
Baru-baru ini, seorang insinyur sipil bernama Zheng Hehui berhasil memperoleh gelar doktor tanpa menulis tesis. Ia memperkenalkan kumpulan blok mirip Lego yang diperkuat dengan baja, yang dapat disambungkan untuk membuat tiang jembatan. Inovasi ini diaplikasikan pada pembangunan jembatan besar di Sungai Yangtze dan menandai terobosan baru dalam pendidikan teknik di China.
China sedang menerapkan model PhD praktis bagi mahasiswa teknik, sebuah program dimana gelar dapat diperoleh berdasarkan pencapaian praktis yang nyata seperti produk dan teknologi, bukan hanya penelitian teori dan tesis tertulis. Model ini bertujuan mengatasi masalah kesenjangan antara teori kampus dengan kebutuhan industri.
Sebanyak sebelas mahasiswa PhD teknik sudah mendapatkan gelar melalui jalur ini dengan menghasilkan karya yang diaplikasikan secara langsung, misalnya teknik pengelasan baru dan sistem pemadam kebakaran untuk pesawat laut. Pemerintah China mengkoordinasikan kerjasama antara universitas dan perusahaan besar untuk mendukung program ini.
Selama ujian lisan, mahasiswa dipantau oleh panel gabungan akademisi dan praktisi industri, sehingga kualitas pendidikan dipastikan tetap tinggi. Selain itu, komunitas teknik kini semakin terhubung dengan dunia industri dan pertahanan, terutama di universitas seperti Tsinghua dan Northwestern Polytechnical University.
Program PhD praktis ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya insinyur unggul yang mampu menjawab tantangan teknologi dan inovasi nasional. Banyak yang percaya bahwa pendekatan ini akan mendukung posisi China sebagai negara dengan teknologi depan di masa depan melalui perpaduan ilmu dan praktik yang seimbang.