Fokus
Bisnis

Mengubah Ekonomi Gig: Pergeseran Global dan Tantangan Kesejahteraan Pengemudi

Share

Cerita ini mengulas transformasi ekonomi gig dengan fokus pada pergeseran operasional dari pasar lokal ke global serta berbagai tantangan kesejahteraan yang dihadapi pengemudi. Isu-isu seperti perpindahan operasi, penipuan dalam pembayaran, dan jaminan kesejahteraan menjadi sorotan utama yang melibatkan perusahaan digital dan penyedia layanan jajak pendapatan seperti GoTo dan inisiatif ojol.

02 Feb 2026, 16.00 WIB

New York Paksa Aplikasi Pesan Antar Bayar Rp 77 Miliar ke Pengantar Makanan

New York Paksa Aplikasi Pesan Antar Bayar Rp 77 Miliar ke Pengantar Makanan
Pemerintah New York baru-baru ini memaksa aplikasi pesan antar makanan seperti Uber Eats, Fantuan, dan Hungry Panda membayar total 4,6 juta dolar AS kepada mitra pengantar makanan yang upahnya tertunda atau tidak dibayar dengan adil. Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan tersebut dinilai melakukan praktik tidak adil selama periode 4 Desember 2023 hingga 2 September 2024. Walikota New York, Zohran Mamdani, bersama Sam Levine dari Departemen Perlindungan Konsumer dan Tenaga Kerja menyatakan bahwa era di mana perusahaan besar memperkaya diri dengan memperlakukan pekerjanya dengan semena-mena sudah berakhir. Mereka tidak hanya memulihkan upah para pekerja, tetapi juga memberikan sanksi agar pelajaran ini menjadi peringatan untuk perusahaan lain. Uber Eats sendiri harus membayar sebanyak 3,15 juta dolar AS kepada 48.000 pekerja yang pendapatannya bervariasi antara 8,79 hingga 276,14 dolar AS per pekerja. Selain itu, Uber Eats juga menerima denda sebesar 350 ribu dolar AS dari Pemerintah Kota New York sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran yang dilakukan. Menurut laporan, perusahaan-perusahaan aplikasi pesan antar biasanya menggunakan sistem algoritma yang rumit untuk mengatur pembayaran yang cenderung rendah dan melakukan deaktivasi pekerja secara sewenang-wenang. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah karena menandai berakhirnya praktik tersebut yang selama ini sulit dituntut secara hukum. Uber menyampaikan pernyataan bahwa setelah mereka diberi tahu pada Agustus 2024, mereka langsung memperbaiki masalah ini dan membayar utang upah kepada pekerja. Mereka juga mengapresiasi pemerintah New York yang bertindak cepat dan adil, meskipun tetap menolak untuk dianggap bersalah.