
Pemerintah Tiongkok lewat otoritas penerbangan sipil mengusulkan perubahan aturan yang memperbolehkan pesawat buatan dalam negeri, C919, untuk mendarat di landasan yang lebih sempit dari biasanya. Ini penting karena selama ini pesawat C919 hanya bisa digunakan di bandara dengan landasan selebar 45 meter, yang hanya tersedia di bandara besar.
Dengan aturan baru, lebar minimum landasan yang bisa dipakai pesawat ini menjadi 30 meter, sehingga bisa mendarat di bandara-bandara kecil atau regional. Bandara dengan landasan sempit ini banyak ditemukan di dalam negeri Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara, membuka peluang besar bagi C919 untuk melayani rute yang sebelumnya sulit dijangkau.
Perubahan ini juga memungkinkan C919 untuk bersaing langsung dengan pesawat produksi Boeing dan Airbus yang sudah lebih dulu mendapatkan izin untuk operasi di landasan sempit. Pesawat-pesawat tersebut adalah Boeing 737 dan Airbus A320 yang selama ini mendominasi pasar kelas pesawat narrow-body.
Peluang pasar yang lebih luas ini akan menguatkan posisi C919 di industri penerbangan global, terutama di kawasan Asia Tenggara yang memiliki banyak bandara kecil. Analis independen meyakini langkah ini akan membuka pasar yang selama ini sulit ditembus oleh produk pesawat nasional Tiongkok.
Jika implementasi dan standar keamanan dari penggunaan landasan sempit ini ditegakkan dengan baik, masa depan C919 akan semakin cerah. Pesawat ini berpotensi meningkatkan persaingan di pasar pesawat penumpang regional, memberikan pilihan lebih banyak kepada maskapai dan penumpang.