
Para ilmuwan berhasil mengamati transisi fase yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari superfluid menjadi supersolid dan kembali lagi, pada partikel yang disebut eksiton. Eksiton adalah kombinasi antara elektron dan lubang elektron yang ada pada material tertentu.
Superfluid adalah fase materi yang dapat mengalir tanpa hambatan atau gesekan, dan biasanya terjadi pada suhu sangat rendah, mendekati nol mutlak. Sedangkan supersolid adalah fase materi yang memiliki kemampuan aliran superfluid, namun juga memiliki struktur kristal padat seperti padatan biasa.
Studi ini menggunakan dua lapisan grafena yang sangat tipis, ditempatkan sangat berdekatan sambil dikenakan medan magnet kuat dan suhu sangat dingin. Pada suhu tertentu, eksiton membentuk superfluid, dan saat suhu diturunkan lebih jauh, mereka membentuk fase yang diduga adalah supersolid.
Sebelumnya, untuk membuat supersolid dibutuhkan perlakuan khusus dengan alat tambahan agar partikel dapat berbaris rapi secara teratur. Namun kali ini, perubahan fase terjadi secara alami seperti layaknya air yang membeku menjadi es, dan bisa kembali mencair.
Penemuan ini penting karena membuka pemahaman baru terhadap perilaku materi pada suhu ekstrem, dan bisa menjadi dasar bagi pengembangan teknologi materi kuantum di masa depan, termasuk kemungkinan penciptaan material dengan sifat superkonduktif atau perangkat kuantum canggih.