Courtesy of YahooFinance
CEO Coinbase Berani Pecat yang Tolak Coba AI Coding Assistant
Menjelaskan bagaimana Coinbase memaksa penggunaan asisten AI untuk programmer dan dampaknya, serta menyoroti pentingnya AI dalam pengembangan perangkat lunak di perusahaan teknologi modern.
23 Agt 2025, 04.07 WIB
71 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penerapan AI dalam pengembangan perangkat lunak menjadi penting dan tidak bisa diabaikan.
- Pendekatan tegas Brian Armstrong menunjukkan komitmen perusahaan terhadap teknologi baru.
- Pelatihan dan berbagi pengetahuan tentang penggunaan AI dapat meningkatkan keterampilan tim pengembang.
San Francisco, Amerika Serikat - Di masa kini, semakin banyak programmer yang menggunakan asisten AI untuk membantu menulis kode, terutama untuk bagian yang membosankan dan repetitif. Coinbase, sebuah perusahaan besar di bidang cryptocurrency, membeli lisensi enterprise untuk GitHub Copilot dan Cursor agar semua insinyur mereka bisa mengakses teknologi ini.
Brian Armstrong, CEO Coinbase, terkejut saat mendengar bahwa sebagian insinyur kemungkinan akan lambat mengadopsi teknologi AI tersebut. Ia malah memberlakukan aturan yang mewajibkan seluruh tim engineering untuk mendaftar dan mencoba AI assistant di minggu pertama setelah lisensi diberikan.
Bagi yang tidak mematuhi aturan tersebut, Armstrong mengadakan pertemuan khusus di hari Sabtu untuk membahas alasan di balik penolakan mereka. Beberapa insinyur yang tidak bisa kasih alasan kuat kemudian langsung diberhentikan, meskipun tindakan ini dianggap cukup berat dan menimbulkan ketidakpuasan di dalam perusahaan.
Sejak itu, Coinbase secara rutin mengadakan pelatihan dan pertemuan bulanan agar tim-tim dapat berbagi tips dan trik pemanfaatan AI dalam pengembangan perangkat lunak. Meski AI sangat membantu, ada juga kekhawatiran tentang bagaimana mengelola kode yang dihasilkan AI agar tetap berkualitas dan terjaga.
Referensi:
[1] https://finance.yahoo.com/news/coinbase-ceo-explains-why-fired-210721193.html
[1] https://finance.yahoo.com/news/coinbase-ceo-explains-why-fired-210721193.html
Analisis Kami
"Pendekatan agresif Coinbase menunjukkan bahwa perusahaan besar sudah tidak sabar lagi untuk mengintegrasikan AI dalam workflow software development. Namun, pemecatan karena menolak mencoba AI mungkin menciptakan tekanan yang kontra-produktif dan dapat berdampak negatif pada budaya kerja jangka panjang."
Analisis Ahli
John Collison
"Meskipun AI sangat membantu dalam menulis kode, masih ada tantangan serius soal bagaimana mengelola dan memelihara kode yang dihasilkan AI dalam jangka panjang."
Prediksi Kami
Teknologi AI akan semakin terintegrasi dalam proses pengembangan perangkat lunak, sehingga perusahaan akan menerapkan kebijakan ketat agar karyawan menguasai dan memanfaatkan AI agar tetap kompetitif.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa Coinbase memutuskan untuk menggunakan alat bantu pemrograman AI?A
Coinbase memutuskan untuk menggunakan alat bantu pemrograman AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi tim pengembangnya.Q
Apa yang dilakukan Brian Armstrong untuk mendorong penggunaan AI di timnya?A
Brian Armstrong mengeluarkan perintah di saluran Slack utama perusahaan, meminta semua insinyur untuk belajar dan mendaftar menggunakan AI.Q
Apa reaksi beberapa insinyur terhadap penggunaan AI di Coinbase?A
Beberapa insinyur memperingatkan bahwa adopsi AI akan lambat, tetapi beberapa lainnya tidak memberikan alasan yang baik untuk tidak mendaftar.Q
Apa pendapat John Collison tentang penggunaan kode yang dihasilkan AI?A
John Collison mengungkapkan bahwa meskipun AI membantu dalam menulis kode, ada ketidakjelasan tentang bagaimana mengelola basis kode yang dihasilkan AI.Q
Apa langkah yang diambil Coinbase setelah menerapkan alat bantu AI?A
Setelah menerapkan alat bantu AI, Coinbase mengadakan pertemuan bulanan untuk berbagi cara kreatif dalam menggunakan AI di antara tim.