Fokus
Sains

Inovasi Riset Kanker: Mengungkap Penghindaran Imun oleh Tumor dan Terobosan CAR-T

Share

Terobosan terbaru dalam penelitian kanker mengungkap mekanisme bagaimana tumor menghindari respons imun serta mengembangkan terapi CAR-T inovatif tanpa efek samping berbahaya. Upaya ini melibatkan para peneliti dan institusi medis, memberikan harapan baru untuk perawatan kanker yang lebih efektif dan personal.

03 Feb 2026, 07.00 WIB

Hindari Rokok dan Alkohol, 40% Kasus Kanker Bisa Dicegah Dunia

Hindari Rokok dan Alkohol, 40% Kasus Kanker Bisa Dicegah Dunia
Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature Medicine, hampir 40% dari kasus kanker baru di seluruh dunia pada tahun 2022 sebenarnya dapat dicegah. Hal ini disebabkan oleh faktor risiko yang bisa diubah seperti kebiasaan merokok, infeksi, dan konsumsi alkohol. Jumlah total kasus kanker baru mencapai 18,7 juta dengan 7,1 juta di antaranya terkait dengan faktor-faktor yang dapat dikendalikan. Merokok menjadi penyebab utama paling dominan yang berkontribusi pada kasus kanker yang bisa dicegah, dengan sekitar 15% dari total kasus preventable. Selain itu, infeksi yang meliputi beberapa jenis virus dan bakteri juga menyebabkan 10% kasus kanker, dan konsumsi alkohol menyumbang 3%. Ini menegaskan bahwa perubahan gaya hidup adalah kunci utama pencegahan kanker. Jenis kanker yang paling sering terkait dengan faktor risiko yang dapat diubah ini adalah kanker paru-paru, lambung, dan serviks. Ketiga jenis kanker ini mencapai hampir setengah dari semua kasus yang bisa dicegah secara global. Penelitian ini menggunakan data dari 36 jenis kanker dan faktor risiko dari 185 negara, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang masalah ini. Para peneliti menggabungkan data kasus kanker tahun 2022 dengan data paparan terhadap faktor risiko pada 2012 untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat tentang kontribusi masing-masing faktor risiko. Pendekatan ini membantu menunjukkan secara jelas bagaimana penurunan paparan terhadap faktor risiko tertentu dapat mencegah jutaan kasus kanker di masa depan. Hasil penelitian ini sangat relevan untuk dibagikan kepada masyarakat umum dan pembuat kebijakan agar fokus pada langkah pencegahan seperti pengurangan merokok, pencegahan infeksi, dan pengendalian konsumsi alkohol. Dengan melakukan ini, beban penyakit kanker bisa ditekan secara signifikan sekaligus mengurangi biaya pengobatan dan dampak sosial akibat kanker.