Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Evolusi Taksi Otonom: Menyeimbangkan Inovasi dengan Keselamatan Publik

Share

Beberapa berita menunjukkan perkembangan dan tantangan di industri taksi otonom, mulai dari upaya inovasi dalam teknologi kendaraan otonom oleh Uber hingga insiden robotaxi yang menimbulkan kekhawatiran soal keamanan publik. Temuan ini mendorong kebutuhan regulasi dan peningkatan prosedur keselamatan untuk memastikan teknologi otonom dapat diadopsi secara bertanggung jawab.

31 Jan 2026, 01.56 WIB

Waabi dan Uber: Investasi Besar Meluncurkan Robotaksi Masa Depan

Waabi dan Uber: Investasi Besar Meluncurkan Robotaksi Masa Depan
Waabi adalah startup yang awalnya fokus pada truk swakemudi dan didirikan oleh Raquel Urtasun, seorang ahli AI yang sebelumnya bekerja di Uber. Baru-baru ini, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana besar sebanyak 1 miliar dolar Amerika Serikat dari Uber, dengan pembayaran awal 750 juta dolar dan tambahan 250 juta yang tergantung pada pencapaian tertentu. Dana ini akan membantu Waabi berekspansi ke pasar robotaksi, bukan hanya truk otomatis. Investasi ini menandai langkah besar dari Waabi yang ingin mengimplementasikan lebih dari 25.000 robotaksi dalam jangka waktu mendatang, yang berarti mereka tidak hanya bermain di area kendaraan pengangkutan barang tapi juga kendaraan penumpang otonom yang lebih umum dikenal masyarakat. Uber sendiri memiliki banyak mitra dalam sektor kendaraan otonom, dengan sekitar 20 kolaborator di berbagai negara, yang menandakan mereka sangat serius dalam mengembangkan teknologi ini. Salah satu yang membedakan Waabi dari kompetitornya adalah metode 'simulation-first' atau simulasi terlebih dahulu. Dengan cara ini, mereka bisa menguji berbagai scenario kendaraan otonom secara virtual sebelum membawa teknologi tersebut ke uji jalan nyata. Hal ini bisa mengurangi biaya dan risiko kecelakaan selama proses pengembangan. Metode ini menarik perhatian dalam diskusi podcast Equity yang dibawakan oleh Kirsten Korosec, Sean O’Kane, dan Anthony Ha. Diskusi dalam podcast juga membahas bagaimana strategi Uber dengan berinvestasi di banyak perusahaan startup kendaraan otonom bisa jadi pendekatan yang cerdas untuk mengurangi risiko investasi atau malah menyebar terlalu tipis dan tidak fokus. Dengan begitu banyak mitra, pertanyaan utamanya adalah apakah strategi Uber ini bisa memberikan hasil yang diharapkan, terutama dengan target Waabi yang sangat ambisius. Untuk pembaca, hal ini menunjukkan bahwa masa depan kendaraan otonom dan robotaksi semakin dekat dan mendapatkan dana besar dari perusahaan-perusahaan besar seperti Uber. Namun, banyak tantangan yang harus dihadapi baik secara teknologi maupun regulasi agar layanan ini bisa digunakan secara luas dengan aman dan efisien.
30 Jan 2026, 00.18 WIB

Robotaxi Waymo Tabrak Anak di Zona Sekolah, Teknologi Merespons Cepat

Robotaxi Waymo Tabrak Anak di Zona Sekolah, Teknologi Merespons Cepat
Sebuah robotaxi Waymo terlibat insiden menabrak seorang anak yang tiba-tiba muncul dari balik sebuah SUV yang parkir di dekat sekolah dasar di Santa Monica, Amerika Serikat. Insiden ini menarik perhatian karena melibatkan kendaraan otonom dalam situasi berisiko tinggi dan di lingkungan yang penuh dengan aktivitas anak-anak. Waymo menjelaskan bahwa sistem kendaraan ini langsung mendeteksi anak tersebut saat mulai muncul dari belakang kendaraan yang berhenti. Teknologi ini kemudian mengerem dengan kuat dan berhasil mengurangi kecepatan dari sekitar 27.36 km (17 mil) per jam menjadi kurang dari 9.66 km (6 mil) per jam pada saat tabrakan terjadi. Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NHTSA) juga melakukan investigasi untuk memahami detail insiden, termasuk kegiatan kendaraan di sekitar sekolah, kecepatan yang sesuai, dan respon kendaraan setelah tabrakan. Mereka fokus pada apakah Waymo telah menerapkan standar keselamatan yang tepat khususnya di waktu sibuk pengantaran anak ke sekolah. Kabar baiknya, anak yang tertabrak mampu berdiri setelah kecelakaan dan tidak mengalami cedera serius. Waymo juga melaporkan bahwa kendaraan langsung menghubungi layanan darurat, serta menunggu di tempat sampai pihak kepolisian tiba dan memberikan izin untuk meninggalkan lokasi. Insiden ini menjadi pembelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan kendaraan otonom ke depan, terutama dalam menangani situasi mendadak yang melibatkan pejalan kaki rentan seperti anak-anak di dekat sekolah. Hasil investigasi NHTSA diharapkan dapat memberikan insight baru untuk penyesuaian teknologi dan regulasi.
30 Jan 2026, 00.18 WIB

Insiden Robotaksi Waymo Tabrak Anak di Zona Sekolah Santa Monica

Insiden Robotaksi Waymo Tabrak Anak di Zona Sekolah Santa Monica
Sebuah robotaksi milik Waymo yang merupakan perusahaan saudara dari Google terlibat kecelakaan dengan seorang anak dekat sekolah dasar di Santa Monica, California. Anak tersebut tiba-tiba muncul dari belakang sebuah kendaraan besar yang parkir di jalan, sehingga menyulitkan kendaraan dan pengemudi dalam bereaksi. Kejadian ini menimbulkan perhatian dan kekhawatiran terhadap keselamatan kendaraan otonom di area berisiko seperti sekolah dan playground. Waymo dalam pernyataannya menyebut kendaraan mereka langsung mendeteksi kehadiran anak itu segera setelah muncul dari belakang kendaraan parkir. Sistem robotiknya kemudian mengerem dengan keras, menurunkan kecepatan dari sekitar 27.36 km/jam (17 mph) menjadi kurang dari 9.66 km/jam (6 mph) sebelum terjadi tabrakan. Jika dibandingkan, pengemudi manusia diperkirakan akan menabrak anak dengan kecepatan 14 mph, yang menunjukkan bahwa sistem otonom memiliki kecepatan reaksi lebih baik. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) membuka penyelidikan untuk menilai keselamatan kendaraan tersebut, terutama terkait perilaku berkendara di zona sekolah selama jam pulang sekolah, di mana terdapat banyak anak, penjaga penyebrang jalan, dan kendaraan yang parkir ganda. Penyelidikan meliputi pengecekan apakah perangkat kendali otonom Waymo sudah menjalankan protokol keamanan dan respons pasca-angkutan dengan benar. Kabar baik dari kejadian ini adalah anak yang tertabrak mampu langsung bangun dan bergerak ke pinggir jalan, tanpa cedera serius yang dilaporkan. Mobil Waymo juga merespons dengan memanggil layanan darurat 911 dan tetap di lokasi sampai pihak berwenang mengizinkan kendaraan meninggalkan tempat kejadian. Meski tidak ada konfirmasi apakah ada penumpang di dalam mobil saat kecelakaan, pengalaman seperti ini tentu bisa menimbulkan trauma. Kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bahwa berkendara di sekitar sekolah harus dilakukan dengan sangat hati-hati, baik oleh manusia maupun kendaraan otonom. Penyelidikan lebih lanjut dari NHTSA dapat membantu memperbaiki aturan dan teknologi keselamatan kendaraan yang dikendalikan AI agar lebih mampu mencegah kejadian serupa di masa depan, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap penggunaan robotaksi.

Baca Juga

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

  • Generator Dunia AI Google Mengguncang Industri Video Game

  • Munculnya Ekosistem Robotik: Platform Terbuka Memacu Integrasi AI Praktis