
Apple baru saja melakukan salah satu akuisisi terbesar dalam sejarahnya dengan membeli startup AI audio bernama Q.ai. Startup ini sudah berdiri selama empat tahun dan memiliki teknologi canggih yang dapat membaca gerakan mikro pada kulit wajah sehingga memungkinkan interaksi tanpa suara dengan asisten AI seperti Siri. Meskipun Apple tidak mengumumkan rincian biaya, laporan menyebut nilai akuisisi sekitar 2 miliar dolar.
Teknologi Q.ai merupakan sensor optik yang bisa diaplikasikan pada perangkat seperti headphone atau kacamata pintar. Sensor ini mampu mengenali gerakan sangat kecil pada kulit wajah, yang bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan AI tanpa harus berbicara keras. Penggunaan teknologi semacam ini membuat interaksi dengan AI menjadi lebih alami dan lebih cepat tanpa perlu menyentuh perangkat apapun.
CEO Q.ai, Aviad Maizels, yang juga pendiri PrimeSense, akan bergabung dengan Apple. PrimeSense adalah perusahaan yang pernah diakuisisi Apple untuk mengembangkan teknologi pengenalan wajah FaceID pada iPhone. Hal ini menandakan Apple berencana mengembangkan teknologi yang lebih canggih lagi dengan perpaduan teknologi sensor baru dari Q.ai.
Teknologi ini diperkirakan akan diintegrasikan ke dalam perangkat Apple seperti AirPods, kacamata Vision Pro, iPhone, dan juga Mac. Dengan ini, pengguna bisa berbicara dengan asisten AI secara lebih rahasia, misalnya dengan suara berbisik atau bahkan tanpa suara sama sekali, melalui gerakan wajah saja. Ini adalah langkah maju dalam integrasi AI generatif pada produk Apple.
Di sisi lain, tokoh penting Apple, Johnny Srouji, menyatakan bahwa Q.ai merupakan perusahaan yang sangat inovatif di bidang imaging dan machine learning. Google Ventures juga mendukung Q.ai sebelumnya, dan menurut mereka teknologi ini bisa membuat perangkat komputer benar-benar ‘menghilang’ dalam kehidupan sehari-hari manusia, menjadikan teknologi AI makin terintegrasi dan tidak mengganggu pengguna.