
Pemerintah Amerika Serikat kini sedang mempertimbangkan untuk mengambil saham di perusahaan-perusahaan swasta yang mereka anggap strategis, khususnya di bidang ruang angkasa. Namun, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa keterlibatan pemerintah dalam bisnis swasta bisa berujung pada keberhasilan atau kegagalan besar. Agar Space Force tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi, ada lima aturan penting yang harus dipenuhi.
Pertama, inovasi dalam bisnis ruang angkasa harus dilindungi melalui mekanisme yang disebut 'creative destruction', yaitu proses alami dimana ide-ide yang lebih baik menggantikan yang lama. Jika pemerintah melindungi perusahaan dari kegagalan, ini akan melemahkan proses tersebut dan akhirnya merugikan seluruh ekosistem industri.
Kedua, pemerintah harus memilih perusahaan yang akan didanai berdasarkan kinerja mereka, bukan karena pertimbangan politik. Hal ini penting karena pengaruh politik sering membuat program yang kurang sukses sulit dihentikan, padahal dalam pasar, kegagalan adalah bagian penting untuk kemajuan.
Ketiga, jika pemerintah juga menjadi pemilik selain sebagai pelanggan utama, hal ini akan membuat investor swasta enggan menanamkan modal. Mereka akan khawatir bahwa perusahaan milik pemerintah lebih diutamakan dalam pengadaan, sehingga berkurang keberanian investasi dan inovasi di sektor komersial.
Keempat dan kelima, pemerintah harus menghindari konflik kepentingan dan memastikan ada ketentuan yang jelas kapan dan bagaimana mereka akan keluar dari investasi tersebut. Tanpa aturan ini, investasi pemerintah bisa berubah menjadi nasionalisasi yang merugikan dan menimbulkan inefisiensi serta monopoli.