
Elon Musk dan perusahaan luar angkasanya SpaceX sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan panel surya dari China untuk mewujudkan pusat data di luar angkasa yang menggunakan energi matahari secara terus-menerus. Ide ini bertujuan menghadirkan pusat data dengan pasokan energi tanpa henti, yang penting untuk mengakomodasi kebutuhan komputasi kecerdasan buatan yang sangat besar.
Pengumuman ini memicu kenaikan harga saham beberapa perusahaan surya China seperti Zhonghuan dan Jinko Solar, menunjukkan semangat pasar yang tinggi terhadap potensi teknologi baru ini. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama karena para analis mengingatkan bahwa teknologi ini masih jauh dari tahap siap pakai secara komersial.
Perusahaan seperti Jinko Solar telah memberi peringatan kepada investor bahwa teknologi panel surya di ruang angkasa masih dalam tahap riset dan belum menghasilkan pendapatan nyata. Hal ini menandakan bahwa masih banyak risiko dan tantangan teknis yang harus diatasi sebelum konsep ini bisa dijalankan secara luas.
Elon Musk sendiri yakin bahwa komputasi berbasis ruang angkasa adalah satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan pendinginan dan energi pusat data kecerdasan buatan yang terus berkembang, karena infrastruktur di bumi sulit menanganinya. Jika berhasil, ini bisa merevolusi cara kita menggunakan energi dan mengelola data di masa depan.
Meskipun prospek ini menarik, para ahli dan pelaku industri menyarankan agar publik dan investor tidak terbawa euforia pasar secara berlebihan. Masa depan teknologi ini masih belum pasti dan membutuhkan kerja keras serta waktu lama untuk membuktikannya secara nyata.