
Bisnis e-commerce di Indonesia semakin berkembang dengan pesat dan menjadi motor utama ekonomi digital sepanjang 2025. Transaksi e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai Rp 3.09 quadriliun (US$185 miliar) atau sekitar Rp 3.093 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan kontribusi besar dari produk grocery dan non-grocery.
Shopee berhasil mempertahankan posisi sebagai aplikasi belanja online paling populer di Indonesia. Perusahaan ini juga gencar mendorong fitur video commerce dalam aplikasinya, yang menjadi tren baru dan semakin digemari masyarakat di Tanah Air.
Video commerce menunjukkan pertumbuhan luar biasa dengan peningkatan volume transaksi mencapai 2,6 miliar transaksi pada tahun 2025, naik 90% dibanding tahun sebelumnya. Kategori yang paling banyak diminati adalah fashion, aksesori, perawatan diri, dan kecantikan.
Nilai pesanan rata-rata (AOV) untuk video commerce di Indonesia berkisar antara Rp 751.50 ribu (US$4,5) hingga Rp 100.20 ribu (US$6) , sedikit lebih rendah dibanding rata-rata Asia Tenggara yang mencapai Rp 100.20 ribu (US$6) hingga Rp 116.90 ribu (US$7) per orang. Saat ini, terdapat sekitar 800 ribu penjual dan toko yang telah menggunakan layanan video commerce di Indonesia.
Selain peningkatan transaksi, data Sensor Tower juga mencatat bahwa aplikasi retail di Indonesia telah diunduh sebanyak 181 juta kali sepanjang 2025. Pengguna menghabiskan total waktu hingga 8,68 miliar jam di aplikasi tersebut, menandakan tingginya aktivitas dan minat konsumen pada platform digital retail.