Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Keselamatan Bulan dan Tantangan Misi: Ancaman Asteroid dan Hambatan Teknis

Share

Cerita ini menggabungkan sejumlah berita yang mengungkapkan tantangan serius pada misi eksplorasi bulan, termasuk ancaman tumbukan asteroid, retaknya permukaan bulan, dan masalah teknis dalam peluncuran misi seperti Artemis II. Upaya memperbaiki keselamatan dan stabilitas misi bulan dinilai sangat penting untuk masa depan eksplorasi ruang angkasa.

04 Feb 2026, 20.20 WIB

NASA Tunda Peluncuran Artemis 2 Gara-gara Bocor Hidrogen saat Uji Coba

NASA Tunda Peluncuran Artemis 2 Gara-gara Bocor Hidrogen saat Uji Coba
NASA harus menunda peluncuran misi berawak Artemis 2 karena terjadi kebocoran hidrogen saat uji coba pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS). Uji coba yang dimulai pada Sabtu malam ini sempat terganggu oleh masalah teknis, sehingga membuat proses simulasi peluncuran harus dihentikan lebih awal. Masalah kebocoran hidrogen muncul saat proses pengisian bahan bakar pada hari Senin dan ini bukan pertama kalinya terjadi. Tiga tahun lalu, misi Artemis 1 juga mengalami kendala yang sama, memaksa roket untuk kembali ke Vehicle Assembly Building beberapa kali sebelum bisa diluncurkan. Meski uji kali ini berjalan lebih baik dari sebelumnya karena tim berhasil mengisi penuh bahan bakar hingga fase hitung mundur akhir, kebocoran yang kembali terjadi memaksa mereka menghentikan uji coba pada saat hitung mundur mencapai kurang dari lima menit. Artemis 2 adalah misi penting karena akan membawa empat astronaut mengelilingi sisi jauh Bulan selama 10 hari dengan wahana Orion. Misi ini menjadi tahap krusial sebelum NASA melanjutkan misi Artemis 3 yang ditargetkan untuk mendaratkan manusia kembali ke permukaan Bulan. NASA memutuskan untuk melewatkan peluang peluncuran pada Februari dan menargetkan peluncuran Artemis 2 pada Maret. Meskipun uji coba gagal, data yang didapatkan tetap memberikan banyak informasi penting untuk perbaikan dan persiapan misi selanjutnya.
04 Feb 2026, 08.55 WIB

Asteroid 2024 YR4 Berpeluang Tabrak Bulan, Kilatan Cahaya Terang Akan Terlihat

Asteroid 2024 YR4 Berpeluang Tabrak Bulan, Kilatan Cahaya Terang Akan Terlihat
Sebuah asteroid bernama 2024 YR4 ditemukan pada Desember 2024 dan awalnya menimbulkan kekhawatiran karena peluangnya menabrak Bumi mencapai 3,1%. Namun, observasi lebih lanjut menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb membantah ancaman tersebut terhadap Bumi. Kini data baru menunjukkan bahwa asteroid tersebut memiliki kemungkinan 4,3% untuk menabrak Bulan pada 22 Desember 2032. Tumbukan ini diperkirakan akan sangat besar dan berdampak signifikan. Jika tumbukan terjadi, kawah selebar satu kilometer akan terbentuk di permukaan Bulan. Peristiwa juga akan menghasilkan kilatan cahaya yang tingkat kecerahannya setara dengan planet Mars atau Jupiter, sehingga dapat dilihat dari Bumi dengan mata telanjang. Selain kilatan tersebut, tumbukan akan menimbulkan gempa Bulan berskala global dan cahaya inframerah yang bertahan beberapa jam. Material dari tumbukan juga akan terlempar ke luar angkasa dan beberapa hingga ke Bumi, memicu hujan meteor. Para ilmuwan melihat ini sebagai kesempatan langka untuk mempelajari tumbukan besar secara langsung. Oleh karena itu, observasi tambahan sudah direncanakan dimulai tahun 2028 untuk memastikan lintasan dan mempersiapkan pemantauan lebih intensif menjelang 2032.
03 Feb 2026, 23.02 WIB

Peluncuran Artemis II Mundur Karena Kebocoran Hidrogen pada Roket NASA

Peluncuran Artemis II Mundur Karena Kebocoran Hidrogen pada Roket NASA
NASA menunda peluncuran Artemis II, misi yang berencana mengirim empat astronot mengelilingi bulan, setelah ditemukan kebocoran bahan bakar hidrogen saat simulasi peluncuran roket Space Launch System (SLS). Masalah ini menyebabkan peluncuran yang semula dijadwalkan bulan Februari harus ditunda hingga Maret atau April 2024. Simulasi peluncuran yang disebut wet dress rehearsal bertujuan untuk memastikan kesiapan semua sistem roket sebelum peluncuran resmi dilakukan. Kebocoran bahan bakar yang terjadi pada Artemis II sangat mirip dengan masalah yang dialami roket yang sama pada misi Artemis I di tahun 2022. Proses pengisian bahan bakar roket yang melibatkan liquid hydrogen dan liquid oxygen sangat sensitif, dan suhu dingin ekstrim selama beberapa hari terakhir juga memperumit proses tersebut. Akibatnya, terjadi beberapa gangguan teknis, termasuk komunikasi yang tidak stabil serta perlunya memperbaiki beberapa komponen roket dan kapsul. Misi Artemis II adalah langkah penting dalam Program Artemis NASA untuk mengembalikan manusia ke bulan setelah lebih dari 50 tahun. Jika berhasil, misi ini akan menguji berbagai sistem penting di luar angkasa, termasuk membawa kembali data penting untuk persiapan misi Artemis III yang ditargetkan membawa manusia mendarat kembali di permukaan bulan pada tahun 2028. Artemis II juga menandai misi dimana NASA akan mengirimkan wanita pertama dan pria kulit hitam pertama ke bulan. Empat astronot yang akan terbang dalam misi ini, termasuk tiga dari NASA dan satu dari Canadian Space Agency, telah menjalani masa karantina sejak akhir Januari untuk memastikan kondisi kesehatan mereka optimal menjelang peluncuran. Namun karena penundaan ini, mereka saat ini telah keluar dari karantina sementara dan akan kembali menjalani protokol tersebut beberapa minggu sebelum jadwal peluncuran berikutnya. NASA menegaskan bahwa keselamatan seluruh kru adalah prioritas utama. NASA akan mengadakan konferensi pers pada tanggal 3 Februari untuk memberikan detail temuan dari simulasi peluncuran ini. Masyarakat dan penggemar luar angkasa dapat mengikuti berita langsung melalui saluran YouTube resmi NASA yang juga menyiarkan kondisi terkini Artemis II di landasan peluncuran di Kennedy Space Center. NASA berkomitmen untuk hanya meluncurkan misi ini saat semua sistem dan kru benar-benar siap.
03 Feb 2026, 08.15 WIB

Bulan Masih Aktif Secara Geologis, Risiko Gempa Perlu Diwaspadai

Bulan Masih Aktif Secara Geologis, Risiko Gempa Perlu Diwaspadai
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa permukaan Bulan tidak begitu statis seperti yang selama ini diyakini. Ternyata, Bulan mengalami gempa bulan yang menyebabkan retakan dan longsoran batu besar, terutama di daerah pendaratan Apollo 17 di lembah Taurus-Littrow. Para peneliti menemukan bahwa selain tumbukan meteorit, terdapat aktivitas seismik yang membuat lanskap Bulan berubah. Ini menandakan Bulan masih memiliki aktivitas geologis dan sedang mengalami proses kontraksi. Salah satu patahan aktif yang diidentifikasi adalah Lee-Lincoln Fault yang masih berpotensi memicu gempa di masa kini. Hal ini menjadi perhatian besar karena lokasi patahan ini dekat dengan tempat-tempat yang dipertimbangkan untuk penciptaan pangkalan permanen di Bulan. Risiko gempa bulan memang lebih kecil dibandingkan di Bumi, namun tetap harus diperhitungkan oleh NASA dan pihak terkait, terutama untuk misi jangka panjang seperti Artemis yang bertujuan membangun pemukiman manusia di Bulan. Kesimpulannya, meskipun risikonya kecil, aktivitas geologis dan gempa bulan harus menjadi bagian penting dalam perencanaan eksplorasi ruang angkasa, agar pangkalan manusia di Bulan dapat berdiri dengan aman dan tahan lama.
02 Feb 2026, 20.13 WIB

NASA Tunda Simulasi Peluncuran Artemis II Karena Cuaca Dingin Ekstrem

NASA Tunda Simulasi Peluncuran Artemis II Karena Cuaca Dingin Ekstrem
NASA sedang mempersiapkan peluncuran Artemis II, misi berawak ke bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun, namun simulasi peluncuran yang dijadwalkan pada akhir Januari harus ditunda akibat cuaca dingin ekstrem di Florida. Cuaca bersuhu sangat rendah memberikan tantangan pada proses pengujian dan kesiapan perangkat keras roket di Kennedy Space Center. Penundaan ini menyebabkan tanggal peluncuran awal yang direncanakan mundur beberapa hari, dengan jendela peluncuran terbaru mulai 8 Februari. NASA harus memastikan bahwa semua sistem telah melalui pengujian menyeluruh dalam kondisi terbaik agar peluncuran dan misi berjalan tanpa masalah. Misi Artemis II akan membawa tiga astronot NASA dan satu astronot Kanada dalam perjalanan sekitar bulan dengan pesawat Orion selama 10 hari. Ini adalah misi penting untuk menguji sistem bagi misi Artemis III yang direncanakan mendaratkan manusia di bulan pada 2028. Selama penundaan, teknisi NASA fokus menjaga Orion dalam kondisi operasional termasuk penggunaan pemanas dan perbaikan masalah kebocoran oksigen di perangkat pendukungnya. Kru juga menjalani masa karantina untuk memastikan kesehatan mereka sebelum penerbangan. Program Artemis bertujuan untuk membangun kehadiran manusia berkelanjutan di bulan sebagai langkah awal menuju eksplorasi Mars. NASA bersiap menghadapi tantangan teknis dan lingkungan dengan harapan misi ini membuka era baru dalam penjelajahan luar angkasa.

Baca Juga

  • Reformasi Sistem Kesehatan Mental: Investigasi dan Pembaruan DSM

  • Keselamatan Bulan dan Tantangan Misi: Ancaman Asteroid dan Hambatan Teknis

  • Revolusi Surya SpaceX: Integrasi AI dan Pusat Data Orbit

  • Inovasi Riset Kanker: Mengungkap Penghindaran Imun oleh Tumor dan Terobosan CAR-T

  • Inovasi Energi Hijau China: Mengoptimalkan Tenaga Tibet dan Panel Surya dengan Lapisan Hidrogel