Fokus
Sains

Menulis Ulang Narasi Tata Surya: Uranus, Jupiter, dan Europa Didefinisikan Ulang

Share

Penemuan ilmiah terbaru mengungkap bahwa radiasi misterius di sekitar Uranus, bentuk dan ukuran Jupiter yang harus diperbarui, serta molekul ramah kehidupan yang bocor dari Europa menantang model buku pelajaran lama dan menawarkan perspektif baru tentang tata surya kita.

11 Feb 2026, 01.10 WIB

Ilmuwan Temukan Penyebab Sabuk Radiasi Uranus yang Sangat Kuat

Ilmuwan Temukan Penyebab Sabuk Radiasi Uranus yang Sangat Kuat
Pada tahun 1986, Voyager 2 melintasi Uranus dan mengukur sabuk radiasi di sekitar planet tersebut. Data menunjukkan bahwa sabuk radiasi elektron Uranus jauh lebih kuat dibandingkan yang diprediksi oleh para ilmuwan, menimbulkan sebuah misteri yang belum terpecahkan selama bertahun-tahun. Baru-baru ini, para peneliti dari Southwest Research Institute melakukan analisis ulang data Voyager 2 dan membandingkannya dengan pengamatan dari Bumi selama peristiwa ruang angkasa intens di tahun 2019. Penelitian ini mengarah pada pemahaman baru tentang penyebab tingginya energi di sabuk radiasi Uranus. Para ilmuwan menemukan bahwa sebuah fenomena bernama Co-rotating Interaction Region, yang terjadi ketika angin matahari dengan kecepatan tinggi mengejar arus angin yang lebih lambat, kemungkinan besar telah memperkuat sabuk radiasi elektron Uranus saat Voyager 2 lewat. Temuan ini penting karena bisa menjelaskan mengapa sabuk radiasi Uranus begitu intens dan memberikan petunjuk bagaimana interaksi medan magnet planet luar dengan angin matahari berlangsung. Selain itu, pengetahuan ini juga dapat diterapkan untuk memahami sistem magnetosfer planet lain, seperti Neptunus. Dengan adanya temuan ini, para ilmuwan menuntut misi baru yang akan mengorbit Uranus dan mengumpulkan data langsung dari berbagai bagian magnetosfernya. Ini akan membantu menjawab banyak pertanyaan tentang stabilitas dan dinamika sabuk radiasi Uranus.
04 Feb 2026, 17.00 WIB

Pengukuran Baru Juno Ungkap Jupiter Lebih Kecil dan Datarnya Dari Dugaan

Pengukuran Baru Juno Ungkap Jupiter Lebih Kecil dan Datarnya Dari Dugaan
Jupiter, planet terbesar di tata surya, telah diukur ulang dengan data baru dari pesawat antariksa Juno. Para ilmuwan menyadari bahwa panjang dan bentuk planet ini sedikit lebih kecil dan lebih datar dari yang diperkirakan sebelumnya, mendobrak pengukuran klasik dari 50 tahun lalu yang berasal dari misi Voyager dan Pioneer. Pesawat Juno telah mengumpulkan data radio selama bertahun-tahun sejak sampai di Jupiter pada 2016. Data ini memungkinkan para peneliti melacak perubahan sinyal radio saat melewati atmosfer Jupiter, termasuk dampak angin yang mengubah bentuk gas raksasa tersebut. Pendekatan ini lebih canggih dibandingkan metode sebelumnya dan mengukuhkan ukuran baru Jupiter. Dengan metode ini, para ilmuwan menemukan bahwa radius Jupiter dari kutub ke pusatnya adalah sekitar 66.842 kilometer, atau 12 kilometer lebih kecil dari yang diperkirakan. Radius di ekuator juga berkurang sekitar 4 kilometer menjadi 71.488 kilometer, perubahan kecil namun penting dalam memahami planet ini secara detail. Perubahan ukuran ini bukan sekadar statistik, namun berdampak terhadap model interior Jupiter. Model baru yang diperbaiki dapat lebih akurat mencocokkan data gravitasi dan atmosfer planet, sehingga dapat membantu memahami komposisi dan dinamika internal Jupiter dengan lebih baik. Selain manfaat untuk Jupiter, penelitian ini memiliki implikasi besar untuk memahami planet gas raksasa lain baik di tata surya maupun di luar tata surya. Memahami planet pertama yang terbentuk ini membawa kita lebih dekat pada pemahaman proses pembentukan dan evolusi planet pada umumnya.