Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Dinamika Komersial dan Investasi dalam Industri Luar Angkasa

Share

Cerita ini mengupas bagaimana para investor, perusahaan, dan regulator mengkaji aturan investasinya untuk mendorong pertumbuhan industri luar angkasa, termasuk kontrak dan pendanaan strategis yang mendukung pengembangan teknologi serta memperkuat posisi global sektor ini.

01 Feb 2026, 02.38 WIB

SpaceX Usulkan 1 Juta Satelit Data Center di Orbit, Tantangan Baru Sampah Antariksa

SpaceX Usulkan 1 Juta Satelit Data Center di Orbit, Tantangan Baru Sampah Antariksa
SpaceX baru-baru ini mengajukan permohonan ke FCC agar bisa meluncurkan hingga 1 juta satelit data center ke orbit rendah Bumi. Permohonan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan pusat data yang terletak di luar angkasa guna mendukung industri kecerdasan buatan yang semakin berkembang. Rencana SpaceX ini cukup ambisius karena satelit-satelit yang diusulkan akan menggunakan tenaga surya dan saling terhubung dengan laser, sehingga memungkinkan operasi yang efisien dan ramah lingkungan. Ini merupakan upaya yang mereka klaim lebih baik dibandingkan pusat data tradisional yang memerlukan konsumsi air dan energi yang besar di darat. Jumlah satelit yang diajukan jauh melebihi jumlah satelit saat ini yang ada di orbit, yang menurut ESA berjumlah sekitar 15.000 dan mayoritas adalah satelit Starlink milik SpaceX. Keberadaan satelit dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang peningkatan sampah antariksa dan risiko tabrakan antar satelit. SpaceX berpendapat bahwa pusat data di orbit bisa mengurangi tekanan lingkungan di darat, seperti menurunkan polusi air dan listrik, serta memungkinkan pembuangan panas yang lebih efektif ke ruang angkasa. Ini menjadi alternatif menarik bagi industri AI yang menghadapi penolakan dari masyarakat terkait pembangunan pusat data di wilayah mereka. Meskipun rencana ini futuristik, banyak pihak menilai bahwa regulasi dan teknologi pengelolaan sampah antariksa harus diprioritaskan supaya orbit tetap aman dan berkelanjutan. Permintaan SpaceX kemungkinan akan menjadi bahan perdebatan panjang di antara regulator dan komunitas ilmiah global.
31 Jan 2026, 00.10 WIB

5 Aturan Penting Agar Investasi Space Force Di Perusahaan Ruang Angkasa Tidak Gagal

5 Aturan Penting Agar Investasi Space Force Di Perusahaan Ruang Angkasa Tidak Gagal
Pemerintah Amerika Serikat kini sedang mempertimbangkan untuk mengambil saham di perusahaan-perusahaan swasta yang mereka anggap strategis, khususnya di bidang ruang angkasa. Namun, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa keterlibatan pemerintah dalam bisnis swasta bisa berujung pada keberhasilan atau kegagalan besar. Agar Space Force tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi, ada lima aturan penting yang harus dipenuhi. Pertama, inovasi dalam bisnis ruang angkasa harus dilindungi melalui mekanisme yang disebut 'creative destruction', yaitu proses alami dimana ide-ide yang lebih baik menggantikan yang lama. Jika pemerintah melindungi perusahaan dari kegagalan, ini akan melemahkan proses tersebut dan akhirnya merugikan seluruh ekosistem industri. Kedua, pemerintah harus memilih perusahaan yang akan didanai berdasarkan kinerja mereka, bukan karena pertimbangan politik. Hal ini penting karena pengaruh politik sering membuat program yang kurang sukses sulit dihentikan, padahal dalam pasar, kegagalan adalah bagian penting untuk kemajuan. Ketiga, jika pemerintah juga menjadi pemilik selain sebagai pelanggan utama, hal ini akan membuat investor swasta enggan menanamkan modal. Mereka akan khawatir bahwa perusahaan milik pemerintah lebih diutamakan dalam pengadaan, sehingga berkurang keberanian investasi dan inovasi di sektor komersial. Keempat dan kelima, pemerintah harus menghindari konflik kepentingan dan memastikan ada ketentuan yang jelas kapan dan bagaimana mereka akan keluar dari investasi tersebut. Tanpa aturan ini, investasi pemerintah bisa berubah menjadi nasionalisasi yang merugikan dan menimbulkan inefisiensi serta monopoli.
28 Jan 2026, 21.47 WIB

Elon Musk di Davos: Masa Depan Peradaban, Robotik, dan Energi Surya

Elon Musk di Davos: Masa Depan Peradaban, Robotik, dan Energi Surya
Di konferensi Davos, Elon Musk berbicara tentang visi besar masa depan peradaban manusia yang dia pimpin melalui berbagai perusahaannya, dari AI, robotika, energi hingga eksplorasi luar angkasa. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah memastikan peradaban kita bisa bertahan dan berkembang, serta memperluas kesadaran manusia keluar dari bumi. Musk juga membahas bagaimana satelit di orbit bisa digunakan untuk mengumpulkan energi surya dan bagaimana sumber energi terbarukan seperti tenaga surya bisa menjadi solusi utama di bumi. Ia menyebutkan bahwa hanya dengan area sekitar 100 kali 160.93 km (100 mil) di Amerika Serikat sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik negara tersebut. Dalam diskusi tentang kehidupan di alam semesta, Musk menyebut bahwa sampai sekarang belum ada bukti kehidupan alien, sehingga kita harus menjaga kehidupan dan kesadaran yang kita miliki ini dengan sangat hati-hati, ibarat 'lilin kecil di kegelapan luas' yang sangat rapuh. Musk juga memprediksi masa depan di mana robot humanoid yang didukung AI akan begitu banyak sehingga kebutuhan manusia akan barang dan jasa bisa dipenuhi secara berlimpah, memunculkan pertanyaan baru tentang peran dan tujuan manusia ketika kebutuhan dasar sudah terpenuhi. Selain itu, Musk mengungkapkan keyakinannya bahwa masalah mobil otonom sudah hampir selesai dan Tesla berencana memperluas layanan taksi robot di Amerika Serikat dan Eropa dalam waktu dekat. Diskusi diakhiri dengan filosofi Musk tentang rasa ingin tahu dan pencarian arti kehidupan yang menjadi pendorong utama semua usahanya.
27 Jan 2026, 17.30 WIB

Northwood Space Raih Dana dan Kontrak Besar untuk Perbarui Jaringan Satelit AS

Northwood Space Raih Dana dan Kontrak Besar untuk Perbarui Jaringan Satelit AS
Ruang angkasa kini makin padat dengan banyaknya satelit baru yang diluncurkan setiap tahun. Ini membuat kebutuhan akan sistem komunikasi yang lebih canggih dan efisien menjadi sangat penting, terutama untuk mendukung pengendalian dan komunikasi satelit yang terus berkembang. Northwood Space, startup asal El Segundo, Amerika Serikat, fokus mengembangkan antena kecil berbasis phased-array yang modern untuk menggantikan antena besar yang sudah usang. Teknologi ini memungkinkan komunikasi yang lebih efisien dan kapasitas yang lebih besar untuk mengelola data satelit. Baru-baru ini, Northwood berhasil mendapatkan pendanaan Seri B sebesar 100 juta dolar AS yang dipimpin oleh perusahaan investasi Washington Harbour Partners dan Andreessen Horowitz. Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas kapasitas dan kemampuan mereka menghadapi permintaan pasar yang cepat meningkat. Selain itu, Northwood juga memperoleh kontrak senilai hampir 50 juta dolar AS dari United States Space Force untuk membantu memperbarui jaringan pengendalian satelit milik pemerintah AS. Jaringan ini sangat penting karena mengatur berbagai misi kritis seperti pengelolaan satelit GPS. Dengan teknologi dan dana baru ini, Northwood menargetkan untuk mengembangkan ground stations yang dapat mengendalikan ratusan satelit, membantu mengatasi keterbatasan kapasitas pada jaringan pengendalian saat ini, dan mendukung ekspansi besar-besaran konstelasi satelit komersial maupun militer di masa depan.

Baca Juga

  • Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

  • Tantangan Meningkat di Indonesia: Cuaca Ekstrem dan Bahaya Geologis

  • Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

  • Reformasi Penerbitan Ilmiah di Era Media Sosial

  • Pengungkapan Kosmik: Menyingkap Rahasia Pembentukan Bintang dan Supernova