meta AI, yang memungkinkan pengguna melihat berbagai video pendek yang dihasilkan oleh AI. Fitur ini adalah bagian dari rencana perusahaan untuk menghadirkan konten AI yang dipersonalisasi dan mudah dibuat, sehingga lebih banyak konten unik bisa ditampilkan di feed pengguna. Zuckerberg juga menyatakan bahwa aplikasi Meta akan berubah dari sekadar algoritma rekomendasi konten menjadi platform yang benar-benar memahami preferensi pengguna. Dengan teknologi AI, aplikasi dapat menghasilkan dan menyajikan konten yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tiap individu secara lebih akurat. Meskipun Meta masih berinvestasi di bidang virtual reality dan metaverse lewat Reality Labs dan Horizon Worlds, divisi ini mengalami kerugian besar sebesar 6,02 miliar dolar AS pada kuartal terakhir 2025. Perusahaan juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari seribu karyawan dan menutup beberapa studio VR, menandakan pergeseran fokus yang signifikan. Meta meraih pendapatan 59,9 miliar dolar AS dan laba bersih 22,8 miliar dolar AS di kuartal terakhir 2025. Zuckerberg mengungkapkan bahwa monetisasi chatbot AI akan menjadi sumber pendapatan baru dengan menawarkan fitur premium berbayar atau iklan, sehingga membuka peluang bisnis besar di ruang AI ini.
29 Jan 2026, 06.16 WIB

Meta Siap Luncurkan Produk AI Baru untuk Pengalaman Belanja Super Personal

Meta Siap Luncurkan Produk AI Baru untuk Pengalaman Belanja Super Personal
Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa Meta sedang dalam tahap akhir pengembangan model dan produk AI baru yang akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan. Ini merupakan bagian dari upaya besar perusahaan dalam membangun ulang fondasi program AI mereka yang telah dilakukan sejak 2025. Fokus utama adalah pada integrasi teknologi AI yang lebih mendalam ke dalam layanan Meta, terutama untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih personal dan relevan. Salah satu inovasi yang paling ditekankan adalah alat belanja berbasis AI yang mampu memahami konteks pribadi pengguna secara lebih matang. Hal ini memungkinkan pengguna menemukan produk yang paling sesuai dari berbagai bisnis yang ada dalam katalog Meta. Pendekatan ini menandai Meta mengikuti jejak Google dan OpenAI yang telah mengembangkan platform transaksi dengan agen AI, serta bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar seperti Stripe dan Uber. Meta juga mengakuisisi Manus, perusahaan pengembang agen umum, untuk memperkuat teknologi AI mereka. Manus akan tetap beroperasi sebagai layanan mandiri namun sekaligus akan diintegrasikan ke dalam produk Meta, menambah kapabilitas AI perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen Meta dalam membangun ekosistem AI canggih yang dapat menyokong berbagai fungsi mulai dari bisnis hingga interaksi pengguna. Pertumbuhan besar dalam pengeluaran modal Meta juga terungkap dalam pengumuman kuartalannya. Untuk tahun 2026, perusahaan menganggarkan antara 115 miliar dan 135 miliar dolar AS, naik signifikan dari 72 miliar dolar pada tahun 2025. Dana ini ditujukan untuk memperkuat laboratorium Superintelligence dan memperbaiki infrastruktur inti, sebagai fondasi teknologi jangka panjang yang mendukung visi AI mereka. Meski mendapat kritik karena kurangnya transparansi mengenai dampak finansial langsung dari investasi AI, Zuckerberg menegaskan bahwa tahun depan akan menjadi momen penting bagi Meta dalam menghadirkan 'superintelligence personal' yang dapat mempercepat bisnis dan mengubah cara kerja perusahaan. Pengumuman ini mengisyaratkan bahwa teknologi canggih ini tidak lama lagi akan bisa dinikmati oleh pengguna secara luas.
29 Jan 2026, 05.31 WIB

Meta dan Rivalnya Bersiap Menguasai Pasar Kacamata Pintar AI

Meta dan Rivalnya Bersiap Menguasai Pasar Kacamata Pintar AI
Meta telah mengalihkan fokus investasinya dari metaverse ke pengembangan dan produksi kacamata pintar berbasis AI. Mark Zuckerberg menilai kacamata AI akan menjadi produk yang sangat penting, mirip dengan bagaimana smartphone menggantikan ponsel flip di masa lalu. Perusahaan ini mengklaim penjualan kacamata pintarnya telah meningkat tiga kali lipat dalam setahun, menandai pertumbuhan cepat dalam produk elektronik konsumen. Selain Meta, beberapa perusahaan teknologi besar juga aktif dalam mengembangkan perangkat wearable dengan teknologi AI. Google menjalin kerja sama senilai 150 juta dolar AS dengan Warby Parker untuk meluncurkan lini kacamata pintar. Apple pun dikabarkan sedang memfokuskan sejumlah stafnya untuk mengembangkan kacamata pintar, meski mereka juga tengah merampungkan produk seperti Vision Pro. Snap mengumumkan akan membuat divisi terpisah khusus untuk kacamata AR bernama Specs agar mendapatkan fokus operasional yang lebih baik. OpenAI, meskipun belum mengembangkan kacamata, berencana membuat perangkat wearable AI seperti pin atau earbud. Apple juga disebut-sebut sedang mengembangkan perangkat AI kecil sebesar AirTag, meski belum jelas apakah sukses seperti yang diharapkan. Meta sudah menjual berbagai model kacamata pintar, salah satu yang paling menjanjikan adalah Oakley yang dirancang untuk digunakan saat berolahraga. Pemakaian ini menunjukkan potensi nyata dari teknologi kacamata AI di kegiatan sehari-hari. Namun, masih ada skeptisisme apakah kacamata pintar akan bisa sukses sebesar smartphone atau tidak. Secara keseluruhan, ambisi perusahaan seperti Meta dan Google menandakan bahwa AI wearable, khususnya kacamata pintar, kemungkinan akan mengalami momen besar di pasar teknologi. Meskipun demikian, tantangan seperti penerimaan konsumen dan teknologi yang harus sangat praktis masih harus dihadapi untuk mencapai kesuksesan masif.

Baca Juga

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

  • Generator Dunia AI Google Mengguncang Industri Video Game

  • Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis