Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Keamanan Android Google Di Bawah Sorotan

Share

Berbagai laporan mengindikasikan bahwa ekosistem Android menghadapi tantangan serius terkait keamanan dan privasi. Fitur lockdown baru, penonaktifan aplikasi karena bug, serta penyelesaian kasus pelanggaran data menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna dan pengembang mengenai integritas sistem dan perlindungan data pribadi.

03 Feb 2026, 07.50 WIB

Cara Mudah Mengosongkan Memori HP Android Agar Tidak Cepat Penuh

Cara Mudah Mengosongkan Memori HP Android Agar Tidak Cepat Penuh
Setiap HP Android memiliki batas kapasitas penyimpanan yang jika terisi penuh akan membuat perangkat menjadi lambat dan kurang optimal. Foto dan video yang diambil dengan kamera HP biasanya memiliki ukuran besar dan memakan banyak ruang, apalagi jika disimpan dalam jumlah banyak tanpa pengelolaan yang baik. Google menyarankan pengguna untuk secara rutin menghapus file yang tidak lagi digunakan agar memori HP tetap tersedia. Salah satunya dengan menghapus foto dan video berukuran besar yang sudah tidak penting, yang bisa dicek lewat pengaturan perangkat di bagian penyimpanan. Selain itu, pengguna juga perlu mengecek apakah ada file duplikat berupa foto atau video di galeri yang bisa dihapus salah satunya. Penghapusan file duplikat ini cukup efektif untuk menghemat ruang penyimpanan tanpa kehilangan data penting. Media seperti film dan lagu yang sudah tidak didengarkan atau ditonton lagi juga perlu dihapus dari aplikasi terkait agar tidak memakan kapasitas penyimpanan. Pengguna juga perlu menghapus aplikasi yang jarang digunakan karena aplikasi juga menyimpan data yang cukup besar. Pengguna HP diingatkan untuk rutin membersihkan cache dan data aplikasi secara berkala supaya ruang penyimpanan tidak penuh. Jika tidak bisa menghapus aplikasi, fitur pengarsipan otomatis dari Play Store bisa dipakai sebagai alternatif membebaskan ruang penyimpanan HP.
30 Jan 2026, 20.17 WIB

Google Perketat Sideloading Cegah Bahaya Malware Arsink RAT Global

Google Perketat Sideloading Cegah Bahaya Malware Arsink RAT Global
Google kini semakin membatasi cara pengguna memasang aplikasi dari luar Play Store untuk mencegah penyebaran aplikasi berbahaya. Banyak aplikasi palsu yang mengaku sebagai versi 'mod' atau 'pro' dari aplikasi populer beredar di platform seperti Telegram dan Discord. Aplikasi palsu ini mengandung malware yang bisa mengontrol perangkat Anda secara diam-diam. Pelaku kejahatan sering meniru aplikasi terkenal seperti Google, YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok agar pengguna percaya dan mengunduh aplikasi berbahaya tersebut. Setelah diinstal, aplikasi ini memerlukan izin luas yang memungkinkan pembajakan perangkat, pencurian data, dan bahkan perekaman suara secara rahasia. Menurut laporan Zimperium, malware Arsink RAT yang tersebar telah menginfeksi puluhan ribu perangkat di sekitar 143 negara. Malware ini sangat berbahaya karena tidak terlihat oleh pengguna dan terus berjalan di latar belakang meskipun perangkat telah dibersihkan menggunakan aplikasi pengelola tugas. Google menyarankan agar semua orang hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Play Store dan selalu mengaktifkan Play Protect. Jangan sekali-kali menginstal aplikasi yang diunduh dari tautan mencurigakan atau aplikasi yang menjanjikan fitur tambahan dengan label 'mod' atau 'pro'. Keamanan perangkat serta perlindungan di tingkat aplikasi menjadi semakin penting karena kejahatan siber terus berkembang dan mempertajam metodenya. Google dan Zimperium mengingatkan agar setiap pengguna lebih waspada dan menggunakan perlindungan yang disediakan agar data dan perangkat tetap aman.
29 Jan 2026, 21.24 WIB

Google Setujui Bayar hingga 100 Dolar untuk Pengguna Android Terdampak Privasi

Google Setujui Bayar hingga 100 Dolar untuk Pengguna Android Terdampak Privasi
Google menghadapi gugatan yang menuduh mereka mengumpulkan data seluler pengguna Android tanpa izin, bahkan saat aplikasi dimatikan atau layar terkunci. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran privasi serius oleh banyak pengguna. Sebagai bagian dari penyelesaian, Google setuju untuk membayar hingga 100 dolar Amerika bagi setiap pengguna Android yang terdampak sejak 12 November 2017. Total kompensasi mencapai 135 juta dolar Amerika. Selain pembayaran ganti rugi, Google juga berkomitmen membuat kontrol lebih mudah bagi pengguna untuk menghentikan pengiriman data seluler, meminta persetujuan saat pengaturan perangkat, dan menjelaskan kebijakan ini dalam syarat layanan Google Play. Meskipun Google sepakat menyelesaikan masalah ini, mereka tetap menyangkal melakukan kesalahan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berusaha melindungi reputasi sekaligus menghormati hak pengguna. Kasus ini juga mengingatkan pengguna untuk selalu waspada terhadap bagaimana data mereka dikumpulkan dan digunakan oleh perusahaan teknologi besar dan pentingnya regulasi serta pengawasan ketat di bidang ini.
29 Jan 2026, 17.51 WIB

Google Nonaktifkan Fitur Telepon Pixel 4 & 5 Karena Bug Bocorkan Audio

Google Nonaktifkan Fitur Telepon Pixel 4 & 5 Karena Bug Bocorkan Audio
Google menemukan sebuah bug yang menyebabkan fitur Take a Message pada aplikasi Telepon di Pixel 4 dan 5 aktifkan mikrofon tanpa izin saat pemanggil meninggalkan pesan suara. Bug ini menyebabkan audio pengguna direkam dan terdengar oleh pemanggil tanpa sepengetahuan pengguna. Fitur Take a Message sendiri adalah layanan yang secara otomatis menjawab dan mentranskripsikan pesan suara saat panggilan tidak dijawab. Namun, dalam kasus ini, mikrofon malah aktif secara diam-diam sehingga mengganggu privasi pengguna Pixel 4 dan 5 yang terkena dampak. Google melalui komunitas dukungan mereka menegaskan bahwa masalah ini hanya dialami oleh sebagian kecil perangkat dalam situasi yang sangat spesifik dan jarang terjadi. Sebagai langkah kehati-hatian, Google menonaktifkan fitur Take a Message dan next-gen Call Screen untuk perangkat tersebut. Pengguna yang terkena dampak masih bisa memakai fitur screening panggilan secara manual maupun otomatis, atau menggunakan layanan pesan suara operator seluler mereka sebagai alternatif. Sementara itu Google sedang menyelidiki kemungkinan memperbaiki fitur ini di masa depan. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa teknologi baru, terutama yang berhubungan dengan perekaman suara, harus diuji secara menyeluruh untuk menjamin privasi pengguna. Google sudah merespons dengan cepat, namun pengguna diharapkan tetap waspada terhadap masalah keamanan seperti ini.

Baca Juga

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

  • Generator Dunia AI Google Mengguncang Industri Video Game

  • Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis