Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Reformasi Akademik dan Pergeseran Talenta Teknologi di China

Share

Penghargaan PhD praktis yang pertama di China serta pergerakan insinyur semikonduktor dari AS menuju Shanghai menandai upaya negara tersebut menjembatani jurang antara riset akademik dan inovasi industri, yang bisa mendorong kemajuan teknologi dan daya saing global.

05 Feb 2026, 07.00 WIB

Revolusi Pendidikan PhD Praktis: Inovasi Teknik untuk Masa Depan China

Revolusi Pendidikan PhD Praktis: Inovasi Teknik untuk Masa Depan China
Baru-baru ini, seorang insinyur sipil bernama Zheng Hehui berhasil memperoleh gelar doktor tanpa menulis tesis. Ia memperkenalkan kumpulan blok mirip Lego yang diperkuat dengan baja, yang dapat disambungkan untuk membuat tiang jembatan. Inovasi ini diaplikasikan pada pembangunan jembatan besar di Sungai Yangtze dan menandai terobosan baru dalam pendidikan teknik di China. China sedang menerapkan model PhD praktis bagi mahasiswa teknik, sebuah program dimana gelar dapat diperoleh berdasarkan pencapaian praktis yang nyata seperti produk dan teknologi, bukan hanya penelitian teori dan tesis tertulis. Model ini bertujuan mengatasi masalah kesenjangan antara teori kampus dengan kebutuhan industri. Sebanyak sebelas mahasiswa PhD teknik sudah mendapatkan gelar melalui jalur ini dengan menghasilkan karya yang diaplikasikan secara langsung, misalnya teknik pengelasan baru dan sistem pemadam kebakaran untuk pesawat laut. Pemerintah China mengkoordinasikan kerjasama antara universitas dan perusahaan besar untuk mendukung program ini. Selama ujian lisan, mahasiswa dipantau oleh panel gabungan akademisi dan praktisi industri, sehingga kualitas pendidikan dipastikan tetap tinggi. Selain itu, komunitas teknik kini semakin terhubung dengan dunia industri dan pertahanan, terutama di universitas seperti Tsinghua dan Northwestern Polytechnical University. Program PhD praktis ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya insinyur unggul yang mampu menjawab tantangan teknologi dan inovasi nasional. Banyak yang percaya bahwa pendekatan ini akan mendukung posisi China sebagai negara dengan teknologi depan di masa depan melalui perpaduan ilmu dan praktik yang seimbang.
05 Feb 2026, 06.05 WIB

Mengapa Insinyur Chip Terkenal Memilih Bekerja di China: Kebebasan dan Inovasi

Mengapa Insinyur Chip Terkenal Memilih Bekerja di China: Kebebasan dan Inovasi
Xu Zhenpeng adalah seorang insinyur chip yang sebelumnya bekerja di sebuah start-up di Amerika Serikat. Ia memimpin proyek yang mengembangkan mesin pembuatan chip dengan teknologi baru yang menggunakan bagian cetak 3D. Namun, kebijakan ketat dan aturan perusahaan di AS membatasi kebebasannya untuk bereksperimen dan bergerak secara internasional. Karena pembatasan ini, Xu memutuskan untuk kembali ke China dan diterima sebagai profesor tetap di Shanghai Jiao Tong University. Di sana, ia merasa dapat menjalankan penelitian dengan lebih leluasa dan mandiri. Kesempatan untuk berkontribusi dalam ekosistem manufaktur canggih yang sedang berkembang pesat juga menjadi alasan penting baginya. Ekosistem riset di China memang makin berkembang dan mendapatkan dukungan pemerintah yang kuat. Hal ini memungkinkan para peneliti seperti Xu dapat terus berinovasi tanpa hambatan yang mereka alami di AS. Lingkungan seperti ini sangat penting untuk kemajuan teknologi yang membutuhkan banyak eksperimen dan riset jangka panjang. Perpindahan Xu juga menunjukkan adanya perubahan besar dalam dunia riset teknologi tinggi. Semakin banyak talenta yang dipengaruhi oleh kebijakan di AS mencari peluang di negara lain seperti China yang menawarkan lebih banyak kebebasan riset. Ini menjadi sinyal penting bagi masa depan kompetisi teknologi global. Xu berkomitmen untuk fokus pada tujuan akademiknya di China, di mana ia berharap dapat terus mengembangkan mesin pembuatan chip yang lebih kecil, cepat, dan terjangkau. Kesempatan ini tidak hanya penting bagi kemajuan riset di China, tapi juga bagi industri manufaktur chip global ke depan.
30 Jan 2026, 09.15 WIB

Talenta Turun Tangan: Insinyur 3D Printing Presisi Tinggi Pindah ke SJTU

Talenta Turun Tangan: Insinyur 3D Printing Presisi Tinggi Pindah ke SJTU
Xu Zhenpeng adalah seorang insinyur ahli dalam bidang 3D printing berpresisi mikro yang baru saja mengambil keputusan besar untuk meninggalkan startup di California dan bekerja penuh waktu di Shanghai Jiao Tong University (SJTU) di Tiongkok. Keputusan ini menunjukkan bagaimana tempat riset dan inovasi teknologi bisa berubah dengan cepat antara negara dan lembaga. Sebelum kembali ke Tiongkok, Xu memimpin startup bernama Atomic Semi yang fokus pada pengembangan teknik 3D printing yang dapat membuat produksi chip lebih cepat dan murah dibandingkan cara tradisional yang sangat mahal dan menggunakan mesin besar. Perusahaan ini mendapatkan dukungan finansial dari tokoh-tokoh penting seperti OpenAI dan mantan CEO GitHub. Karier Xu dimulai sejak masa mahasiswa, ketika dia berhasil mendirikan perusahaan yang menjual printer 3D berukuran kompak dengan resolusi tinggi berbasis plastik cair. Ia melanjutkan risetnya di UCLA, di mana ia mengembangkan robot mini yang bisa berinteraksi dengan lingkungannya dengan bantuan metamaterial yang menganalisa gerakan mekanis menjadi sinyal listrik. 3D printing dengan presisi mikro yang dikembangkan Xu menjadi salah satu teknologi penting dalam manufaktur elektronik modern, khususnya pembuatan chip komputer. Keterlibatannya di SJTU akan memperkuat riset di bidang hardware AI dan manufaktur chip yang saat ini sangat dibutuhkan oleh banyak negara untuk mendukung inovasi teknologi mereka. Langkah Xu menunjukkan pentingnya peran penguatan riset akademik dalam kolaborasi dengan industri, terutama dalam perang teknologi global. Dengan berbekal ilmu dan pengalaman internasional, Xu berpotensi memimpin inovasi yang bisa merubah industri manufaktur chip di masa depan.

Baca Juga

  • Ekspansi Konektivitas Digital Indonesia: Paket Internet Terjangkau Dorong Inklusi

  • Revitalisasi Ekosistem Digital dan Komunitas oleh Telkomsel

  • Reformasi Akademik dan Pergeseran Talenta Teknologi di China

  • Agen AI Otonom Mengubah Perdagangan Digital

  • Mengubah Ekonomi Gig: Pergeseran Global dan Tantangan Kesejahteraan Pengemudi