
Ivo adalah startup teknologi legal yang berbasis di San Francisco dan telah mengembangkan perangkat lunak AI yang membantu tim hukum internal dalam meninjau, mengelola, dan menganalisis kontrak secara besar-besaran. Produk ini memudahkan perusahaan besar untuk menghemat hingga 75% waktu yang biasanya diperlukan dalam peninjauan kontrak secara manual.
Setelah mengalami pertumbuhan pendapatan yang sangat cepat dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Ivo berhasil menggalang pendanaan Seri B sebesar 55 juta dolar AS. Pendanaan ini dipimpin oleh investor lama Blackbird dan diikuti oleh beberapa investor lainnya, dengan valuasi perusahaan yang kini lima kali lipat dibanding sembilan bulan lalu.
Ivo memiliki fokus khusus untuk melayani tim hukum internal perusahaan, bukan firma hukum, karena kebutuhan dan dinamika mereka sangat berbeda. Teknologi yang dipakai memungkinkan penilaian kontrak secara cepat dan akurat, serta analisis menyeluruh terhadap perpustakaan kontrak perusahaan tanpa perlu penandaan manual.
Untuk mencapai tingkat akurasi tinggi, Ivo menggunakan proses rumit yang menggabungkan lebih dari 400 panggilan model AI dalam satu peninjauan kontrak, sehingga hasilnya dapat dimengerti dan diaudit oleh para pengacara. Konsep ini mirip dengan bekerja dengan junior lawyer yang walaupun tidak sempurna, outputnya mudah diikuti dan dapat dipercaya.
Ivo sudah digunakan oleh berbagai perusahaan besar seperti Uber, Shopify, dan IBM, dengan peningkatan pengguna serta adopsi signifikan di kalangan perusahaan Fortune 500. Mereka juga berencana menambah lebih dari tiga kali lipat jumlah karyawan dan membuka kantor baru di New York dan London tahun ini.