Courtesy of Forbes
Mengapa Gen Z Memimpin Tren 'Revenge Quitting' di Dunia Kerja Modern
03 Feb 2025, 15.30 WIB
185 dibaca
Share
Fenomena "revenge quitting" atau pengunduran diri sebagai bentuk protes semakin populer di kalangan pekerja, terutama generasi Z. Mereka tidak hanya berhenti bekerja, tetapi juga ingin menyampaikan pesan kepada perusahaan tentang kondisi kerja yang tidak sehat, seperti lingkungan kerja yang beracun, jam kerja yang panjang, dan harapan yang tidak terpenuhi. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung bertahan meskipun mengalami perlakuan buruk, generasi Z lebih memilih untuk keluar dari pekerjaan yang tidak menghargai mereka, bahkan jika itu dilakukan pada waktu yang sulit bagi perusahaan.
Generasi Z juga menempatkan kesehatan mental dan keseimbangan kerja-hidup sebagai prioritas utama. Mereka tidak ragu untuk meninggalkan pekerjaan yang membuat mereka merasa tertekan atau tidak nyaman, dan lebih memilih lingkungan kerja yang menghargai nilai-nilai pribadi mereka. Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, generasi ini mengharapkan fleksibilitas dan kesempatan untuk berkembang dalam karir mereka. Jika perusahaan tidak memenuhi harapan ini, mereka akan mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai mereka.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2025/02/03/3-reasons-why-gen-z-is-revenge-quitting-at-work-by-a-psychologist/
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2025/02/03/3-reasons-why-gen-z-is-revenge-quitting-at-work-by-a-psychologist/
Analisis Kami
"Fenomena revenge quitting yang dipimpin oleh Gen Z mengindikasikan kegagalan banyak perusahaan dalam beradaptasi dengan kebutuhan generasi baru. Perusahaan yang tetap berpegang pada model lama akan kehilangan sumber daya manusia terbaik mereka, yang pada akhirnya merugikan produktivitas dan reputasi organisasi."
Analisis Ahli
Adam Grant
"Gen Z memperlakukan pekerjaan sebagai bagian dari identitas mereka dan menolak kompromi pada nilai-nilai utama, yang memaksa perusahaan harus berubah dari hanya menawarkan gaji menjadi membangun budaya yang inklusif dan bermakna."
Brené Brown
"Keberanian Gen Z dalam melakukan "revenge quitting" adalah bentuk pemberdayaan diri yang positif yang mendorong perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan suportif."
Prediksi Kami
Perusahaan di masa depan akan dipaksa melakukan reformasi besar dalam budaya dan kebijakan kerja agar dapat menarik dan mempertahankan talenta muda yang semakin menuntut fleksibilitas, kesejahteraan mental, dan nilai-nilai etis di tempat kerja.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan pengunduran diri balas dendam?A
Pengunduran diri balas dendam adalah tindakan karyawan yang mengundurkan diri dengan cara yang mencolok untuk menyampaikan pesan kepada perusahaan tentang kondisi kerja yang tidak memuaskan.Q
Mengapa Generasi Z lebih cenderung melakukan pengunduran diri balas dendam?A
Generasi Z lebih cenderung melakukan pengunduran diri balas dendam karena mereka mengutamakan kesehatan mental dan keseimbangan kerja-hidup, serta tidak mau bertahan di lingkungan kerja yang toksik.Q
Apa dampak dari budaya kerja ekstrem terhadap Generasi Z?A
Budaya kerja ekstrem dapat menyebabkan stres psikologis dan ketidakpuasan di kalangan Generasi Z, yang dapat memicu keputusan untuk mengundurkan diri.Q
Bagaimana kesehatan mental mempengaruhi keputusan kerja Generasi Z?A
Kesehatan mental yang buruk dapat membuat Generasi Z merasa terjebak dalam pekerjaan mereka, sehingga mereka lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada terus menderita.Q
Apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi risiko pengunduran diri balas dendam?A
Perusahaan dapat mengurangi risiko pengunduran diri balas dendam dengan memperbaiki kebijakan tempat kerja, menawarkan fleksibilitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental karyawan.