
Elon Musk telah menggabungkan dua perusahaannya, SpaceX dan xAI, menjadi satu entitas baru yang siap melakukan penawaran saham perdana (IPO) dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi di bidang teknologi luar angkasa dan kecerdasan buatan.
Menurut data resmi, penggabungan ini resmi sejak 2 Februari 2026, dengan SpaceX menjadi anggota pengelola xAI Holdings. Perusahaan hasil merger ini dapat menghimpun dana IPO sebesar 50 miliar dolar AS dengan valuasi mencapai 1,5 triliun dolar AS.
Merger ini penting bagi xAI yang baru berusia tiga tahun agar bisa bersaing dengan perusahaan AI besar macam Google, OpenAI, dan Anthropic. Dengan dukungan modal besar, xAI diharapkan bisa mengembangkan infrastruktur AI yang lebih kuat.
SpaceX sendiri dikenal sebagai pemimpin layanan peluncuran roket dan pengelola jaringan internet satelit Starlink yang memiliki jutaan pengguna. Sementara itu, xAI memiliki produk chatbot Grok yang kini digunakan juga oleh Departemen Pertahanan AS meski pernah mengalami masalah di beberapa negara.
Penggabungan ini membuka peluang bagi integrasi teknologi AI dengan layanan satelit dan roket, yang bisa menciptakan inovasi baru di bidang komunikasi, pertahanan, dan teknologi luar angkasa di masa depan.