Pria Lumpuh Bisa Kendalikan Robot dan Kursi Roda Lewat Pikiran
Courtesy of SCMP

Pria Lumpuh Bisa Kendalikan Robot dan Kursi Roda Lewat Pikiran

Artikel ini bertujuan memperkenalkan terobosan terbaru dalam teknologi BCI yang memungkinkan pasien dengan cedera tulang belakang tingkat tinggi untuk mengendalikan kursi roda pintar, robot anjing, dan beraktivitas secara mandiri hanya dengan menggunakan pikirannya. Hal ini relevan karena membuka peluang teknologi nyata dan aplikatif yang secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

18 Des 2025, 19.00 WIB
200 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Teknologi antarmuka otak-komputer dapat mengubah kehidupan individu dengan cedera tulang belakang.
  • Pencapaian penelitian di China menunjukkan kemajuan nyata dalam pengendalian robot dengan pikiran.
  • Kolaborasi antara teknologi neuro dan robotik sangat penting untuk mewujudkan inovasi ini.
Tiongkok, Republik Rakyat Tiongkok - Para ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok berhasil menciptakan teknologi canggih yang memungkinkan seorang pria lumpuh dengan cedera tulang belakang tingkat tinggi mengendalikan kursi roda pintar dan robot anjing hanya dengan menggunakan pikirannya. Ini adalah langkah besar dalam mengubah cara penyandang disabilitas berinteraksi dengan dunia sekitar.
Teknologi ini mengandalkan sistem antarmuka otak-komputer (BCI) yang ditanamkan secara penuh dan nirkabel ke dalam tubuh pasien, memberikan kontrol stabil dan real-time terhadap berbagai perangkat bantuan. Dengan demikian, pasien tersebut dapat bergerak sekitar lingkungan sekitarnya tanpa bantuan orang lain.
Pasien tersebut juga dapat melakukan aktivitas kerja jarak jauh dengan mengendalikan robot, serta dengan mudah memesan dan menerima makanan lewat robot anjing. Ini membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas agar tetap produktif dan mandiri dalam kehidupannya.
Perkembangan ini adalah wujud nyata dari proyek ‘Telepathy’ milik Elon Musk yang bertujuan menghubungkan manusia dengan mesin melalui pikiran, meskipun Neuralink di Amerika masih dalam tahap uji klinis awal. China telah melangkah lebih jauh dengan implementasi nyata dan sistem industri yang lebih terintegrasi.
Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi teknologi neuro, komunikasi ultra-rendah latensi, kecerdasan buatan, dan robotik sebagai satu kesatuan. Ke depannya, teknologi seperti ini berpotensi mengubah kehidupan jutaan orang dengan gangguan mobilitas secara drastis.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3336842/chinas-mind-control-robot-tech-breakthrough-brings-elon-musks-telepathy-dream-life?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

prof. Dr. John Donoghue
"Penggabungan neuroteknologi, AI, dan robotik dalam sistem penuh implan seperti ini adalah lompatan besar yang menunjukkan potensi luar biasa di bidang rehabilitasi neurologis."
dr. Mary Lou Jepsen
"Teknologi BCI tidak hanya harus presisi tinggi, tetapi juga harus praktis, mudah diakses, dan dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, dan penelitian Tiongkok ini memberikan contoh yang sangat menjanjikan."

Analisis Kami

"Kemajuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan BCI tidak hanya bergantung pada teknologi implan otak saja, tetapi juga pada integrasi komponen komunikasi nirkabel dan kecerdasan buatan. Saya percaya inovasi ini akan mempercepat adopsi teknologi serupa secara global dan memicu persaingan antar negara dalam bidang neuroteknologi aplikatif."

Prediksi Kami

Teknologi BCI akan semakin berkembang dengan integrasi AI dan robotik canggih, sehingga lebih banyak pasien dengan gangguan mobilitas akan memperoleh kontrol penuh atas perangkat elektronik dan peralatan sehari-hari, membuka era baru dalam asistensi dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang telah dicapai oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China dalam penelitian antarmuka otak-komputer?
A
Akademi Ilmu Pengetahuan China telah mengembangkan sistem antarmuka otak-komputer yang memungkinkan individu dengan cedera tulang belakang untuk mengendalikan robot dan perangkat lainnya menggunakan pikiran mereka.
Q
Bagaimana teknologi ini memungkinkan seorang pria yang lumpuh untuk bekerja?
A
Teknologi ini memungkinkan pria tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas seperti memesan makanan dan bekerja dari jarak jauh melalui kontrol robotik.
Q
Apa peran Elon Musk dalam pengembangan teknologi antarmuka otak?
A
Elon Musk terlibat dalam pengembangan Neuralink, yang bertujuan untuk menciptakan teknologi yang memungkinkan kontrol perangkat melalui pikiran, meskipun masih dalam tahap awal percobaan.
Q
Mengapa Neuralink belum mencapai tahap yang sama seperti penelitian di China?
A
Neuralink belum mencapai tahap aplikasi dunia nyata seperti di China karena mereka masih dalam fase percobaan klinis yang lebih awal.
Q
Apa saja manfaat dari penggunaan robotik dalam kehidupan sehari-hari bagi individu dengan cedera tulang belakang?
A
Penggunaan robotik memberikan kebebasan dan kemampuan bagi individu dengan cedera tulang belakang untuk berinteraksi dengan dunia sekitar mereka dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.