Penggunaan AI dalam Peer Review Meningkat, Tapi Masih Ada Tantangan Besar
Courtesy of NatureMagazine

Penggunaan AI dalam Peer Review Meningkat, Tapi Masih Ada Tantangan Besar

Mengungkap fakta bahwa penggunaan AI dalam peer review semakin umum dan mendorong penerbit serta peneliti untuk menetapkan kebijakan dan praktik yang bertanggung jawab, demi menjaga integritas dan kualitas proses ilmiah.

15 Des 2025, 07.00 WIB
129 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan AI dalam tinjauan sejawat semakin meningkat di kalangan peneliti.
  • Ada kebutuhan untuk kebijakan yang lebih baik dalam publikasi ilmiah terkait dengan penggunaan AI.
  • Eksperimen menunjukkan bahwa meskipun AI dapat membantu, ketergantungan pada alat tersebut bisa berbahaya tanpa pengawasan manusia.
Lausanne, Swiss - Sekarang, lebih banyak peneliti yang mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses peer review, yaitu tahap penilaian kualitas sebuah manuskrip ilmiah. Survei dari penerbit Frontiers mengungkap bahwa lebih dari separuh peneliti telah menggunakan AI untuk membantu mereka dalam mengulas manuskrip yang masuk.
Meskipun AI semakin dipakai, banyak penerbit, termasuk Frontiers, menetapkan aturan bahwa penggunaan AI harus diungkapkan dan tidak boleh membahayakan kerahasiaan manuskrip. Mereka juga melarang pengunggahan manuskrip yang belum dipublikasikan ke layanan chatbot demi melindungi hak kekayaan intelektual penulis.
Para peneliti yang menggunakan AI dalam peer review memanfaatkannya untuk berbagai tujuan, seperti membantu menulis laporan review, merangkum isi manuskrip, serta mendeteksi tanda-tanda plagiarisme atau duplikasi gambar yang bisa mengindikasikan kecurangan.
Namun, hasil uji coba menunjukkan bahwa meskipun AI seperti GPT-5 bisa meniru struktur dan bahasa laporan peer review, teknologi ini belum mampu memberikan kritik yang mendalam dan akurat. Bahkan pemberian konteks tambahan pun tidak meningkatkan kualitas review yang dihasilkan AI.
Karena itu, para ahli menekankan bahwa penggunaan AI dalam peer review harus dilakukan secara bertanggung jawab dan disertai dengan pelatihan serta pedoman yang jelas agar manfaat AI bisa maksimal tanpa mengorbankan kualitas dan integritas ilmiah.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04066-5

Analisis Ahli

Elena Vicario
"Penggunaan AI dalam peer review harus dihadapi dengan realitas yang ada, tetapi harus juga diatur dengan pedoman jelas dan tanggung jawab manusia."
Mohammad Hosseini
"Survei ini penting untuk memahami tingkat penerimaan dan konteks penggunaan AI dalam peer review dan integritas penelitian."
Mim Rahimi
"AI saat ini bisa meniru format dan bahasa laporan peer review, tapi gagal memberikan kritik yang konstruktif dan sering membuat kesalahan faktual."

Analisis Kami

"Meskipun AI menawarkan potensi efisiensi dalam peer review, ketergantungan yang berlebihan tanpa pengawasan manusia berisiko menurunkan kualitas evaluasi serta merusak kepercayaan dalam proses ilmiah. Oleh karena itu, integrasi AI harus dilandasi standar etika, transparansi, dan pelatihan yang memadai agar teknologi ini dapat menjadi alat bantu yang benar-benar mendukung penilaian akademik."

Prediksi Kami

Penggunaan AI dalam peer review akan terus meningkat dengan penerapan kebijakan yang lebih ketat dan pelatihan khusus untuk reviewer agar penggunaan AI tetap bertanggung jawab dan menjaga kualitas publikasi ilmiah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan dalam survei mengenai penggunaan AI dalam tinjauan sejawat?
A
Lebih dari 50% peneliti telah menggunakan AI dalam tinjauan sejawat, dengan hampir seperempat responden meningkatkan penggunaan mereka dalam setahun terakhir.
Q
Siapa yang mengawasi penggunaan AI di Frontiers?
A
Elena Vicario adalah orang yang mengawasi penggunaan AI di Frontiers.
Q
Mengapa beberapa penerbit melarang pengunggahan manuskrip ke situs chatbot?
A
Beberapa penerbit melarang pengunggahan manuskrip ke situs chatbot untuk melindungi kerahasiaan dan hak kekayaan intelektual penulis.
Q
Apa tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh Mim Rahimi?
A
Tujuan penelitian Mim Rahimi adalah untuk menguji seberapa baik model bahasa besar dapat meninjau makalah ilmiah.
Q
Bagaimana hasil eksperimen Mim Rahimi menunjukkan kinerja AI dalam tinjauan sejawat?
A
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa meskipun AI dapat meniru struktur laporan tinjauan, ia gagal memberikan umpan balik yang konstruktif dan sering membuat kesalahan fakta.