Bagaimana Mengukur ROI AI Agar Bisnis GTM Berkembang Pesat
Courtesy of Forbes

Bagaimana Mengukur ROI AI Agar Bisnis GTM Berkembang Pesat

Menggarisbawahi pentingnya memiliki kerangka kerja pengukuran ROI yang terstruktur dan terintegrasi dalam penggunaan AI di fungsi-GTM agar investasi AI bukan hanya eksperimen, tapi menjadi strategi pertumbuhan yang dapat dibuktikan keberhasilannya.

19 Nov 2025, 22.00 WIB
227 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perusahaan perlu mengembangkan kerangka pengukuran ROI yang terstruktur untuk AI.
  • AI harus diterapkan di area yang memberikan dampak terbesar pada kinerja bisnis.
  • Tata kelola AI harus menjadi bagian dari rantai nilai untuk memastikan keberlanjutan dan etika dalam penggunaan AI.
Banyak perusahaan mengadopsi AI dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan hasil bisnis, namun gagal karena tidak memiliki cara yang jelas untuk mengukur dampaknya. Seringkali, proyek AI berjalan tanpa tolok ukur atau metrik yang terhubung langsung dengan hasil bisnis, sehingga keuntungan yang diperoleh hanya bersifat anekdot dan sulit dibuktikan.
Di bidang pemasaran dan penjualan, di mana kreativitas manusia bertemu dengan proses yang kompleks, penting bagi perusahaan untuk fokus menggunakan AI di area dengan nilai bisnis tertinggi. AI sebaiknya menjadi 'rekan kerja manusia' yang meningkatkan kapasitas tim, mempercepat waktu siklus kerja, dan meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan.
Untuk berhasil, perusahaan harus mulai dengan mengukur kondisi sebelum penggunaan AI, memasukkan pengukuran secara otomatis dalam setiap langkah kerja, dan membandingkan kinerja AI dengan metode tradisional. Semua data ini harus disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh semua level manajemen agar keputusan strategis bisa diambil dengan tepat.
Selain efisiensi, AI harus dihadirkan sebagai alat yang mendukung pertumbuhan dan inovasi bisnis, seperti membuka pasar baru, beralih ke penjualan yang lebih proaktif, dan mempercepat siklus inovasi dengan insight yang diberikan AI. Pengukuran ROI yang tepat akan membuat AI bukan hanya alat penghemat biaya, tapi penggerak pertumbuhan perusahaan secara signifikan.
Era mencoba-coba AI di bidang pemasaran dan penjualan sudah berakhir. Kini saatnya perusahaan berfokus pada akuntabilitas dan pengukuran dampak sesungguhnya. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat membangun kepercayaan dan keyakinan dalam investasi AI, serta memaksimalkan peluang pertumbuhan yang ditawarkan teknologi ini.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/11/19/ai-success-architecture-roi-blueprint-for-go-to-market-ai-programs/

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Mengukur dampak AI dengan metrik bisnis langsung adalah kunci untuk mengubah AI dari proyek teknologi menjadi penggerak nilai bisnis nyata."
Fei-Fei Li
"Fokus pada kualitas keterlibatan pelanggan dengan AI akan meningkatkan pengalaman dan hasil penjualan, bukan sekadar efisiensi operasional."

Analisis Kami

"Pendekatan disiplin yang diusulkan sangat krusial karena tanpa pengukuran yang terintegrasi, AI hanya menjadi hype tanpa hasil nyata. Organisasi yang gagal mengaitkan metrik teknis AI dengan hasil bisnis akan kesulitan mengamankan investasi dan memperluas penggunaannya secara strategis."

Prediksi Kami

Di masa depan, perusahaan yang mengadopsi kerangka kerja pengukuran ROI AI yang solid akan menjadi pemimpin pasar dengan peningkatan kapasitas operasi, efisiensi biaya, dan pertumbuhan revenue yang dapat diukur secara nyata dibandingkan pesaingnya yang masih eksperimental atau tidak terukur.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa penyebab utama kegagalan perusahaan dalam menerapkan AI?
A
Perusahaan gagal dalam menerapkan AI bukan karena teknologi, tetapi karena mereka tidak dapat mengukur dampaknya.
Q
Mengapa penting untuk memiliki kerangka pengukuran ROI sebelum meluncurkan AI?
A
Kerangka pengukuran ROI penting untuk memastikan bahwa setiap inisiatif AI dapat diukur dan memberikan hasil yang jelas.
Q
Sebutkan tiga dimensi di mana AI dapat meningkatkan kinerja tim?
A
AI dapat meningkatkan kapasitas tim, memperpendek waktu siklus, dan meningkatkan kualitas keterlibatan dalam setiap interaksi dengan pelanggan.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'jobs to be done' dalam konteks AI?
A
'Jobs to be done' merujuk pada area di mana AI dapat memberikan nilai bisnis yang nyata dan tertarget.
Q
Mengapa tata kelola AI penting dalam memastikan keberlanjutan hasil produktivitas?
A
Tata kelola AI penting untuk memastikan bahwa hasil produktivitas yang dicapai bersifat berkelanjutan dan etis.