Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Kreator Mengkritisi Paradigma Baru TikTok

Share

Kelompok kreator di platform TikTok mulai bersuara mengenai kebijakan dan perubahan format yang diterapkan oleh platform tersebut. Ketidakpuasan ini menyuarakan masalah seputar transparansi kontrol konten dan kepercayaan pengguna, dua isu penting yang bisa mempengaruhi masa depan ekosistem media sosial.

28 Jan 2026, 02.14 WIB

TikTok Amerika Baru: Gangguan Algoritma dan Kreator Mulai Beralih Platform

TikTok Amerika Baru: Gangguan Algoritma dan Kreator Mulai Beralih Platform
Pada tanggal 22 Januari 2026, TikTok resmi menjadi entitas mayoritas milik Amerika Serikat setelah diwajibkan melepaskan kepemilikan ByteDance. Langkah ini menyebabkan gangguan besar di platform, seperti tertundanya pembayaran dan kehilangan fungsi yang sebelumnya mendukung kreator dan merek di TikTok. Banyak pengguna melaporkan performa konten yang menurun drastis dengan jumlah tayangan sangat rendah, kadang di bawah 1.000, bahkan beberapa kreator menemukan video mereka tertahan dalam proses review selama berjam-jam tanpa hasil yang jelas. Masalah ini membuat kepercayaan para kreator menurun karena jangkauan adalah kunci untuk menjalin kemitraan dengan merek. Selain itu, metrik di platform menjadi tidak dapat diandalkan, ada situasi aneh dimana jumlah like melebihi jumlah view, yang secara teknis tidak mungkin. Beberapa kreator dan pengelola sosial media melaporkan kehilangan akses ke data analitik yang sangat penting dalam mengelola konten dan strategi pemasaran mereka. Melihat ketidakpastian ini, banyak kreator sudah mulai beralih atau mengembangkan konten mereka di platform lain seperti YouTube Shorts, Instagram, dan platform baru seperti UpScrolled yang menjanjikan kontrol lebih besar terhadap konten tanpa intervensi algoritmik yang berat. Ini menjadi strategi penting untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu platform. Agensi dan pelaku bisnis disarankan untuk mengadopsi strategi multi-platform agar terhindar dari dampak negatif yang mungkin timbul akibat kondisi TikTok yang sedang tidak stabil. Ke depan, platform dengan kontrol terpusat yang ketat akan semakin sulit diandalkan untuk koneksi jangka panjang antara merek dan konsumen.
28 Jan 2026, 02.14 WIB

Gangguan TikTok Pasca Kepemilikan AS: Kreator dan Merek Mulai Migrasi

Gangguan TikTok Pasca Kepemilikan AS: Kreator dan Merek Mulai Migrasi
Pada 22 Januari 2026, TikTok secara resmi berubah menjadi mayoritas dimiliki oleh entitas Amerika, memisahkan diri dari ByteDance. Perubahan ini menyebabkan gangguan besar pada platform, mempengaruhi kreator dan merek yang telah lama mengandalkan TikTok. Algoritma TikTok yang sebelumnya kuat tiba-tiba berubah, membuat banyak akun mengalami penurunan jangkauan yang tajam. Beberapa konten bahkan melihat views kurang dari seribu, meskipun mendapat banyak likes, menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan kreator. Selain itu, data analitik seperti jumlah views dan performa konten tampak hilang atau tidak konsisten, seperti munculnya likes yang lebih banyak daripada views. Hal ini mengurangi kepercayaan pengguna terhadap keandalan platform TikTok. Sebagai respons, beberapa kreator mulai memindahkan fokus mereka ke platform alternatif seperti YouTube Shorts, Instagram, dan platform baru seperti UpScrolled yang dianggap lebih ramah kreator dan tidak terlalu ketat dalam pengawasan algoritma. Para ahli dan agen talent menyarankan agar merek dan kreator mengadopsi strategi multi-platform untuk menghindari risiko ketergantungan hanya pada satu platform yang sedang mengalami ketidakstabilan dan gangguan ini.
28 Jan 2026, 02.14 WIB

TikTok Amerika Baru: Gangguan Besar dan Perubahan Cara Kreator Bangun Komunitas

TikTok Amerika Baru: Gangguan Besar dan Perubahan Cara Kreator Bangun Komunitas
Pada tanggal 22 Januari 2026, TikTok berubah menjadi entitas dengan kepemilikan mayoritas dari Amerika Serikat setelah divestasi dari ByteDance. Perubahan kepemilikan ini membawa sejumlah gangguan besar pada platform yang berdampak langsung pada kreator dan merek yang telah lama bergantung pada TikTok sebagai sumber utama pemasaran dan penyebaran konten. Mulai akhir Januari, banyak pengguna TikTok melaporkan masalah seperti jangkauan posting yang menurun signifikan, muncul anomali seperti jumlah suka yang lebih banyak dari jumlah tayangan, dan data analitik yang hilang dari dashboard. Hal ini menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di antara para kreator yang mengandalkan metrik tersebut untuk mendapatkan peluang kerja sama dan penghasilan. Selain gangguan teknis, TikTok juga memperbarui Terms of Service yang memuat izin pengumpulan data lokasi dan pengolahan data pengguna yang lebih luas, menimbulkan kekhawatiran privasi yang semakin memperburuk citra platform. Pengguna sosial media dan para profesional pemasaran mulai mempertanyakan masa depan TikTok sebagai platform global yang terbuka. Sebagai respons terhadap ketidakpastian ini, banyak kreator seperti Eddie Infante dan Gabby Huffman mulai mengeksplorasi dan memindahkan perhatian mereka ke platform lain seperti YouTube Shorts, Instagram, dan platform baru seperti UpScrolled yang dianggap lebih ramah kreator dan kurang terkontrol oleh algoritma ketat. Pakar seperti Hannah Stabler mendorong strategi diversifikasi konten dan audiens dengan tidak lagi mengandalkan satu media sosial saja, melainkan memperluas jangkauan ke berbagai platform. Ini penting untuk menjaga bisnis kreator dan hubungan merek dengan konsumen tetap stabil di tengah perubahan besar yang terjadi di TikTok.

Baca Juga

  • Konsolidasi Strategis Perusahaan Elon Musk dan Pengaruh Globalnya

  • Balapan Penerbangan China: Meningkatkan Pesawat Dalam Negeri dan Meninjau Peran Pilot

  • Kreator Mengkritisi Paradigma Baru TikTok

  • Pergantian Kepemimpinan di Arena E-Commerce Indonesia

  • Revolusi Legal Tech Berbasis AI: Transformasi Inteligensi Kontrak