Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Reformasi Sistem Kesehatan Mental: Investigasi dan Pembaruan DSM

Share

Beberapa berita mengungkapkan upaya penting untuk mereformasi sistem kesehatan mental, mulai dari investigasi atas praktik di rumah sakit psikiatri di China hingga revisi komprehensif pedoman diagnostik (DSM) di Amerika Serikat. Perubahan ini diyakini dapat meningkatkan perawatan pasien dan menekan potensi penyalahgunaan dalam sistem kesehatan mental global.

05 Feb 2026, 14.25 WIB

Penipuan Asuransi di Rumah Sakit Jiwa Dorong Pemeriksaan Nasional di China

Penipuan Asuransi di Rumah Sakit Jiwa Dorong Pemeriksaan Nasional di China
Beberapa rumah sakit jiwa di provinsi Hubei, China, dilaporkan menahan pasien yang sebenarnya tidak mengalami gangguan mental. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan dana dari sistem asuransi kesehatan nasional secara ilegal. Media lokal mengungkap praktik ini yang menyeret banyak pasien menjadi korban penahanan tanpa alasan medis. Pasien ini diklaim dirawat untuk mengelabui sistem subsidi pemerintah. Menyikapi isu tersebut, National Healthcare Security Administration memerintahkan semua provinsi untuk mengadakan pertemuan dengan pimpinan institusi kesehatan jiwa dan melakukan penyelidikan menyeluruh. Penyelidikan ini harus fokus pada dugaan rawat inap tanpa alasan, diagnosa palsu, perawatan fiktif, serta pemalsuan dokumen. Semua dana yang diperoleh secara ilegal harus dikembalikan kepada asuransi. Laporan ini memicu perhatian nasional karena menandakan adanya celah besar dalam pengawasan layanan kesehatan jiwa, yang akan memicu reformasi dan regulasi ketat ke depan.
03 Feb 2026, 07.00 WIB

DSM Baru: Panduan Diagnosis Mental yang Lebih Ilmiah dan Inklusif untuk Masa Depan

DSM Baru: Panduan Diagnosis Mental yang Lebih Ilmiah dan Inklusif untuk Masa Depan
Satu dari empat orang dewasa terkena gangguan mental, sehingga DSM menjadi buku penting bagi para dokter dan psikiater. Namun, DSM-5 yang dibuat pada 2013 sering dikritik karena terlalu kaku dalam mengelompokkan penyakit mental dan kurang membahas penyebab-penyebab sosial dan biologisnya. Baru-baru ini, American Psychiatric Association (APA) mengumumkan rencana untuk membuat versi baru DSM yang lebih ilmiah dan inklusif. Mereka ingin agar manual itu tidak hanya berguna untuk profesional, tapi juga bisa menjadi sumber edukasi dan alat kampanye bagi masyarakat luas. Salah satu ide utama adalah mengubah DSM agar diagnosis gangguan mental lebih fleksibel dan bekerja berdasarkan skala atau dimensi, bukan hanya kategori tetap seperti sebelumnya. Hal ini diharapkan bisa membuat diagnosa lebih tepat dan sesuai kondisi tiap pasien. Meski demikian, versi baru DSM diperkirakan belum akan memasukkan tes biomarker—seperti hasil scan otak atau data genetik—karena saat ini belum ada biomarker yang cukup andal untuk diagnosa gangguan mental. Namun, mereka sudah mulai merencanakan riset untuk mengembangkan tes biomarker di masa depan. Selain aspek biologis, DSM baru juga akan lebih banyak memasukkan faktor budaya dan lingkungan yang mempengaruhi kondisi mental seseorang, serta menilai bagaimana penyakit itu mempengaruhi kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
03 Feb 2026, 07.00 WIB

Masa Depan DSM: Panduan Baru Diagnosis Gangguan Mental Lebih Ilmiah dan Inklusif

Masa Depan DSM: Panduan Baru Diagnosis Gangguan Mental Lebih Ilmiah dan Inklusif
Buku panduan DSM saat ini sering dikritik karena hanya memfokuskan pada gejala tanpa menjelaskan penyebab gangguan mental atau mempertimbangkan faktor sosial dan lingkungan. Karena penyakit mental memengaruhi banyak orang, penting untuk memiliki panduan diagnosis yang akurat dan bisa dipahami oleh profesional maupun masyarakat luas. Organisasi Psikiatri Amerika (APA) kini sedang merencanakan versi baru DSM untuk menggantikan DSM-5 yang diterbitkan pada 2013. Versi baru ini akan menonjolkan konsep dimensi diagnosis, yang berarti gangguan mental tidak lagi dikategorikan secara kaku, tetapi dilihat sebagai derajat atau spektrum gejala. Salah satu perubahan penting adalah rencana mengganti nama DSM menjadi Diagnostic and Scientific Manual untuk menekankan aspek ilmiah dan bukan hanya statistik. Manual ini juga akan memasukkan fokus baru pada penyebab biologis, budaya, dan lingkungan serta bagaimana gangguan mental memengaruhi kualitas hidup pasien. Sejauh ini belum ada biomarker yang dapat digunakan secara pasti untuk diagnosis gangguan mental, seperti lewat tes darah atau pemindaian otak. Namun, para ahli di APA mulai menyiapkan roadmap supaya biomarker dapat dimasukkan ke dalam panduan di masa depan ketika sudah ada bukti ilmiah yang cukup kuat. Mandat utama DSM baru adalah menyediakan panduan yang tidak hanya dipakai tenaga kesehatan mental, tetapi juga bisa membantu edukasi masyarakat dan membantu para aktivis dalam mendapatkan perhatian dan dana untuk kesehatan mental di masa mendatang.

Baca Juga

  • Reformasi Sistem Kesehatan Mental: Investigasi dan Pembaruan DSM

  • Keselamatan Bulan dan Tantangan Misi: Ancaman Asteroid dan Hambatan Teknis

  • Revolusi Surya SpaceX: Integrasi AI dan Pusat Data Orbit

  • Inovasi Riset Kanker: Mengungkap Penghindaran Imun oleh Tumor dan Terobosan CAR-T

  • Inovasi Energi Hijau China: Mengoptimalkan Tenaga Tibet dan Panel Surya dengan Lapisan Hidrogel